Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Guru dalam Menyusun Karya Tulis Ilmiah Khususnya PTK Melalui Kegiatan Webinar Nasional. Has’ad Rahman Attamimi; Ernawati; Hari Setiadi
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.487

Abstract

Kompetensi membuat karya tulis ilmiah bagi para guru merupakan kompetensi pedagogis yang sangat penting yang harus dikuasai seabagai salah satu kompetensi professional guru. Namun, pada kenyataanya kompetensi ini masih kurang dipahami dan dikuasai oleh para pendidik khususnya para guru. Oleh sebab itu LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa dan Program Studi Penelitian dan Evaluasi Sekolah Pascasarjanan UHAMKA Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Masayarakat, yang berjudul “Webinar Nasional: Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan PTK Untuk Guru.” Kegiatan Pengabdian ini bertuajuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah dan PTK. Sasaran kegiatan ini adalah pada guru diseluruh Indonesia secara umum dan guru di Kab. Sumbawa secara khusus. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini dirancang dalam 2 sesi penyampaian materi dan diskusi. Setelah seluruh sesi pemberian materi dan diskusi dilakukan postes dan observasi. Hasil posttest dan observasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru tentang Penulisan Karya Tulis Ilmiah khususnya PTK, di akhir sesi juga para peserta (guru) mampu menyusun proposal PTK. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian berupa Webinar tentang Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan PTK ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru menyusun karya tulis ilmiah khususnya PTK.
Penyuluhan: Gizi Seimbang Saat Puasa Pada Kelompok Pkk Se-Kabupaten Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Ririn Akmal Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i2.278

Abstract

Puasa merupakan kegiatan menahan haus dan lapar yang dilakukan dengan sadar oleh seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu dan tujuan tertentu. Dalam hal ini, pusa yang dimaksud adalah kegiatan menahan haus dan lapar selama satu bulan penuh yang dilaksanakan oleh ummat muslim sebagai wujud ibadah pada bulan suci Ramadhan. Dalam melaksanakan puasa tentu membutuhkan stamina yang baik. Untuk mendapatkan stamina yang baik, selain dari istirahat yang cukup juga dibutuhkan gizi yang cukup. Sehingga pengaturan pola makan perlu dilakukan. Pola makan yang tidak sehat selama puasa seperti sering mengkonsumsi makanan siap saji, melewatkan makan sahur dan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan justru berdampak kurang baik bagi tubuh yang secara langsung juga berdampak pada kondisi kesehatan. Oleh karena itu, untuk dapat memastikan masyarakat yang menjalankan puasa tetap dalam kondisi sehat dengan terpenuhinya gizi yang seimbang, maka dilakukan kegiatan penyuluhan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang trutama saat berpuasa. Kegiatan ini juga dilaksankan dalam mekanisme Pengabdian Masyarakat dengan metode pemberian penyuluhan sehari dengan memanfaatkan media Google meet (online) kepada kelompok PKK se-Kabupaten sumbawa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan antar sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Perubahan tersebut diantaranya dapat dilihat melalui perbedaan hasil Pretest dan Post test serta hasil wawancara dengan peserta penyuluhan. secara umum dapat disimpulkan, hasil kegiatan penyuluhan tentang Keseimbangan Gizi saat berpuasa kepada kelompok PKK se- Kabupaten Sumbawa berjalan baik serta mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berpuasa.
GERMAS: Kampanye Serentak di Seluruh Sekolah Tingkat SMP di Kab. Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Putri Adekayanti; N.K.A. Aristyawati; Abdul Azis
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1104

Abstract

Kondisi kesehatan masyarakat saat ini mengharuskan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kinerja dalam memastikan masyarakat tetap sehat. GERMAS sejak 2017 hingga saat ini masih menjadi solusi utama dalam peningkatan kualitas hidup sehat masyarakat, olehkarenanya, pelaksanaan sosialsisasi GERMAS harus terus dilakukan, terutama pada lingkungan sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar sehingga diharapkan upaya meningkatkan derajat kesehatan akan lebih mudah dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut Dosen STIKES Griya Husada Sumbawa di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan Pengabdian Masyarakat berupa sosialisasi GERMAS di seluruh SMP se-Kabupaten Sumbawa secara online. Sasaran kegiatan tersebut adalah petugas UKS dan telah diikuti oleh 68 Sekolah yang masing-masing sekolah diwakili oleh 4 peserta termasuk Pembina UKS. Pada sesi sosialisasi, penyampaian materi dilakukan oleh N.K.A. Aristyawati, S.KM., M.PH. selaku administrator Kesehatan Ahli Muda pada bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan kolaborator antara STIKES Griya Husada Sumbawa dengan Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini diharapkan mampu memperbaiki perilaku masyarakat khsusnya siswa. Selain itu juga diharapkan dengan terus diselenggarakannya kegiatan serupa perilaku hidup bersih dan sehat membudaya di masyarakat.
PENYULUHAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SISWI SMP NEGERI 4 SUMBAWA TAHUN 2022 Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1105

Abstract

Personal Hygiene Education merupakan suatu kegiatan pemberian pendidikan kesehatan tentang upaya memelihara kesehatan diri terutama saat menstruasi. Edukasi berisi tentang personal hygiene organ reproduksi, memberikan pengetahuan tentang cara membersihkan organ reproduksi yang benar ketika menstruasi sehingga dapat berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Personal hygiene saat menstruasi yang buruk dapat disebabkan karena pengetahuan yang kurang tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi saat menstruasi. Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi (Sulistyo, 2012). Bila saat menstruasi tidak menjaga hygienitas yang baik akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi. Hal ini disebabkan oleh peristiwa menstruasi yang mengeluarkan darah kotor Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi karena darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan daerah genetalia menjadi lembab Jika pada saat itu tidak menjaga kebersihan genetalia dengan benar, maka dalam keadaan lembab, jamur dan bakteri yang berada di daerah genetalia akan tumbuh subur sehingga menyebabkan rasa gatal dan infeksi pada daerah tersebut. Sasaran kegiatan ini yaitu seluruh siswi SMP di SMP4 Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah dan diskusi dan yang didasari oleh evaluasi awal sebagai landasan untuk menentukan Bagaimana Perilaku Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di siswi SMP SMP Negeri 4 Sumbawa Tahun 2022.
Evaluation of the Implementation of the Stunting Prevention and Handling Program in Labuhan Bajo Village, Sumbawa Regency Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Evi Gustia Kesuma; Yulida Anggraini
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5647

Abstract

Stunting is a chronic condition characterized by impaired physical growth resulting from prolonged malnutrition. It is clinically defined as a height-for-age measurement more than two standard deviations below the median of the WHO Child Growth Standards. The primary contributor to stunting is poor nutritional status during critical growth periods. Thus, monitoring the nutritional status of infants and toddlers is essential, as malnutrition during these stages can lead to permanent damage to both physical and cognitive development. This study used a qualitative research design to evaluate the implementation of the stunting prevention and control program in Labuhan Bajo Village, located in Utan District, Sumbawa Regency. The research subjects were Labuhan Bajo Village, and the research object was the local stunting prevention and control program. Data collection methods included observation, document review, and in-depth interviews. Data analysis followed an interactive model to interpret the qualitative findings. The findings showed that all the evaluation indicators assessed were implemented well. These indicators included: (1) Input indicators, (2) Process indicators, and (3) Output indicators. However, the output indicators revealed certain deficiencies. Despite the program’s efforts, the prevalence and risk of stunting in children in Labuhan Bajo Village remained relatively high. Contributing factors included the large number of young couples, an increase in adolescents of childbearing age, unhealthy environmental conditions, and a low level of public awareness about the importance of balanced nutrition. This suggests that while the program had positive impacts on several fronts, improvements are still needed to address the root causes of stunting. Enhancing public awareness and addressing the broader social determinants of health will be crucial in reducing stunting rates and improving the overall effectiveness of the program in the future.