Salma Salma
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

PENGALAMAN MENJADI SEORANG JURU KUNCI SUMBER MATA AIR KERAMAT DI KABUPATEN BOYOLALI: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Lia Sulistyani; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.404 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26492

Abstract

Being a Jurukunci of a spring is not an easy job. It takes a sincere and professional attitude towards his work. Many people consider the job of a Jurukunci with one eye because it is not an easy job with low wages. Moreover the job of a Jurukunci is quite heavy because it costs a lot of time and energy. So far, there is still little research on the experience of being the Jurukunci of a sacred spring. The purpose of this study is to understand the experience of being a Jurukunci of a sacred spring. The approach used in this research is phenomenological qualitative research with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) data analysis techniques. There are selection three participants who are a jurukunci of sacred spring in boyolali in this study.Purposive sampling selection of participants with the following criteria: (1) the Jurukunci of a sacred spring in Boyolali, (2) had the experience of being a Jurukunci of a sacred spring in Boyolali for a minimum of five years, (3) willing to be the subject of research. The results showed that are three main themes, namely: (1) life principles, which include: work motivation, ways of thinking, sincerity in living life, (2) meaningfulness of work, which includes: attitudes towards work, positive impact of choosing work, and( 3) self-image, which includes: self-confidence, pride in being a caretaker, social relations with others.
DISTRES PSIKOLOGIS PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI NEGERI BERBADAN HUKUM Amalia Rahmandani; Salma Salma; Yohanis ranz La Kahija; Dian Veronika Sakti Kaloeti; Hastaning Sakti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31281

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi distres psikologis sebagai risiko masalah kesehatan mental di antara tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Sejumlah 178 tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum ‘X’ (Laki-laki=41,6%) terlibat dalam penelitian ini. Distres psikologis diukur menggunakan General Health Questionnaire-12 (Cronbach α = 0,857), yang memuat dimensi disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Statistik deskriptif dan uji beda nonparametrik dilakukan dalam analisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebesar 26,4% subjek berisiko memiliki masalah kesehatan mental umum (cut-off score 10/11). Baik jenis kelamin maupun bidang keilmuan tidak membedakan level distres psikologis secara general maupun menurut dimensinya. Mayoritas manifestasi distres psikologis ditemukan pada dimensi disfungsi sosial, sedangkan terendah pada dimensi kehilangan kepercayaan diri. Hal tersebut didukung perbedaan mean skor antar dimensi yang signifikan, secara berturut dari yang tertinggi adalah disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Self-serving bias diduga berperan sebagai strategi penanggulangan dari ancaman terhadap diri sehingga meningkatkan penghargaan terhadap diri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya menyediakan program kesehatan mental bagi tenaga kependidikan perguruan tinggi. 
HUBUNGAN ANTARA MINDFULLNESS DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA BARU YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN X, Y, DAN Z Siti Istiqomah; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.794 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mindfulness dan psychological well-being pada mahasiswa baru yang tinggal di pondok pesantren X, Y, dan Z yang berada di wilayah Semarang. Mindfulness dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana individu memiliki perhatian penuh terhadap setiap momen.Psychological well-being merupakan suatu keadaan dimana individu memiliki sikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswa baru yang tinggal di pondok pesantren X, Y, dan Z. Data diperoleh dari 78 orang mahasiswa baru yang tinggal di pondok pesantren dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur skala psikologi yaitu Skala Mindfulness (20 aitem, α= 0,923) dan Skala Psychological Well-being (24 aitem, α= 0,922). Analisis data menggunakan metode non parametrik Spearman’s Rho. Hasil analisis data menunjukkan  nilai =0,658; dengan p = 0,000 (p<0,001), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara mindfulness dan psychological well-being pada mahasiswa baru yang tinggal di pondok pesantren X, Y, dan Z. Semakin tinggi mindfulness, maka akan semakin tinggi pula psychological well-being dan sebaliknya.
REGULASI DIRI DAN KECANDUAN DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Amran Hasbi Adityaputra; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36827

Abstract

Di jaman ini, individu bisa berkomunikasi dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun melalui aplikasi media sosial. Selain memiliki dampak positif, media sosial juga memiliki dampak negatif. Penggunaan media sosial secara berlebihan bisa menyebabkan penggunanya mengalami kecanduan, yang berhubungan langsung dengan kesehatan mental individu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa regulasi diri berperan negatif pada kecanduan media sosial, namun penelitian tersebut dilaksanakan hanya pada siswa SMK. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi diri terhadap kecanduan media sosial pada mahasiswa generasi Z. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2019 yang berjumlah 341 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 172 mahasiswa yang ditentukan dengan teknik sampel random sederhana. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kecanduan Media Sosial (36 item; ????=0,938) dan Skala Regulasi Diri dalam Penggunaan Media Sosial (18 aitem; ????=0,841). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat peran negatif regulasi diri terhadap kecanduan media sosial pada mahasiswa generasi Z Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (rxy=0,181; p=0,018). Artinya, semakin tinggi regulasi diri yang dimiliki mahasiswa generasi Z, maka semakin rendah tingkat kecanduan media sosial. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 3,3% terhadap kecanduan media sosial pada mahasiswa generasi Z Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA LAKI-LAKI PEMAIN GAME ONLINE DI GAME CENTER X DAN Y KABUPATEN SEMARANG Yuniar Dwi Kusuma Wardhani; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34467

Abstract

Internet semakin berkembang pesat dan memunculkan permainan yang dikenal dengan game online. Remaja merupakan salah satu kelompok yang sangat tertarik dengan manfaat internet. Mayoritas pengunjung game center adalah remaja laki-laki. Salah satu faktor yang memengaruhi remaja untuk kecanduan internet adalah keluarga. Penelitian ini dilakukan di game center X dan Y Kabupaten Semarang dengan populasi 100 orang dan jumlah sampel penelitian 78 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Persepsi terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (12 item; α = 0,844) dan Skala Kecenderungan Kecanduan Game Online (26 item; α = 0,936). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi diterima (F(1) = 15,572, p<0,001; R2 = 0,170) dengan β = -0,412 (p<0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peran negatif dalam memprediksi tingkat kecenderungan kecanduan game online pada remaja laki-laki pemain game online.  
PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAMPENGASUHAN DAN KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA LAKI-LAKI PEMAIN GAME ONLINE DI GAME CENTER X DAN Y KABUPATEN SEMARANG Yuniar Dwi Kusuma Wardhani; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36461

Abstract

Internet semakin berkembang pesat dan memunculkan permainan yang dikenal dengan game online. Remaja merupakan salah satu kelompok yang sangat tertarik dengan manfaat internet. Mayoritas pengunjung game center adalah remaja laki-laki. Salah satu faktor yang memengaruhi remaja untuk kecanduan internet adalah keluarga. Penelitian ini dilakukan di game center X dan Y Kabupaten Semarang dengan populasi 100 orang dan jumlah sampel penelitian 78 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Persepsi terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (12 item; α = 0,844) dan Skala Kecenderungan Kecanduan Game Online (26 item; α = 0,936). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi diterima (F(1) = 15,572, p<0,001; R 2 = 0,170) dengan β = -0,412 (p<0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peran negatif dalam memprediksi tingkat kecenderungan kecanduan game online pada remaja laki-laki pemain game online.
PERSEPSI TERHADAP HARAPAN ORANGTUA SEBAGAI PREDIKTOR INISIATIF PERTUMBUHAN DIRI PADA MAHASISWA GENERASI Z Novia Woro Palupi; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28963

Abstract

Inisiatif pertumbuhan diri diperlukan oleh mahasiswa generasi Z yang sedang memasuki masa emerging adulthood pada era digital saat ini. Persepsi terhadap harapan orangtua diduga menjadi variabel yang dapat memprediksi inisiatif pertumbuhan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran persepsi harapan orangtua terhadap inisiatif pertumbuhan diri pada mahasiswa generasi Z. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang dengan populasi 673 mahasiswa dan jumlah sampel penelitian 233 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Inisiatif Pertumbuhan Diri (20 item valid,a = 0,880) dan Skala Persepsi terhadap Harapan Orangtua (24 item valid, a= 0,877). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi diterima (F(1) = 36,502; p< 0,001; R2= 0,136) dengan β = 0,369 (p = 0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap harapan orangtua memiliki peran positif dalam memprediksi tingkat inisiatif pertumbuhan diri pada mahasiswa generasi Z. 
BERTAHAN DALAM KETERBATASAN: STUDI FENOMENOLOGIS PENGALAMAN PENGASUH PRIA DI PANTI ASUHAN DISABILITAS GANDA Desty Nuroktaviani Anwar; Salma Salma
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30423

Abstract

Bekerja sebagai pengasuh anak disabilitas ganda adalah suatu jenis pekerjaan yang tidak biasa dipilih oleh individu terlebih pada jenis kelamin laki-laki. Hal ini disebabkan jenis pekerjaan ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks serta membutuhkan kemampuan merawat dan kesabaran yang tinggi. Sejauh ini penelitian tentang pengasuh anak disabilitas ganda masih terbatas pada jenis kelamin perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pengalaman pengasuh anak disabilitas ganda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis dengan melibatkan tiga orang subjek yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pengasuh berjenis kelamin laki-laki yang bekerja di panti asuhan disabilitas ganda dan memiliki usia kerja lebih dari 5 tahun. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah semi-terstruktur serta pendekatan yang di gunakan untuk analisis data adalah dengan interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga tema induk, yaitu (1) proses dalam pekerjaan yang meliputi keputusan untuk bekerja sebagai pengasuh, usaha untuk bertahan bekerja, dan pemaknaan akan pekerjaan, (2) emosi yang dirasakan ketika bekerja, yang meliputi kesenangan dan kesulitan dalam bekerja (3) dinamika pengasuhan, yang meliputi pengembangan pengasuhan anak disabilitas ganda dan bentuk hubungan dengan anak asuh.