This Author published in this journals
All Journal Jurnal Randai
Carissa Petri Nawang Sari
UPN "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DI 3 DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR (KABUPATEN SIDOARJO, KABUPATEN GRESIK, DAN KABUPATEN LAMONGAN) Carissa Petri Nawang Sari; Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.067 KB) | DOI: 10.31258/randai.3.1.p.12-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang menjadi sektor basis dan non basis di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan berdasarkan pendekatan Location Quotient (LQ), shift-share dan Overlay. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2011-2020 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Dari hasil Analisis Location Quotient (LQ) maka dapat ditentukan sektor-sektor yang merupakan sektor basis pada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur yaitu: Kabupaten Sidoarjo memiliki 3 sektor yang menjadi sektor Basis, Kabupaten Gresik memiliki 2 sektor yang menjadi sektor Basis, dan Kabupaten Lamongan memiliki 10 sektor yang menjadi sektor Basis. Hasil analisis rata-rata Shift Share PR yaitu: Kabupaten Gresik memiliki paling banyak sektor pertumbuhan ekonomi yaitu berjumlah 12 sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya disusul Kabupaten Lamongan berjumlah 11 dan Kabupaten Sidoarjo berjumlah 7 sektor. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share PS Kabupaten Gresik memiliki 10 sektor dengan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Sidoarjo yang memilik 9 sektor yang sama. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share DS Kabupaten Lamongan memiliki 15 sektor yang memiliki keuntungan lokasional. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Gresik yang memiliki 14 sektor dan Kabupaten Sidoarjo yang memiliki 7 sektor keuntungan lokasional. Saran dari penulis yaitu Pemerintah daerah yang terkait penelitian ini perlu menetapkan kebijakan pembangunan dengan prioritas yang mengacu pada sektor basis di masing – masing kabupaten dengan tetap memperhatikan sektor non basis secara proporsional. Kata Kunci: Location Quotient, Shift Share, Pertumbuhan EKonomi