Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hakikat Sains Siswa Melalui Praktikum Uji Potensi Bakteri Penghasil Hormon Iaa Berbantu Lks Berbasis Diagram Vee Emay Rahmayani; Anna Fitri Hindriana; Asep Ginanjar Arip
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.743 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i2.2996

Abstract

Penemuan Bakteri penghasil hormon IAA (Indole-3-Acetic Acid) merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga pengintegrasian aspek–aspek hakikat sains dalam pembelajaran perlu dilakukan supaya sistem pembelajaran tidak kaku dan hanya mengacu pada informasi dari buku teks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat sains siswa melalui praktikum uji potensi bakteri penghasil Hormon IAA berbantu LKS berbasis diagram vee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah the posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di MA Darul ‘Ulum kelas XII tahun ajaran 2019/2020, dengan sampel sebanyak satu kelas yang diambil dengan tehnik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat tiga aspek hakikat sains yang difahami siswa secara baik yaitu pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains (64,17%), pengetahhuan ilmiah terikat dengan aspek sosial budaya (61.15%) dan perbedaan antara teori ilmiah dan hukum ilmiah (56,77%). Sementara untuk empat aspek hakikat sains yang lain dapat difahami siswa dengan kategori cukup seperti aspek pengetahuan ilmiah bersifat tentatif (46,15%), pengetahuan ilmiah bersifat empiris (47,73%), teori-laden / subjektivitas dan objektivitas (44,64%) dan metode ilmiah beragam (42,36%). (2) Adapun perolehan persentase nilai rata-rata tertinggi berada pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains sebesar (64,17%) dan perolehan persentase terendah yaitu pada aspek metode ilmiah beragam sebesar (42,36%)
Analisis Hakikat Sains Siswa Melalui Praktikum Uji Potensi Bakteri Penghasil Hormon Iaa Berbantu Lks Berbasis Diagram Vee Emay Rahmayani; Anna Fitri Hindriana; Asep Ginanjar Arip
Edubiologica: Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i2.2996

Abstract

Penemuan Bakteri penghasil hormon IAA (Indole-3-Acetic Acid) merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga pengintegrasian aspek–aspek hakikat sains dalam pembelajaran perlu dilakukan supaya sistem pembelajaran tidak kaku dan hanya mengacu pada informasi dari buku teks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat sains siswa melalui praktikum uji potensi bakteri penghasil Hormon IAA berbantu LKS berbasis diagram vee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah the posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di MA Darul ‘Ulum kelas XII tahun ajaran 2019/2020, dengan sampel sebanyak satu kelas yang diambil dengan tehnik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat tiga aspek hakikat sains yang difahami siswa secara baik yaitu pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains (64,17%), pengetahhuan ilmiah terikat dengan aspek sosial budaya (61.15%) dan perbedaan antara teori ilmiah dan hukum ilmiah (56,77%). Sementara untuk empat aspek hakikat sains yang lain dapat difahami siswa dengan kategori cukup seperti aspek pengetahuan ilmiah bersifat tentatif (46,15%), pengetahuan ilmiah bersifat empiris (47,73%), teori-laden / subjektivitas dan objektivitas (44,64%) dan metode ilmiah beragam (42,36%). (2) Adapun perolehan persentase nilai rata-rata tertinggi berada pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains sebesar (64,17%) dan perolehan persentase terendah yaitu pada aspek metode ilmiah beragam sebesar (42,36%)