This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Frieda NRH
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN ALTRUISME PADA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA Genda Febriansyah; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.872 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23444

Abstract

Palang merah Indonesia (PMI) merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan dengan tujuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia, melindungi kesehatan dan kehidupan manusia. PMI tidak lepas dari peran para relawan yang bekerja secara sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan altruisme pada relawan PMI Kota Magelang. Subjek penelitian ini yaitu relawan PMI yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala altruisme dengan 22 aitem valid dengan koefisien reliabilitas (α) sebesar 0,85 serta skala efikasi diri dengan 29 aitem valid dengan koefisien reliabilitas  (α) sebesar 0,92. Hasil analisis data dengan analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan altruisme pada relawan PMI Kota Magelang (r=0,091; p<0,001). Efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 47,7% terhadap altruisme.
KECEMASAN BERTANDING DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH: Studi pada Atlet Pencak Silat se-kota Semarang Utami Purborini; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.32 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan pelatih dengan kecemasan bertanding pada atlet Pencak Silat se-kota Semarang. Gaya kepemimpinan pelatih adalah persepsi atlet mengenai perilaku seorang pemimpin atau pelatih dalam mengembangkan kemampuan atlet untuk memaksimalkan performa mereka. Kecemasan bertanding adalah respon psikologis terhadap keadaan yang belum terjadi dalam pertandingan yang ditunjukkan oleh atlet berupa gejala fisik,kognitif, dan perilaku sebelum atlet bertanding. Populasi penelitian terdiri atas 271 atlet yang mengikuti Walikota Cup pada 15-17 Juni 2015, dan sampel penelitian adalah 78 atlet yang diperoleh dengan menggunakan quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi yaitu skala kecemasan bertanding dengan 23 aitem valid (α = .829) dan skala persepsi terhadap gaya kepemimpinan pelatih dengan 25 aitem valid (α =.886). Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara gaya kepemimpinan pelatih dan kecemasan bertanding. Analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi (rxy= -.514; p<.05), artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara gaya kepemimpinan pelatih dengan kecemasan bertanding. Sumbangan efektif gaya kepemimpinan pelatih terhadap kecemasan bertanding pada atlet silat sebesar 26.4% dan sisanya 73.6 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
PERJALANAN HIDUP BERTASAWUF (Studi Kualitatif dengan Interpretative Phenomenological Analysis pada Pelaku Tasawuf) Akhmad Bahril Mukasif; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.564 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15220

Abstract

Semakin banyaknya manusia yang terjerumus pada lembah duniawi membuat manusia semakin jauh kepada Allah SWT. Semakin jauhnya dari Allah SWT membuat jiwa mereka haus akan cahaya ilahiyah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perjalanan pelaku tasawuf di dalam mengamalkan ajaran tasawuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini berfokus pada eksplorasi pengalaman yang dialami subjek melalui kehidupan pribadinya. Subjek dari penelitian ini adalah pelaku tasawuf yang berada di sebuah tarekat. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah tiga subjek yang dipilih secara purposif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa tasawuf merupakan akhlak yang mulia, baik berakhlak kepada Allah SWT di dalam beribadah maupun berakhlak baik kepada sesama manusia tanpa melihat latar belakangnya dari manusia tersebut. Latar belakang ketiga subjek memutuskan untuk masuk ke dalam tarekat dan mempelajari tasawuf karena ada tujuan yang ingin dicapai, yaitu semakin dekat dengan Allah SWT dan mendapat rida dari Allah SWT.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 JEPARA Zuhrotul Aisyah; Frieda NRH; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.981 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7384

Abstract

Keyakinan (self efficacy) secara tidak langsung berhubungan dengan usaha. Orang yang memiliki self efficacy tinggi cenderung akan mengembangkan usahanya untuk sukses. Individu yang memiliki kemampuan yang tinggi didapat dari pengalaman sukses sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Pengumpulan data menggunakan Skala Intensi Berwirausaha (37 aitem) dan Skala Self Efficacy (31 aitem). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara yang berusia diatas 17 tahun sebanyak 130 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan didapatkan sampel penelitian sebanyak 95 siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara.            Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana yang menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0,680 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai rxy yang positif menunjukkan arah hubungan positif, yang berarti semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi intensi berwirausaha siswa, sebaliknya semakin rendah self efficacy maka semakin rendah intensi berwirausaha siswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian diterima. Analisis data juga menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,462. Angka tersebut menjelaskan bahwa sumbangan efektif self efficacy terhadap intensi berwirausaha sebesar 46,2%, sedangkan sisanya sebesar 53,8% ditentukan oleh faktor-faktor lain
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DAN HAPPINESS PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DAN KEDUA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Febrina Ramadhani; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.993 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23484

Abstract

Happiness adalah kondisi psikologi yang positif dan ditandai oleh tingginya kepuasan terhadap kehidupan yang dimiliki, tingginya tingkat emosi positif, dan rendahnya tingkat emosi negatif. Psychological capital adalah kapasitas positif yang dimiliki individu yang dikarakteristikkan dengan self efficacy, hope, optimisme, dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dan happiness pada mahasiswa tahun pertama dan kedua Program Studi Kedokteran Universitas Diponegoro. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 207 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi yaitu skala happiness (25 aitem valid, α = .891) dan skala psychological capital (34 aitem valid, α = .920). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rxy) =.753 dengan nilai p = .000 (p < .001) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel psychological capital dengan happiness. Semakin tinggi psychological capital semakin tinggi pula happiness. Sumbangan efektif yang diberikan pada penelitian ini sebesar 56,7% dan sisanya 43,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. 
GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN BPJS KETENAGAKERJAAN Nurul Fathia Mahessa; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.183 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan kesiapan untuk berubah pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Kesiapan untuk berubah merupakan kesiapan secara mental, psikologis dan fisik untuk menghadapi perubahan serta adanya kepercayaan, sikap dan intensi untuk berpartisipasi dalam proses perubahan organisasi. Gaya kepemimpinan melayani adalah penilaian bawahan terhadap pemimpin yang melayani bawahan melalui kemampuan untuk mempengaruhi, pemberian motivasi, perhatian dan mendengarkan masalah yang dialami oleh bawahan, mendorong perubahan besar pada bawahan, serta meletakkan kepentingan bawahan diatas kepentingan pemimpin. Subjek penelitian sejumlah 24 orang karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Teknik sampling yang digunakan adalah Convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala kesiapan untuk berubah (27 aitem, α = .92) dan Skala gaya kepemimpinan melayani (37 aitem, α = .96). Metode analisis data yang digunakan adalah Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan melayani dengan kesiapan untuk berubah (r = .53; p < .008), yang berarti bahwa semakin positif gaya kepemimpinan melayani maka akan semakin tinggi kesiapan untuk berubah. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 51% terhadap kesiapan untuk berubah.
KONSEP DIRI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI SANTRI DI PONDOK MODERN ASSALAAM TEMANGGUNG Fitriana Sani; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.38 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan pengambilan keputusan menjadi santri di Pondok Modern Assalaam Temanggung. Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif untuk pemecahan masalah. Pengambilan keputusan ini dapat diukur dengan menggunakan skala pengambilan keputusan yang sesuai dengan aspek-aspek pengambilan keputusan yaitu: penetapan target dan tujuan spesifik serta pengukuran hasil, identifikasi dan definisi masalah, penetapan prioritas, mempertimbangkan penyebab masalah, pengembangan solusi alternatif, evaluasi terhadap seluruh alternatif solusi, memilih solusi, implementasi dan tindak lanjut. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai dirinya sendiri, meliputi gambaran mengenai pribadinya bersama dengan perasaan, keyakinan dan nilai yang dimilikinya. Konsep diri ini dapat diukur dengan menggunakan skala konsep diri yang sesuai dengan aspek-aspek konsep diri yaitu: self esteem, Self knowledge, Personal and social identity, Self comparison, dan Self presentation. Sampel dalam penelitian ini adalah santri Pondok Modern Assalaam yang berjumlah 87, yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala pengambilan keputusan (51 aitem α = 0,956) dan Skala Konsep Diri (33 aitem α = 0,966) yang telah diujicobakan terhadap 40 santri Pondok Modern Assalaam. Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,778 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan positif antara konsep diri dengan pengambilan keputusan menjadi santri Pondok Modern Assalaam. Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 60,5% terhadap pengambilan keputusan menjadi santri Pondok Modern Assalaam.
LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN JOB INSECURITY PADA KARYAWAN CV. ELFANA SEMARANG Juwita Dwi Insani; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.492 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dengan job insecurity pada karyawan tetap CV.  Elfana. Locus of control internal adalah tingkat pengendalian diri seseorang dan keyakinan individu dalam menghadapi suatu masalah dan bentuk pengendalian yang terjadi pada diri mereka sendiri.  Job insecurity merupakan perasaan tidak aman yang dirasakan dalam bekerja yang muncul karena adanya situasi yang mengancam kontinuitas dan keberlangsungan kerja seseorang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV. Elfana. Subjek penelitian berjumlah 60 orang, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala locus of control internal (22 aitem α = 0,930) dan Skala job insecurity (26 aitem α = 0,944). Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,257 dengan p = 0,048 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan negatif antara locus of control internal dengan job insecurity pada CV. Elfana. Locus of control internal memberikan sumbangan efektif sebesar 5% pada job insecurity pada karyawan tetap CV. Elfana.
RESILIENSI PADA WANITA USIA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN DI SENDANGMULYO, SEMARANG Ranis Diyu Sasongko; Frieda NRH; Ika Febriana K.
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.553 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7374

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan atau kapasitas yang dimiliki individu, kelompok atau masyarakat yang memungkinkan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan atau mengubah kondisi yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan memahami penyesuaian wanita dalam menjalani kehidupannya pasca perceraian.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel terdiri dari tiga orang wanita yang melakukan perceraian. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil indepth interview dan observasi, sedangkan untuk menjaga keterpercayaan (kredibilitas) data, dilakukan triangulasi sumber yaitu terhadap orang terdekat.Hasil dari penelitian ditemukan bahwa resiliensi pada wanita usia dewasa awal pasca-perceraian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi. Dukungan keluarga dan hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat mempengaruhi proses resiliensi subyek. Kemampuan yang dimiliki subyek dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan barunya membawa subyek pada tahap overcoming saja atau bahkan sampai tahap reaching out. Penemuan baru yang tidak ada dalam teori resiliensi menyatakan religiusitas tinggi, tingkat pendidikan, laman masa perceraian, dan jumlah anak yang dimiliki termasuk dalam faktor pelindung subyek yang mendukung dalam mengembangkan resiliensi dengan optimal.
KECENDERUNGAN PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI JAWA TENGAH DI SEMARANG Sonya Venesianila Fatoni; Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.185 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7492

Abstract

Dunia organisasi dan lapangan kerja yang semakin maju menuntut semua anggota di dalamnya untuk aktif berkembang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Organisasi pemerintahan dan pegawai negeri sipil bertugas untuk untuk menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan kelangsungan urusan pemerintahan. Produktivitas  individu dalam bekerja membawa peranan penting dalam menentukan tingkat kesuksesan sebuah organisasi. Perilaku kerja kontraproduktif adalah perilaku dilakukan individu yang dapat membawa dampak negatif terhadap organisasi. Kepribadian memungkinkan untuk memprediksi perilaku individu pada situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kecenderungan perilaku kerja kontraproduktif yang ditinjau dari trait kepribadian big Five Personality PNS Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.Sampel penelitian merupakan PNS Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Tengah sebanyak 74 karyawan yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala kepribadian (big five personality) (37 aitem valid, α = 0.935) dan Skala Kecenderungan Perilaku Kerja Kontraproduktif (30 aitem valid, α = 0.913). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment pearson.            Hasil penelitian menunjukkan kepribadian big five personality trait conscientiousness, openness to experience dan agreeableness memiliki korelasi yang negatif terhadap kecenderungan perilaku kerja kontraproduktif.