Tito Hardiyanto
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Ma’soem University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profitabilitas dan Peluang Pengembangan Agroindustri Gula Kelapa dalam Sistem Agribisnis Kelapa (Cocos nucifera L.): Suatu Kasus Di Desa Sukanagara Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis Tito Hardiyanto
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 1 No. 01 (2020)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.289 KB) | DOI: 10.32627/agritekh.v1i01.16

Abstract

Coconut sugar agro-industry is one of the important commodities as a reliable source of income. This study aims to determine: (1) Profitability and profitability of the coconut sugar agro-industry business; and (2) Opportunities for developing coconut sugar agro-industry in Sukanagara village, Lakbok District, Ciamis Regency. The method used is a survey method, by taking the case of farmers who coconut sugar business in the village of Sukanagara, Lakbok District, Ciamis Regency. The research location is Sukanagara village with consideration of the results of these studies can provide solutions to increase coconut sugar production capacity to be in harmony with other villages. Determination of farmer respondents was conducted by census of 31 farmers. Analysis tools to determine the profitability of coconut sugar agro-industry can be seen from the costs incurred and the revenue generated in the production process, while the development opportunities are seen from the income and level of employment. The results showed that: (1) The use of total costs (production costs) in the coconut sugar agro-industry in the production process was Rp. 78,264.57 and Rp. 101,100. (2) The opportunity for developing coconut sugar agro-industry in Desa Sukanagara village is quite promising because the coconut sugar agro-industry is able to generate a profit of 29.18 percent of the capital spent in one production process. In addition, employment in the coconut sugar agroindustry in Sukanagara Village is 2.47 percent of the village workforce, although the percentage is small, it has been able to contribute to employment in Sukanagara Village.
Analisis Efisiensi Ekonomi dan Produksi Optimal Usahatani Cabai (Capsicum Annum L.) sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani: Studi Kasus di Desa Kawali Mukti Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Tito Hardiyanto
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 1 No. 02 (2021)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.492 KB) | DOI: 10.32627/agritekh.v1i02.28

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan menganalisis tingkat penggunaan input pada produksi optimal pada usahatani cabai dengan menggunakan metode studi kasus di Desa Kawali Mukti Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Responden diambil secara sensus pada 33 anggota kelompok tani. Alat analisis pada kajian ini menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan uji hipotesis untuk efisiensi didekati dengan menggunakan nilai produk marjinal (NPM) dari faktor produksi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penggunaan faktor produksi lahan belum efisien sehingga perlu ditambah, sedangkan faktor produksi benih, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien sehingga perlu dikurangi. Analisis produksi optimal menunjukkan bahwa: 1) penggunaan lahan optimal seluas 5,45 hektar, dengan demikian untuk memperoleh produksi optimal maka lahan yang digunakan harus ditambah 5,389 hektar; 2) penggunaan benih optimal sebanyak 34,89 kg, dengan demikian untuk memperoleh produksi optimal maka benih yang digunakan harus dikurangi 86,140 kg; 3) penggunaan pupuk kandang optimal sebanyak 251,26 kg, dengan demikian untuk memperoleh produksi optimal maka pupuk kandang yang digunakan harus dikurangi 52,619 kg; 4) penggunaan tenaga kerja optimal sebanyak 8,33 HKSP, dengan demikian untuk memperoleh produksi optimal maka tenaga kerja yang digunakan harus dikurangi 5,540 HKSP.