Siti Arifah
Universitas Darul 'Ulum Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Siti Khoiriyah; Siti Arifah; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.41 KB)

Abstract

Dunia anak relevan dengan bermain, maka bermain memiliki peran yang sangat penting dalam proses perkembangan kecerdasan emosional anak. Dalam hal ini bermain peran adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak usia dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Di kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Metode yang digunakan berbentuk kuantitatif. Metode ini disebut kuantitatif karena data peneliti berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic.Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest and posttest design, suatu kelompok test yang diberikan suatu perlakuan yang sama sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu.Sample dalam penelitian ini sebanyak 15 peserta didik yang berusia 3-4 tahun. Teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket angket di sebarkan dua kali yakni sebelum pemberian tindakan dan sesudah pemberian tindakan.Data yang sudah terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan uji T tes.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pretest maka Pelaksanaan Keefektifan bimbingan kelompok Belum Baik dalam perkembangan kecerdasan emosional Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Dapat dibuktikan dari hasil analisis data terhadap tanggapan responden termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan hasil penelitian dan pembahasan postest Test menunjukkan pelaksanaan bimbingan kelompok perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini dengan menggunakan metode bermain peran belum baik tidak mengalami peningkatan.Dari hasil pengujian t-test, dimana t-test -10,902 sedangkan nilai t- table dengan taraf signifikan 5% = 15 adalah 1,753 kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai t-test yang diperoleh dalam penelitian ini lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740) berarti tidak signifikan.Dapat di gambarkan tidak ada perbedaan skor rata-rata kecerdasan emosional anak usia dini kelompok bermain usia 3-4 tahun. Dimana setelah diberi treatment bermain peran tidak terjadi peningkatan kecerdasan emosional yang lebih baik dan sama seperti sebelum diberikannya treatment bermain peran.Dengan demikian berdasarkan uraian diatas,dapat di gambarkan bahwa pemberian treatment bermain peran tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini umur 3-4 tahun melihat nilai t-test lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740).
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Mendongeng Dengan Media Boneka Tangan Pada Kelompok Bermain Habibur Rohman Siti Masruroh; Bakhrudin All Habsy; Siti Arifah; Tadjoer Ridjal
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.906 KB)

Abstract

Penelitian ini berdasarkan kenyataan dilapangan bahwa kemandirian anak usia dini belum sesuai harapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian anak melalui kegiatan mendongeng.Kegiatan mendongeng dalam penelitian ini menggunakan media boneka tangan.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik KB Habibur Rahman sebanyak 16 anak.Prosedur penelitan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi setiap siklusnya.Penelitian ini dilakukan dalam 1 siklus yang terdiri dari 4 pertemuan, dikarenakan hasil siklus I telah sesuai dengan indikator yang telah ditentukan.Indikator kemandirian anak meliputi kemandirian emosi, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai anak.Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui kegiatan mendongeng menggunakan media boneka tangan mampu meningkatkan kemandirian anak di KB Habibur Rohman, yang ditunjukkan dengan persentase peningkatan sebesar 39,24%. Saran dari penelitian ini, guru BK diharapkan dapat merancang program bimbingan dan konseling bidang belajar agar lebih variatif dalam menggunakan metode agar anak lebih bersemangat lagi dalam belajar dan tidak monoton.Untuk lembaga PAUD, diharapkan Bimbingan dan Konseling di Lembaga PAUD dapat lebih intensif dalam membimbing anak agar lebih mandiri lagi ketika proses belajar. Sedangkan untuk lembaga swasta, diharapkan penelitian ini dapat digunakan acuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini.
Effectiveness of Group Counseling Services Based on Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in Overcoming Social Anxiety Among Boarding Students Siti Nasiyah; Wisnu Kurniawan; Siti Arifah
Journal of Cultural Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2025): JCGC - Volume 1, Number 2, 2025
Publisher : PSDKU Guidance and Counseling, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcgc.v1i2.46092

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in reducing social anxiety among university students. The research employed a quantitative method with a one-group pretest–posttest design. The participants were students experiencing moderate to high levels of social anxiety. Data were collected using a social anxiety scale that had been validated and tested for reliability, yielding a reliability coefficient of 0.884. The normality test showed a significance value of 0.200, indicating that the data were normally distributed. Hypothesis testing using a paired sample t-test in SPSS 23 for Windows resulted in a significance value (2-tailed) of 0.00 < 0.05, signifying a significant reduction in social anxiety after the intervention. The findings highlight that REBT not only effectively reduces negative irrational beliefs but also strengthens students’ confidence in social interactions within academic environments, especially those adapting to structured educational settings such as boarding systems. This demonstrates a contextual novelty compared to previous studies conducted on general student populations. Therefore, implementing REBT-based group counseling is highly recommended as a counseling intervention in higher education. Future research may expand by comparing boarding and non-boarding student populations, employing a control group, or incorporating follow-up assessments to evaluate the long-term effectiveness of REBT interventions