Dyah Siti Septiningsih
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTIMACY DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Noviana Puspa Dwi; Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 13, No 1 (2015): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v13i1.1556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intimacy dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Hasil uji validitas skala intimacy yang bergerak dari 0,302 sampai 0,685 dan koefisien validitas skala perilaku seksual pranikah bergerak dari 0,302 sampai 0,733. Sedangkan hasil uji reliabilitas skala intimacy diperileh nilai 0,904 dan hasil reliabilitas skala perilaku seksual pranikah diperoleh nilai 0,875. Dari data hasil penelitian terhadap 60 aitem skala Intimacy yang diuji validitasnya, terdapat 45 aitem yang valid dan 15 aitem yang gugur. Dan dari hasil penelitian 60 aitem skala perilaku seksual pranikah yang di uji validitasnya, terdapat 46 aitem yang valid dan 14 aitem yang gugur. Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukan bahwa intimacy pada remaja berkategori sangat tinggi sebesar 2,2% yaitu 1 remaja, kategori tinggi sebesar 30,4% yaitu 14 remaja, kategori sedang sebesar 41,3% yaitu 19 remaja, kategori rendah sebesar 19,6% yaitu 9 siswa dan kategori sangat rendah sebesar 6,5% yaitu 3 remaja. Sedangkan pada analisis deskriptif perilaku seksual pranikah kategori sangat tinggi sebesar 2,2% yaitu 1 remaja, kategori tinggi sebesar 30,4% yaitu 14 remaja, kategori sedang sebesar 32,6% yaitu 15 remaja, kategori rendah sebesar 34,8% yaitu 16 remaja, dan tidak ada remaja yang berkategori sangat rendah. Berdasarkan uji hipotesis yang diperoleh rxy = 0,600 dan p = 0,000 (p > 0,05) dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (rtabel= 0,297). Karena rhitung > rtabel (0,600 > 0,297 ), hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara intimacy dengan perilaku seksual pranikah pada Remaja Kata kunci : Intimacy, perilaku seksual pranikah, remaja
Kesepian Pada Middle Age yang Melajang (Studi Fenomenologis Tentang Tipe Kesepian) Dyah Putri Wardani; Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.192 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipe kesepian pada middle age yang masih melajang di Purwokerto.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan 1 berjenis kelamin pria menunjukkan 7 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (sedang melakukan tahap pendekatan dengan lawan jenis), mengalami interpersonal loneliness (merindukan wanita yang pernah dekat, setelah putus dengan wanita tersebut banyak menjalin hubungan dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memiliki wanita yang cocok untuk dinikahi, memiliki pemikiran bahwa menjalin hubungan dengan wanita yang berjarak jauh tidak akan berjalan lancar), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain), kesepian psikologikal (pengalaman masa lalu berpengaruh untuk kehidupan saat ini sehingga merasa kecewa, menyesal, merasa bersalah dan merasa kena kualat), kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri), dan kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat). Informan 2 berjenis kelamin pria menunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (ingin memiliki hubungan yang serius dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memilki wanita yang cocok untuk dinikahi, merasa tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita karena merasa belum mapan dari segi ekonomi), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain, lebih memilih Allah SWT sebagai tempat curahan hatinya) dan kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri). Informan 3 berjenis kelamin wanitamenunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga dan belum terpenuhi), kesepian kognitif (hanya mencurahkan hati dengan kakak), kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat, keadaan lingkungan tempat tinggal sepi), dan culture shock (merasa kesulitan menyesuaikan diri saat berada dilingkungan baru).  Kata Kunci : Tipe Kesepian, Middle Age, Lajang.
Pengambilan Keputusan pada Laki-Laki yang Menikah dengan Wanita Tuna Wicara Visi Laksani; Dyah Siti Septiningsih
PSIMPHONI Vol.1 No.1 Agustus 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.351 KB) | DOI: 10.30595/psimphoni.v1i1.8082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tahapan pengambilan keputusan pada laki-laki yang menikah dengan wanita tuna wicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi berstruktur kepada 3 partisipan laki-laki normal yang sudah menikah dengan wanita tuna wicara sedari lahir dengan umur pernikahan 3 bulan sampai 5 tahun dan 3 informan, yaitu orang tua dan saudara. Kredibilitas data yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan membercek. Penelitian ini menggunakan analisis data Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap partisipan melewati bentuk dari tahapan pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis. Pada H dan S menikah dengan wanita tuna wicara karena atas keinginan sendiri, sedangkan pada A menikah dengan wanaita tuna wicara karena dijodohkan.