Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang hasil fermentasi khamir saccarhomyeces cerevisae terhadap konversi ransum, efesiensi penggunaan ransum dan efesiensi penggunaan protein ternak kambing lokal betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak kambing lokal betina sebanyak 12 ekor yang berumur antara 4-6 bulan dengan kisaran berat badan ternak 9-13 kg, dengan rataan10,5kg dan koefisien varians 14,762%. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan tersebut yaitu : P0 = pakan basal + konsentrat tanpa bonggol pisang P1 = Pakan basal + konsentrat 10% tepung bonggol pisang P2 = pakan basal +konsentrat mengandung 20% tepung bonggol pisang, P3 = Pakan basal + konsentrat mengandung 30% tepung bonggol pisang 30%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konversi ransum P0 = 11,61 ± 1,55 P1 = 9,47 ± 2,12 P2 = 8,23 ± 0,36 P3 = 9,16 ± 1,37, efesiensi penggunaan ransum (%) P0 = 8,72 ± 1,24 P1 = 10,90 ± 2,24 P2 = 12,17 ± 0,53 P3 = 11,10 ± 1,82 dan efesiensi penggunaan protein (%) P0 = 44,67 ± 0,301 P1 = 53,85 ± 0,43 P2 = 59,39 ± 0,07P3 = 55,89 ± 0,2. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan : pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang hasil fermentasi memberikan pengaruh yang sama terhadap konversi ransum, efesiensi penggunaan ransum, efesiensi penggunaan protein ternak kambing lokal betina. Kata kunci: kambing ,Saccharomyeces, konsentrat, konversi efesiensi, protein. The study aimed to evaluating the effect of including concentrate cointaining Saccarhomyeces cerevisiae fermented banana corm on feed conversion, feed efficiency, and protein efficiency of local ewe. There were 12 local e wes 4-6 months old with 9-13 kg (average 10.5kg; CV 14.76%) initial body weight used in the study. Trial method using completely randomized design 4 treatments with 3 replicates applied in the study. The 4 treatments applied were: P0; local grass + concentrate feed (70:30) without fermented banana corm; P1: local grass + concentrate feed containing 10% fermented banana corm; P2; local grass + concentrate feed containing 20% fermented banana corm; and P3: local grass + concentrate feed containing 30% fermented banana corm. The results found were : feed conversion P0 = 11.61 ± 1.55 P1 = 9.47 ± 2.12 P2 = 8.23 ± 0.36; P3 = 9.16 ± 1.37 feed efficiency (%) P0 = 8.72 ± 1.24 P1 = 10.90 ± 2.24 P2 = 12.17 ± 0.53 P3 = 11.10 ±1 .82; and protien efficiency (%) P0 = 44.67±0.301; P1= 53.85 ± 0.43 ; P2 = 59.39 ± 0.07 ; P3 = 55.89 ± 0.27. Statical analysis shows that the effect of treatment is not significant (P>0.05) on all variables studied. The conclusion is that including containing Saccharomices cerevisiae fermented banana corm performs the similar results in feed conversion, feed efficiency and protein efficiency of local ewee. Key words: goat, local, Saccharomyeces, concentrate, conversion, efficiency, protein