Suhudi Suhudi
Universitas Darul 'Ulum Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini Dengan Media Pembelajaran Audio Visual “Kartun Islami Omar & Hana” Melalui Daring Dalam Meningkatkan Tumbuh Kembang Aspek Sosial Emosional Anak TK Iqnafia Wifaqi; Meilina Andini; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.076 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rancangan penelitian Classroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas. Data yang menjadi rujukan peneliti adalah data nilai keterampilan sosial dalam aspek sosial emosional siswa. Penelitian ini mengambil 20 (dua puluh) responden yang merupakan siswa kelompok B TK Al-Hikmah Jombatan Kesamben Jombang. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui pentingnya membentuk karakter individu sejak dini bagi dunia pendidikan dan era globalisasi milenial ini. Karakter-karakter tersebut tercipta sesuai dengan aspek perkembangan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, peran pelaksanaan bimbingan konseling sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Penerapan dengan metode yang menarik sehinnga menunjang keberhasilan peningkatan dalam keterampilan sosial salah satunya melaui media pembelajaran audio visual kartun animasi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konseling dengan media kartun animasi Omar & Hana dapat meningkatkan keterampilan sosial pada aspek sosial emosional TK Al-Hikmah Jombatan Kesamben Jombang. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah penerapan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran.
Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Siti Khoiriyah; Siti Arifah; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.41 KB)

Abstract

Dunia anak relevan dengan bermain, maka bermain memiliki peran yang sangat penting dalam proses perkembangan kecerdasan emosional anak. Dalam hal ini bermain peran adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak usia dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Di kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Metode yang digunakan berbentuk kuantitatif. Metode ini disebut kuantitatif karena data peneliti berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic.Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest and posttest design, suatu kelompok test yang diberikan suatu perlakuan yang sama sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu.Sample dalam penelitian ini sebanyak 15 peserta didik yang berusia 3-4 tahun. Teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket angket di sebarkan dua kali yakni sebelum pemberian tindakan dan sesudah pemberian tindakan.Data yang sudah terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan uji T tes.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pretest maka Pelaksanaan Keefektifan bimbingan kelompok Belum Baik dalam perkembangan kecerdasan emosional Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Dapat dibuktikan dari hasil analisis data terhadap tanggapan responden termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan hasil penelitian dan pembahasan postest Test menunjukkan pelaksanaan bimbingan kelompok perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini dengan menggunakan metode bermain peran belum baik tidak mengalami peningkatan.Dari hasil pengujian t-test, dimana t-test -10,902 sedangkan nilai t- table dengan taraf signifikan 5% = 15 adalah 1,753 kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai t-test yang diperoleh dalam penelitian ini lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740) berarti tidak signifikan.Dapat di gambarkan tidak ada perbedaan skor rata-rata kecerdasan emosional anak usia dini kelompok bermain usia 3-4 tahun. Dimana setelah diberi treatment bermain peran tidak terjadi peningkatan kecerdasan emosional yang lebih baik dan sama seperti sebelum diberikannya treatment bermain peran.Dengan demikian berdasarkan uraian diatas,dapat di gambarkan bahwa pemberian treatment bermain peran tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini umur 3-4 tahun melihat nilai t-test lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740).
Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Mandiri Dengan Prestasi Belajar Siswa Di MTsN Siti Rodhotul Muzayanah; Ely Roy Madoni; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.319 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v2i2.596

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian korelasi. Langkah pertama yang perlu dimiliki untuk meraih keberhasilan adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi, bahwa keyakinan belajar merupakan kewajiban bagi setiap individu untuk meningkatkan tingkat pemikiranya yang lebih baik. Cara belajar yang efisien, teratur, terencana akan mempertinggi hasil belajar, artinya cara belajar yang tepat, praktis, ekonomis, terarah sesuai dengan tuntutan untuk mencapai tujuan belajar. Demikian halnya dengan kebiasaan belajar siswa, sering terdengar ucapan bahwa siswa yang berprestasi baik dapat diketahui atas dasar kebiasaannya dirumah dalam melaksanakan kebiasaan belajar yang baik dan pandai dalam memanfaatkan waktunya.Maka jelaslah bahwa salah satu factor yang dianggap sangat menentukan hasil belajar (prestasi) adalah kebiasaan individu belajar secara mandiri dirumah dengan efektif dan efisien. Analisa data menggunakan analisa statistik produk moment yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya atau tidak. Berdasarkan analisis statistik atau analisis data, hasil perhitungan nilai r Pearson Produc Moment jika nilai dibawah 0,05 maka korelasi itu signifikan. Untuk membuktikan hipotesis dapat digunakan dengan cara membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Diketahui nilai rhitung sebesar 0,794 sedangkan nilai rtabel (5%) (dk=n-2 = 36-2=34) sehingga rtabel = 0,339 (Riduwan. 2015: 360). Karena rhitung lebih besar dari rtabel atau 0,794 > 0,339, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan belajar mandiri dengan prestasi belajar siswa. Sehingga yang digunakan adalah hipotesis kerja Ha “Ada korelasi antara kebiasaan belajar siswa dengan prestasi belajar siswa di MTs Negeri 4 kelas VIII Nganjuk tahun pelajaran 2019/2020”.