Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NATIONAL MASS MEDIA PARTIALITY (ANALYSIS OF LANGUAGE USE IN POLITICAL DISCOURSE) Moh. Mukhlas; Ayunda Riska Puspita
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2022): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v17i1.15347

Abstract

A reliable newspaper should accommodate heterogeneity regarding geographical and psychological readers. The wider the coverage area of a newspaper, the more heterogeneous its readers will be. By putting more concerns on these two dimensions, a newspaper is expected to be in a neutral position. This impartiality or neutrality of the mass media becomes a more intriguing topic when it is associated with the theory arguing that language cannot be neutral since it is a form of social practice, as Halliday has always emphasized. This study aims to describe (1) the use of language (speech acts, speech targets, and speech objectives) in the political discourse contained in the editorials of Republika and Kompas newspapers and (2) the objectivity of the two newspapers. This study used a qualitative-critical approach. This type of research is descriptive-interpretative research and, more specifically, is a type of critical pragmatic analysis research. The analysis of the use of language in the editorials of Koran Republika and Koran Kompas shows that the two newspapers have different tendencies due to different ideologies. The vision and history of a newspaper can determine its ideology of a newspaper. Republika is more inclined to pair 01 (Joko Widodo-Makruf Amin) and share a similar background related to Islam. Kompas is more inclined to pair serial number 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno), one of whom is not an Islamic figure.
Kerjasama Penyadapan Getah Pinus di Desa Baosan Lor Ponorogo: Tinjauan Fiqh Musāqah Ika Purwahyuni; Moh. Mukhlas
Jurnal Antologi Hukum Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.319 KB) | DOI: 10.21154/antologihukum.v1i2.321

Abstract

This research departs from the collaborative practice of pine tree tapping which is mostly done by the community in Ngrayun Ponorogo. During the collaboration, there were irregularities in the cooperation agreement as well as discrepancies in the distribution of the results of the cooperation. Based on this, this study aims to examine through the Musāqah fiqh perspective on the practice of cooperation with pine tappers in Ngrayun Ponorogo. The research method used in this study is a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews and documentation. from the data analysis, it can be concluded that there are abuses that are detrimental to the landowners, although not directly, namely the planting of other crops by rubber tappers outside the agreement in the contract. The results obtained from these other plantings do not contain the element of ḥalālan thayyiban because in this case the land tappers have done things that are not in accordance with the agreement made in accordance with the agreement made from the initial agreement. However, the result obtained is that there is no ḥalālan thayyiban element because in this case the eavesdropper did things that were not in accordance with the initial agreement. The process of obtaining the results from the cooperation was said to be ḥalālan because it was in accordance with the Shari'a and there was no element of gharar, but the proceeds from the distribution received by the tappers could not be said to have been carried out in accordance with the tappers. Penelitian ini berangkat dari praktik kerjasama penyadapan getah pinus yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Ngrayun Ponorogo. Selama kerjasama berlangsung terdapat penyelewengan dalam akad kerjasama serta ketidaksesuaian dalam pembagian hasil kerjasama. Berdasarkan hal tersebut kajian ini bertujuan untuk menelaah melalui perspektif fiqh Musāqah terhadap praktik kerjasama penyadapan getah pinus di Ngrayun Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat penyelewengan yang merugikan pemilik lahan meskipun tidak secara langsung, yaitu penanaman tananan lain oleh penyadap getah diluar kesepakatan dalam akad. Hasil yang didapat dari penanam tanaman lain tersebut tidak adanya unsur ḥalālan thayyiban lantaran dalam hal ini penyadap lahan melakukan hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal dibuat. Bagi hasil dari penyadapan getah yang dilakukan sudah sesuai dengan fiqh musāqah, karena telah ditetapkan di awal kesepakatan akad dibuat. Akan tetapi hasil yang diperoleh tidak adanya unsur ḥalālan thayyiban lantaran dalam hal ini pihak penyadap melakukan hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal dibuat. Proses dalam perolehan hasil dari kerjasama tersebut sudah dikatakan ḥalālan karena telah sesuai dengan syariat dan tidak adanya unsur gharar, namun hasil dari pembagian yang diterima penyadap tidak dapat dikatakan thayyiban karena adanya penyelewengan yang dilakukan oleh penyadap getah yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Kredit Barang Rumah Tangga Prespektif Etika Bisnis Islam Maulidda Fitria; Moh. Mukhlas; Rike Navasa Wiji Lestari; Rizka Putri Nurhaliza
Jurnal Antologi Hukum Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.762 KB) | DOI: 10.21154/antologihukum.v2i2.1327

Abstract

In the case of credit for household goods in Mawatsari Hamlet, several items can be taken as credit items, including carpets, mattresses, pillows, pans, and several other household items, and in this place, only use payment transactions with two options, namely by repay in installments every month or pay off directly at the end of a predetermined time, usually the payment time is 3 to 4 months after receiving the goods because you can't pay directly sometimes it makes many people who originally had money to pay but then when the time for payment comes to the money to pay is already used for other things. This study aims to: explain the implementation of household goods credit in Mawatsari Hamlet, Datangan District, Madiun Regency, and to describe the Perspective of Islamic Business Ethics on Credit for Household Goods in Mawatsari Hamlet, Datangan District, Madiun Regency. In this study, the authors conducted field research (field research). Researchers used a qualitative approach, namely collecting data from existing facts. For data processing, the authors used editing and finding results. On this basis, credit was used. This study concluded that: the credit agreement for household goods in Mawatsari Hamlet is not by Islamic business ethics because there is still non-fulfillment of agreements made before the transaction is carried out. Some factors trigger lousy credit. Dalam kasus kredit barang rumah tangga di Dusun Mawatsari terdapat beberapa barang yang dapat diambil sebagai barang kredit di antaranya yaitu: karpet, kasur, bantal, panci, dan beberapa barang rumah tangga lainnya, dan di tempat ini hanya menggunakan transaksi pemembayaran dengan dua pilihan yaitu dengan mencicil setiap bulan atau melunasi langsung di akhir waktu yang telah ditentukan, biasanya p waktu pembayaran 3 sampai 4 bulan setelah penerimaan barang, karena tidak dapat membayar langsung terkadang menjadikan banyak orang yang semula mempunyai uang untuk membayar namun dikemudian saat waktu pembayaran tiba uang untuk membayar sudah digunakan untuk hal lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk : menjelaskan pelaksanaan kredit barang rumah tangga di Dusun Mawatsari Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun dan untuk mendeskripsikan Prespektif Etika Bisnis Islam terhadap Kredit Barang Rumah Tangga Di Dusun Mawatsari Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian lapangan (fileld ressearch. Peneliti dalam melakukan penggalian data menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendata dari fakta yang ada. Untuk pengolahan data penulis menggunakan editing dan penemuan hasil. Pada landasaan ini yang digunakan yaitu kredit. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: akad kredit barang rumah tangga di Dusun Mawatsari belum sesuai dengan etika bisnis Islam, karena masih adanya ketidakterpenuhinya kesepakatan yang telah dibuat sebelum transaksi dilakukan, dan adanya faktor yang memicu terjadinya kredit mancet.
اكتساب اللغة العربية في عملية تعليم مهارة القراءة للطفل ذوي الحاجة الخاصة في مدرسة معهد سبيل المتقين الإبتدائية الإسلامية باناران ماغيتان Haris Wahyu Utomo; Moh. Mukhlas; Agus Tricahyo
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 1 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i01.4099

Abstract

Pemerolehan bahasa arab adalah proses yang dapat terjadi secara alami atau melalui pembelajaran, termasuk pembelajaran keterampilan membaca. Anak berkebutuhan khusus memerlukan metode dan strategi khusus dalam pembelajaran bahasa arab, berbeda dengan anak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemerolehan bahasa arab pada anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran keterampilan membaca di MI PSM Banaran, Magetan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan dalam pemerolehan bahasa arab pada anak berkebutuhan khusus: pengenalan huruf dan pelafalan, membaca untuk memahami, dan membaca intensif. Namun, mereka masih lemah dalam membaca intensif. Pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap bahasa arab dikategorikan lambat karena banyak faktor penghambat. Tiga faktor utama yang mempengaruhi pemerolehan bahasa arab pada anak berkebutuhan khusus adalah faktor biologis, psikologis, dan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi dan khusus dalam pembelajaran bahasa arab untuk anak berkebutuhan khusus.