p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Randai
Syamsul Huda
Universitas Pembangunan Nasional Veteran

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DI 3 DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR (KABUPATEN SIDOARJO, KABUPATEN GRESIK, DAN KABUPATEN LAMONGAN) Carissa Petri Nawang Sari; Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.067 KB) | DOI: 10.31258/randai.3.1.p.12-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang menjadi sektor basis dan non basis di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan berdasarkan pendekatan Location Quotient (LQ), shift-share dan Overlay. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2011-2020 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Dari hasil Analisis Location Quotient (LQ) maka dapat ditentukan sektor-sektor yang merupakan sektor basis pada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur yaitu: Kabupaten Sidoarjo memiliki 3 sektor yang menjadi sektor Basis, Kabupaten Gresik memiliki 2 sektor yang menjadi sektor Basis, dan Kabupaten Lamongan memiliki 10 sektor yang menjadi sektor Basis. Hasil analisis rata-rata Shift Share PR yaitu: Kabupaten Gresik memiliki paling banyak sektor pertumbuhan ekonomi yaitu berjumlah 12 sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya disusul Kabupaten Lamongan berjumlah 11 dan Kabupaten Sidoarjo berjumlah 7 sektor. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share PS Kabupaten Gresik memiliki 10 sektor dengan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Sidoarjo yang memilik 9 sektor yang sama. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share DS Kabupaten Lamongan memiliki 15 sektor yang memiliki keuntungan lokasional. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Gresik yang memiliki 14 sektor dan Kabupaten Sidoarjo yang memiliki 7 sektor keuntungan lokasional. Saran dari penulis yaitu Pemerintah daerah yang terkait penelitian ini perlu menetapkan kebijakan pembangunan dengan prioritas yang mengacu pada sektor basis di masing – masing kabupaten dengan tetap memperhatikan sektor non basis secara proporsional. Kata Kunci: Location Quotient, Shift Share, Pertumbuhan EKonomi
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto, Dan Jumlah Pengangguran Terbuka Terhadap Penduduk Miskin Di Jawa Tengah Eka Cintiya Erdiyanti; Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.971 KB) | DOI: 10.31258/randai.3.1.p.60-76

Abstract

Kemiskinan masih merupakan fenomena yang sulit terpecahkan diberbagai daerah. Kemiskinan merupakan suatu kondisi seseorang yang sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari hari dikarenakan beberapa penyebab salah satunya pendapatan yang diperoleh seseorang tersebut masih rendah. Diketahui Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi peringkat dua dalam hal jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indeks pembangunan manusia, produk domestik regional bruto, dan jumlah pengangguran terbuka terhadap penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah selama kurun waktu 2006-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif dengan mengunakan analisis regresi linier berganda dan analisis jalur. Sehingga, diperoleh hasil variabel Indeks Pembangunan Manusia tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020, Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh negatif dan signifikan terhadap panduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020, Jumlah Pengangguran Terbuka tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020. Kata kunci: Penduduk Miskin, Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Pengangguran Terbuka
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Karet Indonesia ke Jepang Alfina Yulia Sani; Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.009 KB) | DOI: 10.31258/randai.3.1.p.77-91

Abstract

Indonesia merupakan Negara eksportir karet terbesar kedua di dunia. Ekspor karet adalah salah satu komoditas unggulan dalam negeri. Jepang merupakan importir karet Indonesia yang cukup potensial dan terbesar di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor karet Indonesia ke Jepang dari selama kurun waktu 2000 hingga 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan uji asumsi klasik. Data yang digunakan bersifat time series berupa data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luas Lahan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, Jumlah Produksi berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, dan Harga International tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT PEMGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Shadrina Rozaan Almira; Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.47 KB) | DOI: 10.31258/randai.3.1.p.35-48

Abstract

ABSTRAK Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian di berbagai negara. Kemiskinan disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu tingkat investasi yang masih dibawah standar, tingkat pengangguran yang tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama kurun waktu 2006 sampai dengan 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunderyang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan Analisis Rergresi Linier Berganda. Sehingga, diperoleh hasil secara simultan pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat pengangguran terbuka secara bersama – sama berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan, sedangkan secara parsial variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, variabel jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan variabel tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata kunci: Tingkat Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Tingkat Pengangguran Terbuka