Indra Permana
Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODIFIKASI MESIN BUBUT MANUAL DENGAN PENAMBAHAN SISTEM PENDINGIN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KETAHANAN PAHAT Sahid Bayu Setiajit; Muhammad Iksan; Riza Arif Pratama; Indra Permana; Widhianita Harwijayanti
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.163

Abstract

Modifikasi alat untuk industri mesin hal yang umum dilakukan untuk memaksimalkan hasil benda kerja dan juga membuat keawetan pada mesin. SMK karya Teknika mengalami kendala yaitu tentang keawetan pahat milling, Solusi yang diambil adaah memberi pendingin pada mata pahat. Fungsi dari pendinginan di pahat Adalah sebagai keawetan pahat dan hasil dari pembubutan bagus. Modifikasi penambahan alat pendingin untuk mesin miling dengan penambahan saklar tambahan untuk mempermudah menghidupkan pendingin. Alat pendingin dibbuat dengan pompa yang bisa mengangat air dari bak penampungan ke selang dan dilanjutkan penyemprot.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SISWA SMK KARYA TEKNIKA MELALUI PEMAHAMAN TERHADAP PENTINGNYA FAKTOR MANUSIA Muhammad Ikhsan; Riza Arif Pratama; Sahid Bayu Setiajit; Ramadhana Luhur Prabangkara; Indra Permana
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.259

Abstract

SMK Karya Teknika Colomadu menyelenggarakan Pendidikan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan yang berfokus pada proses manufaktur atau pembuatan komponen logam, pengoperasian mesin perkakas, dan teknik produksi. Siswa SMK Karya Teknika dibekali dengan materi inti berupa praktik di bengkel yang mencakup Teknik Pemesinan Bubut, Frais, Gerinda, CNC, Gambar Teknik Manufaktur, dan Kerja Bangku. Selain menguasai materi inti tersebut, para siswa juga diharapkan menguasai pentingnya aspek keselamatan baik Ketika praktik di bengkel maupun Ketika mereka memasuki dunia industri nantinya. Untuk meningkatkan kompetensi siswa terkait aspek keselamatan, maka dilakukan pemberian materi serta pelatihan terkait pentingnya Faktor Manusia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini. Topik ini dipilih karena umumnya aspek keselamatan disampaikan dalam materi dan pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan masih jarang disampaikan melalui tinjauan Faktor Manusia. Oleh karena itu, kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk mengembangkan kompetensi siswa melalui pemahaman yang lebih mendalam terkait aspek keselamatan. Pemberian materi serta pelatihan Faktor Manusia yang dilakukan pada kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi siswa terkait pentingnya Faktor Manusia dalam kegiatan manufaktur atau pemesinan