Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur Sistematis: Efektivitas Omega 3 terhadap Mata Kering Setelah Prosedur Bedah Refraktif Nurmasari, Devita Prima; Sary, Latifa
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.405

Abstract

Mata kering adalah gangguan multifaktorial kronis yang ditandai dengan peradangan permukaan mata dan produksi air mata yang tidak memadai serta merupakan komplikasi paling umum yang diamati setelah operasi refraktif. Konsumsi omega 3 telah terbukti meningkatkan kepadatan sel goblet, potensi regenerasi saraf dan aktivitas antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi omega 3 dalam mengurangi tanda dan gejala mata kering setelah operasi bedah refraktif. Protokol PRISMA dilakukan dalam penelitian ini, yang melibatkan basis data PubMed, ScienceDirect, Springer, ProQuest, Cochrane Library, dan Nature Portfolio yang diterbitkan hingga Agustus 2025. Kriteria inklusi penelitian ini adalah Pasien sindrom mata kering yang diakibatkan oleh operasi bedah refraktiv (lasik atau operasi katarak) dan diterapi dengan Omega 3. Ekstraksi data dan penilaian risiko bias dilakukan menggunakan kriteria dari Cochrane Risk of Bias 2 (RoB 2) dan Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 110 artikel yang disaring, empat studi memenuhi kriteria kelayakan, terdiri dari tiga RCT dan satu studi kohort (total n=239). Suplementasi omega-3 memperbaiki gejala subjektif (OSDI, DEQ) dan stabilitas film air mata (TBUT, osmolaritas). Hasil Schirmer bervariasi, menunjukkan bahwa omega-3 lebih mempengaruhi kualitas film air mata daripada kuantitas air mata. Suplementasi omega-3 terbukti aman dan bermanfaat sebagai terapi adjuvan pada pasien dengan mata kering pasca operasi bedah refraktif. Formulasi rTG tampak memberikan hasil lebih baik karena bioavailabilitasnya yang lebih tinggi.
Laporan Kasus Katarak Traumatika dan Ruptur Kapsul Posterior Nurmasari, Devita Prima; Kaptuti, Uyik Unari Dwi; Avinta , Tiara
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i9.428

Abstract

Trauma okular merupakan salah satu penyebab utama terjadinya morbiditas visual unilateral yang dapat melibatkan adanya kerusakan pada lensa, baik berupa dislokasi maupun kekeruhan lensa. Katarak traumatika terjadi pada kasus trauma okular dapat terjadi secara cepat maupun lambat. Tujuan untuk membahas tatalaksana katarak traumatika yang disertai dengan rupture kapsul lensa posterior. Seorang pria berumur 30 tahun datang ke klinik mata utama Gresik dengan keluhan mata perlahan kabur, terasa silau dan terkadang penglihatan ganda. Keluhan ini bermula setelah 1 bulan yang lalu pasien terkena jambu yang dibawa kelelawar pada mata kiri. Pada pemeriksaan visus didapatkan mata kiri 4/60. Pada segmen anterior terlihat adanya kekeruhan sebagian lensa mata berbentuk Bintang. Pada saat operasi sebelum proses insisi, terlihat juga adanya ruptur kapsul posterior. Ekstraksi katarak dilakukan dengan metode fakoemulsifikasi dan selanjutnya dilakukan pemasangan lensa intraokuler (LIO) polymethylmethacrylate (PMMA) serta bebat selama 24 jam. Seminggu setelahnya pasien mengalami peningkatan ketajaman penglihatan menjadi 0,9. Kesimpulan; Trauma okular merupakan penyebab signifikan kehilangan penglihatan. Katarak traumatik cukup menantang untuk ditangani. Evaluasi praoperatif dan intraoperatif penting dalam mempertimbangkan intervensi yang akan diberikan kepada pasien.