Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KONVERSI

PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS LIMBAH PABRIK TAHU KELURAHAN MENTAOS DENGAN METODE ABSORBSI MENGGUNAKAN Ba(OH)2 Yasmine Nadhira Indriani; Syarifah Suci Maulina; Aulia Noor Ikhsan; Lailan Ni'mah
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.548 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.6

Abstract

Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas merupakan salah satu cara mengurangi krisis energi yang terjadi pada masa sekarang. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari berbagai macam limbah organik seperti biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan yang mengandung gas metana (CH4) karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Kandungan CO2 dalam biogas menyebabkan turunnya nilai kalori biogas, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian untuk meningkatkan kualitas biogas dengan mengurangi kandungan gas CO2.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Ba(OH)2 dapat dijadikan absorben untuk mengikat CO2, mengetahui pengaruh konsentrasi Ba(OH)2 terhadap proses pemurnian biogas dan mendapatkan produk biogas yang lebih murni. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu Sumber Indah yang berlokasi di kelurahan Mentaos Banjarbaru dengan metode absorbsi menggunakan larutan Ba(OH)2 dengan variasi konsentrasi 0,5 dan 1,5 M. Dari penelitian didapatkan bahwa Ba(OH)2 dapat digunakan sebagai absorben untuk mengurangi kadar CO2 dalam biogas. Hasil dari penyerapan CO2 yang paling baik didapatkan pada larutan Ba(OH)2 1,5 M dengan kadar CO2 sebesar 0,887% dan CH4 sebesar 78,666%
PENGARUH VARIASI MASSA DAN LAMA KONTAK FITOREMEDIASI TUMBUHAN PARUPUK (PHRAGMITES KARKA) TERHADAP DERAJAT KEASAMAN (pH) DAN PENURUNAN KADAR MERKURI PADA PERAIRAN BEKAS PENAMBANGAN INTAN DAN EMAS KABUPATEN BANJAR Lailan Ni'mah; Muhammad Adzhari Anshari; Hari Apriyan Saputra
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.324 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.8

Abstract

Teknologi yang bisa digunakan untuk mengurangi pencemaran merkuri di perairan bekas penambangan intan dan emas di desa Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan adalah dengan teknik fitoremediasi. Teknik fitoremediasi didefinisikan sebagai teknologi pembersihan, penghilangan atau pengurangan zat pencemar dalam tanah maupun air dengan mediator tumbuhan berfotosintesis. Salah satu tumbuhan yang mampu menjadi media fitoremediasi adalah tumbuhan parupuk. Tanaman Parupuk adalah salah satu tumbuhan yang mempunyai kemampuan hiperakumulator, sehingga cocok untuk digunakan dalam proses fitoremediasi. Pada penelitian ini dilakukan fitoremediasi statis dengan variasi massa tanaman 0,5 kg, 1 kg dan 1,5 kg dengan lama perendaman 8 jam, 80 jam, 152 jam dan 224 jam. Dilakukan uji sampel dengan cara pengukuran pH dengan pH-meter dan dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) dengan panjang gelombang 253,6 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan pH yang cukup signifikan pada variasi massa 1 kg dengan lama perendaman 80 jam, dengan nilai pH 7,8. Sedangkan, penurunan kadar merkuri didapatkan hasil terbaik pada variasi massa 1,5 kg dengan lama perendaman 152 jam sebesar 0,001679 mg/l.
PEMBUATAN SABUN KALSIUM KOMPLEKS SEBAGAI THICKENER PELUMAS PADAT (GREASE) DARI MINYAK JELANTAH Lailan Ni`mah; Nadya Maharani
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.6

Abstract

Minyak jelantah mempunyai potensi yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan gemuk (grease). Hal ini disebabkan oleh komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak jelantah tidak jauh berbeda dengan komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak sawit murni. Selain itu, nilai koefisien gerak minyak jelantah juga tidak terlalu jauh berbeda dengan minyak sawit murni, sehingga minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku grease. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi grease minyak jelantah dan sabun kalsium kompleks sebagai thickener yang memiliki karakteristik mendekati pelumas padat SNI dan mengetahui kualitas dari pelumas padat yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada pembuatan pelumas padat (grease) ini terdiri dari dua tahap.  Tahapan pertama adalah proses pembuatan sabun kalsium kompleks dengan variasi yang telah ditentukan dan menganalisa sabun kalsium kompleks tersebut. Tahapan kedua merupakan pembuatan grease dari sabun kalsium kompleks dan minyak jelantah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh sabun kalsium kompleks optimum pada sabun Ca-asetat dan Ca-minyak kacang 2:1. Diperoleh kadar basa bebas 0 dan bahan tidak tersabunkan 0,822. Penambahan asam asetat terhadap gemuk kalsium kompleks menghasilkan warna gemuk yang bertambah gelap, tektur yang semakin berserat.