Taufiq Ahmad
STIT Al Khairiyah Cilegon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH MELALUI IMPLEMENTASI STANDAR ISI DAN STANDAR PROSES PENDIDIKAN Taufiq Ahmad
Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STIT Al-Khairiyah Cilegon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.765 KB)

Abstract

Taufiq, NIM: 2112011000007, Program Magister of Islamic Religious Education, The Faculty of Tarbiya and Teaching Sciences “Effort to Improve the Quality of Learning Through Content Standards Implementation and Standards Education Process” (Case Study in MAN Serang City, Banten) The purpose of this study is divided into two general purpose and special purpose. The general objective of this study was to determine the quality improvement of education in MAN 2 Kota Serang along with the factors that influence it. While the purpose of this study was to reveal khsusus implementation of content standards and processes related to improving the quality of education in educational institutions of Islamic Madrasah Aliyah in Serang, Banten. This study will provide a clear picture based on the existing realities on improving the quality of education through the implementation of content standards and the educational. The focus of this research is to answer the question of: (1) How is the Implementation of Content Standards in MAN 2 Kota Serang, (2) How is Implementation Standards process at MAN 2 Kota Serang (3) How is the efforts to improve the quality of learning through the implementation of content standards and processes in Man 2 Serang city.This is a qualitative descriptive study. The design is a case study with a research setting conducted in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Serang. With key informants such as Head of MAN 2, then another informant is chairman of the school committee, the head of the MDC (Madrasah Development Centre) and Head PENMA (madrasah education) Banten Province.Data were collected through interviews, documentation and observation. Based on the results of data analysis researchers obtained the following findings: (1) the implementation of education content standards in MAN 2 has been going well, according to conditions set by the government. (2) the implementation of the education process is going well, conducive, varied and innovative. (3) Efforts by the madrasah in improving the quality of learning by way of boarding school system and learning resource center (PSBB). Keywords: Content Standards, Process Standards, Quality Teaching, Madrasah.
DINAMIKA AGAMA DALAM KONFLIK SOSIAL: STUDI KUALITATIF TENTANG PEMICU, DAMPAK, DAN RESOLUSI KONFLIK DI MASYARAKAT MAJEMUK Taufiq Ahmad; Mustofa Mustofa; Rudi Hartono
Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STIT Al-Khairiyah Cilegon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55307/adzzikr.v9i2.268

Abstract

ABSTRACT Agama memiliki posisi sentral dalam kehidupan sosial masyarakat karena berfungsi sebagai sumber nilai moral yang dapat memperkuat perdamaian sekaligus berpotensi memicu konflik ketika dipahami secara sempit atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, konflik sosial kerap melibatkan agama, baik sebagai faktor pemicu, dampak, maupun sarana penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara agama dan konflik sosial dengan memposisikan agama secara proporsional sebagai sumber, ekses, dan solusi konflik dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan yang membahas konflik sosial dan agama. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk menemukan pola dan hubungan konseptual antara agama dan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik bernuansa agama umumnya tidak bersumber dari ajaran agama itu sendiri, melainkan dipicu oleh faktor ekonomi, politik, perebutan sumber daya, serta ketimpangan sosial yang kemudian dilegitimasi menggunakan simbol keagamaan. Di sisi lain, agama sering menjadi ekses dari konflik non-agamawi ketika identitas keagamaan dimobilisasi dalam eskalasi konflik. Namun demikian, agama juga memiliki peran strategis sebagai solusi konflik melalui internalisasi nilai-nilai toleransi, keadilan, moderasi beragama, dialog lintas iman, dan pendidikan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agama bukanlah entitas tunggal penyebab konflik, melainkan potensi konstruktif bagi perdamaian apabila dipahami dan diimplementasikan secara moderat, inklusif, dan humanis dalam kehidupan sosial.