Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HIDROGEOLOGI RENCANA KEGIATAN PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BIJIH EMAS DI KABUPATEN ACEH TENGAH. PROVINSI ACEH Ira Mughni Pratiwi; Ika Arsi Anafiati; Asri Fridtriyanda
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.146 KB) | DOI: 10.15408/jipl.v2i1.26052

Abstract

Kajian hidrogeologi merupakan bagian dari aspek teknis untuk menentukan kelayakan suatu kegiatan penambangan, kajian hidrogeologi berfokus pada air tanah. Pemahaman hidrogeologi ini akan menjadi masukan untuk pengambilan keputusan tentang pengelolaan air tambang dan dewatering. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji aspek hidrogeologi rencana kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas DMP melalui kegiatan lapangan pengeboran dan pengecekan sumber air tanah (mata air). Lokasi penelitian berada di area rencana kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil penelitian Persebaran litologi yang ada di lokasi kajian, membentuk sistem akuifer tertekan dan debit air tanah tidak cukup besar. Berdasarkan hasil sebaran pemboran pada zona mineralisasi dapat diindikasikan bahwa seluruh lubang bor tidak melewati muka air tanah. Manifestasi air tanah yang dijumpai berupa rembesan mata air dan creek. Kajian tentang model neraca air di lokasi studi penting untuk dilakukan dengan beberapa alasan berikut ini untuk mengetahui dan memperkirakan kapasitas, jumlah dan proporsi masing-masing komponen di dalam model neraca air sebagai gambaran tentang kondisi awal tata atau sistem air di lokasi studi, untuk mengetahui daya dukung lingkungan tata air, untuk mengetahui dan memperkirakan respons tata air akibat adanya kegiatan penambangan dengan beberapa obyek yang mempengaruhi tata air.
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BREKSI TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL DI SAMBIREJO PRAMBANAN SLEMAN ika arsi anafiati; Agustina Setyaningrum
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan breksi di Desa Sambirejo mulai sekitar 1980an dan tahun 2014 kegitan penambangan tersebut dihentikan oleh pemerintah, dengan alasan batuan kapur breksi merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Pemerintah menetapkan kawasan tambang breksi sebagai cagar budaya dan sekarang dimanfaatkan sebagai pariwisata. Pengambilan data dengan metode purposive sampling, yang terdiri dari aparat desa dan pengelola pokdarwis tebing breksi, pelaku usaha wisata dan masyarakat yang bekerja disektor pariwisata maupun non pariwisata. Hasil pengembangan pariwisata lahan bekas tambang terhadap kehidupan masyarakat ditinjau dariĀ  a) aspek fisik ada perubahan bentang lahan yaitu terbukanya lahan kosong yang digunakan untuk penataan kawasan wisata tebing breksi, b) Aspek social ekonomi dan budaya yaitu terjadi beberapa perubahan mata pencaharian dari yang dulu penambang menjadi beberapa matapencaharian yang terkait dengan wisata tebing breksi, peningkatanĀ  keikutsertaan organisasi khususnya organisasi pariwisata.