Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Biopori Sebagai Upaya Mengatasi Banjir dan Ketersediaan Air Tanah di Lingkungan Pesantren Nurul Huda A'isyah Aisyah Salimah; Yelvi Yelvi; Tri Widya Swastika; Husnil Barry; Andikanoza Andikanoza
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.051 KB)

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk yang semakin padat di Kelurahan Pasir Gunung Selatan menyebabkan tanah banyak dijadikan perumahan, pembangunan jalan, dan fasilitas umum yang menjadikan tanah ditutupi oleh aspal dan beton. Pada waktu hujan turun, air tidak dapat menyerap kedalam tanah dan mengakibatkan banjir. Masalah lain yang muncul adalah penurunan muka air tanah akibat kebutuhan air yang semakin meningkat karena pertambahan penduduk. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mencoba berpartisipasi menanggulangi banjir dan ketersediaan air tanah dengan membuat Lubang Resapan Biopori. LRB  diharapkan mampu  meresapkan  air  kedalam  tanah dan menjadi solusi banjir serta menjaga ketersediaan air tanah. Pelaksanaan dilakukan dalam 2 tahap yaitu penyuluhan dan pelaksanaan LRB. Penyuluhan meliputi tentang pentingnya LRB, cara membuat, juga perawatan supaya LRB efektif. Pelaksanaan meliputi pembuatan LRB dan pengisian LRB menggunakan sampah organik. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya 50 titik LRB di lokasi rawan banjir dan diharapkan efektif mengatasi banjir dan ketersediaan air tanah di lokasi PKM.Kata kunci: banjir, air tanah,  biopori, resapan  ABSTRACTIncreasingly dense population growth in the Pasir Gunung Selatan has caused land to became a lot of housing, road construction, and public facilities that make the land covered with asphalt and concrete. When it rains, water cannot absorb into the ground and cause flooding. Another problem is the decrease in groundwater level. The team of “Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)” participate in tackling flooding and groundwater availability by making a Biopori Infiltration Hole. LRB is expected to be able to absorb water into the ground and be a solution to flooding and maintain the availability of ground water. The implementation was in 2 stages; counseling and LRB implementation. Counseling covers the importance of LRB, how to make it, and also maintenance. The implementation includes making LRB and filling LRB using organic waste. The result of this activity are 50 LRB points in flood-prone locations and is expected to be effective in dealing with floods and availability of ground water in PKM locations.Keywords: flood, groundwater, biopori, infiltration
Pelatihan dan pendampingan peningkatan kompetensi dalam penerapan teknik sipil yang tepat guna untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perkebunan kelapa sawit Berumbung Baru, Dayun, Siak, Riau Lilis Tiyani; Rafie Itharani Ulkhaq; Eka Sasmita Mulya; Tri Widya Swastika
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i1.29688

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Dayun, Siak, Riau, memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal infrastruktur. Jalan-jalan perkebunan yang kurang memadai, sistem drainase yang tidak optimal, serta pemanfaatan material lokal yang belum maksimal menjadi kendala utama. Keterbatasan pemahaman masyarakat dan pekerja perkebunan mengenai teknik sipil yang tepat dalam membangun dan memelihara infrastruktur perkebunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi efisiensi dan keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah ini. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, terutama pekerja perkebunan dan pihak terkait, dalam penerapan teknik sipil yang tepat guna untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perkebunan kelapa sawit. Secara khusus, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai desain konstruksi jalan perkebunan yang tahan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan, memberikan keterampilan praktis dalam penggunaan material lokal, seperti limbah kelapa sawit, sebagai bahan konstruksi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, mengajarkan Teknik perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur Perkebunan, termasuk system drainase untuk mengurangi resiko banjir dan meningkatkan kapasitas Masyarakat dalam merancang Solusi infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Teknik Sipil. Adanya Pelatihan terkait Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknik Sipil dalam Infrastruktur Perkebunan Kelapa Sawit di Dayun, Siak, Riau” ini diharapkan masyarakat Dayun dapat lebih mandiri dalam membangun dan merawat infrastruktur perkebunan kelapa sawit, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.