This Author published in this journals
All Journal Psycho Idea
Dyah Siti Septiningsih
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI TERHADAP KEMATANGAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU DI SLB B NEGERI PURBALINGGA TAHUN AJARAN 2011/2012 Puput Unik Setyani; Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 11, No 2 (2013): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.305 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v11i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial pada remaja tunarungu di SLB B Negeri Purbalingga. Subjek penelitian adalah peserta didik di SLB B Negeri Purbalingga yang berjumlah 35. Instrumen pengumpulan data menggunakan 2 skala yaitu skala kemampuan mengelola emosi dan skala kematangan sosial. Hasil uji validitas menunjukkan koefisien validitas skala kemampuan mengelola emosi bergerak dari 0, 361sampai 0, 648, sedangkan skala kematangan sosial bergerak dari 0, 353 sampai 0, 517. Hasil uji reliabilitas skala kemampuan mengelola emosi diperoleh  = 0, 938 dan skala kematangan sosial sebesar  = 0, 906. Analisis data menggunakan analisis regresi didapat nilai F = 41, 430 pada taraf signifikasi 5% yang berarti ada pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial, dan menunjukkan rxy= 0, 746 dan P= 0, 00 (0, 00
GOWOKAN, PERSIAPAN PERNIKAHAN LAKI-LAKI BANYUMAS (Perspektif Etic dan Emic pada Kesejajaran dengan Praktek Prostitusi) Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.953 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i2.230

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan sebuah tradisi gowokan, yaitu interaksi terutama dalam hal hubungan seksual antara seorang “pelatih” yang disebut gowok dengan remaja laki-laki yang akan menikah. Untuk mendiskusikan gowokan ini, penulis menggunakan perspeksif etic yaitu sebuah kajian yang berbasis subjektivitas penulis, dan perspeksif emic yaitu sebuah kajian yang berbasis subjektivitas pelaku tradisi. Kajian etic dibahas berdasarkan teori-teori tentang prostitusi dan pertentangan antara penganjur dan penentang seks bebas. Kajian emic dibahas berdasarkan novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Thohari. Hasil diskusi penulis: pada perspektif etic, gowokan dapat disejajarkan dengan praktek prostitusi sebab telah memenuhi unsur-unsurnya, yaitu ada transaksi harga berupa kesepakatan antara orangtua calon pengantin dengan gowok, ada penjual jasa yaitu gowok, ada pengguna jasa yaitu laki-laki yang akan memasuki pernikahan, ada hubungan seks berupa “pelatihan” sampai mahir, dan adanya spirit yang mendukung pada penentang seks bebas. Pada perspektif emic, gowokan ditempatkan pada posisi karena bersifat solutif bagi calon pengantin laki-laki yang harus memerankan tugas suami dengan sempurna. Hal itu berkaitan dengan budaya masyarakat yang permisif serta adanya spirit yang mendukung pada penganjur seks bebas. Kata Kunci : Gowokan, Perspeksif emic, Kajian etic