Hamzah Hamzah
Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis sub sektor industri pengolahan unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hamzah Hamzah
SOROT Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.15.2.75-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis industri yang menjadi industri pengolahan unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient dan Analisis Shift Share. Hasil penelitian dari analisi LQ menunjukkan bahwa industri yang menjadi industri unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain yaitu industri makanan dan minuman, industri karet, barang dari karet dan plastik, industri bahan galian bukan logam, serta industi logam. Sedangkan sub sektor industri pengolahan yang tidak unggul yaitu Industri Tekstil dan Pakaian Jadi, Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan sejenisnya, Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik, Industri Furnitur, serta Industri Pengolahan Lainnya (Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin, dan Peralatan). Penggabungan analisis LQ dan Shift Share menunjukkan hasil bahwa sub sektor industri pengolahan unggulan terdapat pada Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik, karena memiliki 2 keunggulan sekaligus yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.The purpose of this study is to identify the types of industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province. The analytical tool used is Location Quotient  analysis and Shift Share Analysis. The results of the LQ analysis show that industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province include the food and beverage industry, the rubber industry, rubber and plastic goods, the non-metal mining industry, and the metal industry. While the manufacturing industry sub-sectors that are not superior are the Textile and Apparel Industry, the Timber Industry, Wood Products, and Cork and Woven Goods from Bamboo, Rattan, and the like, the Paper Industry and Paper Products, Printing and Reproduction of Recording Media, the Goods Industry Metals, Computers, Electronics, Optics; and Electrical Equipment, Furniture Industry, and Other Processing Industries (Repair Services, and Machine, and Equipment Installation). The merger of LQ analysis and Shift Share shows the results that the leading manufacturing sub-sector is found in the Rubber Industry, Rubber Products, and Plastics, because it has two advantages at once namely comparative advantage and competitive advantage.
Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Indeks Harga Saham LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia Hamzah Hamzah; Devi Valeriani; Andi Yusfany
SOROT Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.16.2.85-98

Abstract

Bursa Efek Indonesia merupakan lembaga yang memfasilitasi perdagangan efek di Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memberikan imbal hasil yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi dari suku bunga, nilai tukar, cadangan devisa, dan harga emas terhadap indeks harga saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial suku bunga memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Nilai tukar memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Cadangan devisa berpengaruh positif signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Sedangkan harga emas memberikan pengaruh yang negatif namun tidak signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Hasil pengujian secara simultan, menemukan bahwa suku bunga, nilai tukar, cadangan devisa, dan harga emas berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45.The Indonesia Stock Exchange is an institution that fasilitates securities trading in Indonesia. Stocks are an investment instrument that provides returns Which tend to increase every year. This study aims to analyze the effect of macroeconomic variables from interest rates, exchange rates,  foreign exchange reserves, and gold prices on the LQ-45 stock price index on the Indonesia Stock Exchange. Quantitative research methods aplied with multiple linear regression analysis techniques. The results showed that partially interest retes have a significant negative effect on the LQ-45 stock price index. The exchange rate has a positive and significant impact on the of LQ-45 stock price index. Foreign exchange reserves have a significant positive effect on the LQ-45 stock price index. Meanwhile, the price of gold has a negative but insignificant effect on the LQ-45 stock price index. The simultaneous test results found that interest rates, exchange rate, foreign exchange, and gold price have a significant effect on the LQ-45 stock price index.