Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSENTRASI LOGAM NIKEL (Ni) PADA KERANG NENEK (Terebralia sulcata) DI KAWASAN GALIAN TAMBANG DESA WONUA KONGGA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Faisal Faisal; I Wayan Suama; La Harimu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.228 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i4.23835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam nikel (Ni) pada kerang nenek (Terebralia sulcata) di Desa Wonua Kongga. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan metode eksplorasi, yaitu menjelajahi lokasi pengambilan sampel secara langsung sambil mengumpulkan sampel. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan memilih ukuran cangkang >5 cm. Lokasi pengambilan sampel dibagi 3 stasiun dan setiap stasiun terdiri atas 3 titik pengambilan sampel kemudian 1 titik diambil 3 sampel sehingga total sampel yang didapat 27 sampel. Lokasi pengambilan sampel ditentukan berdasarkan keberadaan kerang nenek (Terebralia sulcata) serta karena adanya aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan pencemaran di sekitar galian tambang Desa Wonua Kongga. Analisis konsentrasi logam nikel (Ni) pada sampel menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata konsentrasi logam nikel (Ni) pada kerang nenek (Terebralia sulcata) di setiap stasiun belum melebihi baku mutu untuk biota perairan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 51 tahun 2004. Stasiun 1 konsentrasinya sebesar 0,033 ppm, stasiun 2 konsentrasinya sebesar 0,031 ppm dan stasiun 3 konsentrasinya sebesar 0,039 ppm
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI La Harimu; Haeruddin; Wa Ode Mulyana; Cahyana Mandasari; Afrianti S. Lamuru; Mahirullah
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6211

Abstract

Pencarian sumber- sumber energi alternatif terutama berasal dari tumbuhan multiguna yang berbasis lokal dan berkelanjutan terus digalakan. Salah satu bahan bakar nabati (BBN) yang sangat prospektif dikembangkan di Indonesia adalah bioetanol, yaitu senyawa etanol yang dibuat dari tanaman yang mengandung komponen pati atau karbohidrat/gula seperti dari tanaman kakao. Salah satu komponen biji kakao adalah pulp yang mengandung glukosa 8-15% sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan etanol melalui proses fermentasi yang selama ini jarang dimanfaatkan cairan lendir pulp yang dihasilkan dari proses fermentasi satu ton biji kakao dapat mencapai 75-100liter dengan bau yang tidak sedap, sehingga dapat mencemari lingkungan. Kadar bioetanol hasil fermentasi pulp kakao dipengaruhi oleh factor pH, kadar ragi, dan lama fermentasi. Sebelum fermentasi dilakukan terlebih dahulu dibuat starter dengan tujuan untuk mengaktifkan enzim. Pemisahan dan pemurnian etanol hasil fermentasi dapat ditingkatkan kadarnya dengan penambahan adsorben abu sekam padi. Abu sekam adi terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan terakhir dicuci dengan aquades dan dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C. Sampel pulp kakao hasil fermentasi yang mengandung etanol ditambahkan dengan abu sekam padi sebelum di destilasi. Destilat etanol yang diperoleh diukur kadarnya menggunakan Alcohol Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan kadar ragi mempengaruhi kadar bioetanol dari pulp kakao yang dihasilkan. Lama fermentasi optimal yang diperoleh adalah 6 hari dengan kadar bioetanol sebesar 4,73%. Kadar ragi optimal terhadap starter (berat starter adalah 1 % dari sampel pulp kakao yang difermntasi) diperoleh pada kondisi dengan perbandingan 1 gram ragi: 1% starter. Kadar bioetanol yang diperoleh dengan penambahan abu sekam padi menggalami peningkatan dari 5,06% menjadi 8,52%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan abu sekam padi pada sampel pulp kakao hasil fermentasi yang menggandung bioetanol dapat ditingkatkan dengan penambahaan abu sekam padi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TITRASI ASAM BASA Rendy Renaldy Pikoli; Rustam Musta; La Harimu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17273

Abstract

Chemistry learning not only requires students to understand concepts theoretically but also emphasizes scientific skills through laboratory activities. However, student's science process skills and learning outcomes in acid–base titration remain relatively low. Therefore, a teaching method that actively involves students in the learning process is needed. This study aimed to determine the effectiveness of the experimental method on student's science process skills and learning outcomes in acid–base titration at SMA Negeri 4 Konawe Selatan. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One-Group Pretest– Posttest Design. The sample consisted of 25 twelfth-grade students from Class XII A of SMA Negeri 4 Konawe Selatan. The research instruments included a science process skills observation sheet, a learning outcomes test, and a student response questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics and n-Gain analysis. The results showed that the implementation of the experimental method had a positive effect on student's science process skills and learning outcomes. The mean science process skills score was 71.14, which was categorized as very good. Student’s learning outcomes improved from a mean pretest score of 45.60 to a mean posttest score of 83.80, with a mean n-Gain score of 0.71, which was categorized as high. In addition, student’s responses to the implementation of the experimental method obtained an average percentage of 83.53, which was classified as very good. Based on these findings, it can be concluded that the experimental method is effective for teaching acid–base titration in chemistry because it improves student’s science process skills and learning outcomes.