Hengki hendra Pradana
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Nahdaltul Ulama Blitar terkait Perkawinan Anak di Blitar Yaoma tartibi; Arum Ayu Lestari; Hengki Hendra Pradana
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 2 No 3 (2022): Volume 2, Number 3, Desember 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v2i3.690

Abstract

Child marriages from year to year have increased, of course, data relating to domestic violence, poverty, psychiatric disorders have also increased. This research has a goal of being able to find out the causes of increased child marriage in Blitar. This research uses field research and library research. The results of this study are known that the factors that cause child marriage are caused by cultural factors, internal (Family), and also economic factors.
Kesejahteraan Psikologis pada Pasangan Pernikahan Dini di Kabupaten Blitar Hengki Hendra Pradana; Safina Dwi Prastika; Nikmatul Mudawamah; Reynaldo Yogi Siswoko
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.007 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v2i2.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesejahteraan psikologis pada pernikahan dini, hal-hal yang mendorong seseorang menikah dini, dampak yang terjadi karena pernikahan dini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah wanita yang menikah di usia kurang dari 21 tahun dan bertempat tinggal di Kabupaten Blitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kesejahteraan psikologis dan berdampak baik pada rumahtangga ketika menikah atas keinginan sendiri dan adanya dorongan dari orang lain. Namun, ketika menikah karena paksaan atau tuntutan dan tidak adanya dorongan dari orang lain dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis.
Kecemasan Istri Prajurit TNI-AD di Asrama Militer Yonif 511 Kota Blitar pada saat Suami Bertugas ke Merauke Yesi Dwi Andari; Hengki Hendra Pradana
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.203 KB) | DOI: 10.53915/jbki.v3i1.299

Abstract

Perasaan cemas biasanya muncul apabila individu berada dalam suatu keadaan yang dirasa akan merugikan dan mengancam diri individu pada saat individu merasa tidak berdaya menghadapinya. Kemudian apa yang dicemaskan belum tentu terjadi sehingga perasaan cemas itu sebenarnya ketakutan yang diciptakan oleh individu sendiri. Kondisi kecemasan telah melanda berbagai sendi kehidupan, seperti halnya kecemasan yang dialami oleh istri seorang prajurit TNI-AD. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan kecemasan yang dialami oleh istri Prajurit TNI-AD di Asrama Militer Yonif 511 Kota Blitar pada saat ditinggal suami bertugas ke Merauke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecemasan masing-masing istri TNI-AD yang ditinggal oleh suami Satgas berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena kondisi tempat Satgas yang tidak sama, faktor terbiasa karena sudah pernah ditinggal Satgas untuk beberapa kali dan ada yang baru pertama kalinya ditinggal Satgas oleh suami, dan juga penyesuaian diri masing-masing istri TNI-AD terhadap kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan yang harus ditaati.
Kepatuhan Kolektif dalam Ritual Sedekah Bumi: Studi Etnografi di Kabupaten Bojonegoro Hengki Hendra Pradana; Yaoma Tertibi; Maula Safira Putri Tohari
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 33 No. 2 (2024): Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v33i2.2095

Abstract

This research explores collective compliance in the implementation of the Sedekah Bumi ritual in Bojonegoro Regency through an ethnographic approach. Sedekah Bumi is a tradition that involves various elements of society in a ceremony expressing gratitude for crops and prayers for future prosperity. This study aims to understand the social dynamics, symbolic meanings, and the role of collective compliance in the ceremony. Through participatory observation and in-depth interviews with various informants, the study found that collective compliance in Sedekah Bumi is influenced by multiple factors, including the roles of traditional leaders, religious values, and the impact of modernization. The ritual not only strengthens social cohesion and cultural identity but also serves as a crucial means of preserving tradition amidst dynamic social change. In this research, domain analysis techniques were used. The subjects sampled in the study were characterized as natives of Pancur village, regular participants in the Sedekah Bumi events, and of either gender. The subjects included Priyono, a 48-year-old village official;  Bani, the 76-year-old caretaker of the village's pepunden; and Farid Amiruddin, a 27-year-old village youth. The study identified four main factors influencing collective compliance: Indoctrination, Habituation, Utility, and Group Identification. The findings concluded that several factors influence the compliance of Pancur Village's residents with the Sedekah Bumi tradition. Indoctrination is introduced since childhood by the surrounding environment, Habituation becomes a habit maintained despite changing times, Utility is celebrated according to individual beliefs to maintain harmony, and Group Identification is preserved as a tribute to ancestral heritage.
Guidance and Counseling, Academic Pathology, Social Interaction, Higher Education. Defi Astriani; Hengki Hendra Pradana
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9164

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena patologi akademik melalui analisis pola interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku maladaptif dalam struktur birokrasi dan relasi kuasa yang menghambat iklim akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa di universitas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan otoritas, konflik interpersonal terselubung, dan kakuya hierarki birokrasi menjadi faktor utama pemicu stres serta penurunan kesejahteraan psikologis warga kampus. Temuan ini menegaskan bahwa patologi akademik bukan sekadar masalah individu, melainkan isu sistemik yang memerlukan intervensi strategis. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi peran bimbingan konseling melalui model konseling ekosistemik. Praktisi konselor pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan mental individu, tetapi juga berperan sebagai mediator dan advokat dalam memperbaiki dinamika organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur bimbingan konseling di level pendidikan tinggi.
Gambaran Smartphone Addiction Pada Siswa SMKN 1 Kota Blitar aliza meiliani; Umniyyah Albi; Putri Dewi Cahyani; Aliza Meiliani; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi remaja yang kecanduan gadget (samrtphone addiction). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan field note. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan remaja yang mengalami kecanduan gadget (smartphpne addiction) yang berusia 16-18 tahun sejumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others yang bersekolah di SMKN 1 Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecanduan gadget yang dialami oleh remaja, diantaranya faktor fisik (terganggunya penghlihatan dan adanya rasa sakit dibagian tubuh) sosial (kurangnya interaksi dengan orang lain) dan psikologis (emosi yang tidak stabil dan terganggunya aktivitas).
Studi Fenomenologi Dalam Menghadapi Quarter Life Crisis Pada Siswa Menjelang Kelulusan Asmi Nurofiqhoh; Dewi Nailir Rohmah; Dewi Nur Laiali; Imam Roziqi; Risma Nasiatul Maulidiah; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghadapi quarter life crisis pada siswa menjelang kelulusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan siswa SMA kelas XII yang mengalami Quarter Life Crisis yang berusia 17-18 tahun yang berjumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others dengan usia yang berbeda dengan subjek utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa strategi dalam menghadapi Quarter Life Crisis pada siswa menjelang kelulusan, strategi yang dijelaskan terdapat dibeberapa aspek Quarter Life Crisis diantaranya masalah mencari pekerjaan diselesaikan dengan memilih peran yang cocok dengan dirinya serta menjaga relasi dan saling bertukar pikiran dengan teman, aspek kurangnya dukungan sekitar diatasi dengan selalu menyampaikan ketika ada suatu ketidaknyamanan dengan lingkungan, aspek perasaan kecewa diatasi dengan berusaha memperbaiki meskipun harus melewati kesedihan terlebih dahulu, aspek perasaan tertekan diatasi dengan tetap berusaha mewujudkan harapan orang tua dan selalu berpikir positif dan aspek masalah eksplorasi diri diatasi dengan berusaha untuk mengambil kesempatan baru dan membangun relasi.
Fenomena Flexing Pada Media Sosial: Persepsi Generasi Z: Fenomena Flexing Pada Media Sosial: Persepsi Generasi Z Mohammad Hariyono Arik; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1341

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendalami pemahaman tentang bagaimana generasi zoomer melihat dan menghadapi fenomena flexing. Metode pengumpulan data melibatkan catatan lapangan, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dalam pendekatannya dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian menggunakan empat mahasiswi STIE Kesuma Negara Blitar angkatan 2021, (V) 20 tahun, (A) 20 tahun, (R) 21 tahun, (M) 20 tahun. Subjek diambil dari kelas akuntansi yang berjumlah sepuluh orang. hasil penelitian menunjukkan, 1) insecure tidak selalu mengakibatkan flexing, 2) kemudian individu yang cenderung mengekspresikan diri secara berlebihan seringkali terlibat dalam manipulasi diri. 3) Seseorang yang merasa puas dengan menjelajahi tempat-tempat yang belum menjadi tren cenderung menunjukkan perilaku berlebihan. 4) Alasan di balik perilaku menunjukkan diri bervariasi,5) dan rangsangan yang diterima seseorang dapat menjadi pemicu dari tindakan ini. 6) Kecenderungan untuk menunjukkan diri tidak selalu bersifat memaksa situasi, 7) dan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dapat mencegah perilaku menunjukkan diri karena kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Analisis Faktor Penyebab Agresivitas Siswa Sekolah Dasar di MI Hidayatullah Kota Blitar Rizky Maulina; Mohammad Azki Mualfi Fahrul Fanani; Mochamad Syahrul Mubarok; Fajriansyah Fadhol; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i2.1472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan agresivitas pada siswa kelas II di MI Hidayatullah Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tiga siswa yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agresivitas siswa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi frustrasi dan keinginan yang tidak terpenuhi, sementara faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan, seperti perilaku teman sebaya, media massa, dan pola asuh orang tua. Beberapa siswa mengakui agresivitas mereka disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi, sementara yang lain dipengaruhi oleh perilaku agresif yang ditonton atau diajarkan oleh orang tua mereka. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor penyebab agresivitas untuk membantu mengatasi dan mencegah perilaku negatif ini di kalangan siswa. Kesimpulannya, faktor keluarga, lingkungan sekolah, dan diri sendiri berperan penting dalam pembentukan perilaku agresif pada anak.
Coping Stress pada Wanita Karir yang Berkeluarga Bagus Nugroho; Farra Laila; Hengki Hendra Pradana; Nurul Azizah
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i1.1684

Abstract

Wanita karir yang berkeluarga sering kali dihadapkan pada tekanan peran ganda, yaitu peran sebagai anggota keluarga yang mengurus rumah tangga dan peran sebagai pekerja yang memiliki tanggungjawab profesional. Beban peran ganda ini tidak jarang menyebabkan munculnya konflik dalam diri wanita, terutama ketika waktu dan tenaga yang diperlukan untuk mengurus keluarga bertabrakan dengan tuntutan pekerjaan. Kondisi ini sering kali menjadi sumber stress yang signifikan, apabila tidak diatasi dengan baik dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik, serta hubungan dalam keluarga. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi coping yang digunakan oleh wanita karir yang berkeluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penelitian ini menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian berjumlah lima orang dengan karakteristik, wanita karir yang berkeluarga, rentan usia tiga puluh sampai enam puluh tahun, dan suku Jawa. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, data diproses dengan tiga tahap, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan informan cenderung menggunakan strategi problem focused coping, yaitu mencari dukungan sosial dengan bentuk menceritakan tekanan atau stress pada orang terdekat.