Mata kering adalah gangguan multifaktorial kronis yang ditandai dengan peradangan permukaan mata dan produksi air mata yang tidak memadai serta merupakan komplikasi paling umum yang diamati setelah operasi refraktif. Konsumsi omega 3 telah terbukti meningkatkan kepadatan sel goblet, potensi regenerasi saraf dan aktivitas antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi omega 3 dalam mengurangi tanda dan gejala mata kering setelah operasi bedah refraktif. Protokol PRISMA dilakukan dalam penelitian ini, yang melibatkan basis data PubMed, ScienceDirect, Springer, ProQuest, Cochrane Library, dan Nature Portfolio yang diterbitkan hingga Agustus 2025. Kriteria inklusi penelitian ini adalah Pasien sindrom mata kering yang diakibatkan oleh operasi bedah refraktiv (lasik atau operasi katarak) dan diterapi dengan Omega 3. Ekstraksi data dan penilaian risiko bias dilakukan menggunakan kriteria dari Cochrane Risk of Bias 2 (RoB 2) dan Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 110 artikel yang disaring, empat studi memenuhi kriteria kelayakan, terdiri dari tiga RCT dan satu studi kohort (total n=239). Suplementasi omega-3 memperbaiki gejala subjektif (OSDI, DEQ) dan stabilitas film air mata (TBUT, osmolaritas). Hasil Schirmer bervariasi, menunjukkan bahwa omega-3 lebih mempengaruhi kualitas film air mata daripada kuantitas air mata. Suplementasi omega-3 terbukti aman dan bermanfaat sebagai terapi adjuvan pada pasien dengan mata kering pasca operasi bedah refraktif. Formulasi rTG tampak memberikan hasil lebih baik karena bioavailabilitasnya yang lebih tinggi.