Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN TARIAN KATAGA DI SANGGAAR PEKAA DAPAT MENINGKATKAN KEBUGARAN AEROBIK DAN KEKUATAN OTOT PADA REMAJA SUMBA DI BALI Andereas Pega Sabaora
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 8: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.454 KB)

Abstract

Kebugaran fisik adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari dengan giat, tanpa mengalami kelelahan yang berarti serta dengan cadangan energi. Unsur-unsur ini berkaitan dengan proses latihan yang dilakukan oleh olahragawan atau penari sehingga bisa mempersiapkan kondisi fisik agar selalu prima. Pelatihan tari Kataga merupakan latihan dengan beban berat tubuh dengan cara menjaga keseimbangan serta meningkatkan daya tahan tubuh yang kuat. Bentuk latihan lain adalah pelatihan aerobik, merupakan aktivitas olahraga secara sistematis dengan peningkatan beban secara bertahap dan terus menerus yang menggunakan energi hasil pembakaran dengan menggunakan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik remaja Sumba di Sanggar Pekaa Bali. Jenis penelitian menggunakan with control group desain. Subjek penelitian remaja Sumba di Sanggar Pekaa Bali berjumlah 20 orang dan dibagi dalam dua Kelompok perlakuan yang berbeda. Kelompok I diberikan pelatihan tari Kataga dan Kelompok II diberikan latihan aerobik dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Berdasarkan uji statistik parametrik paired-sample t test dengan p-value 0,00 < 0,05. Squat - kekuatan tungkai bawah, Sit Up - kekuatan otot core, Pull Up - kekuatan otot lengan, Lari 1,4 m - kebugaran aerobik. Berdasarkan uji statistik diperoleh peningkatan kemampuan aerobik dan kekuatan otot yang bermakna sebelum dan setelah perlakuan pada kedua kelompok. Jumlah repetisi Squat, Sit Up, Pull Up sebelum latihan pada kelompok 1 sebesar 19,6, 15,9, 15,5, dan setelah latihan sebesar 25,9, 23,2, 19,4 Pada kelompok 2 diperoleh hasil 14,9, 16,7, 17.8, dan setelah latihan sebesar 20,3, 23,6, 21,7. Untuk kebugaran aerobik diperoleh hasil waktu tempuh lari 1,4 km pada kelompok 1 sebelum perlakuan sebesar 7,83 menit, dan setelah perlakuan sebesar 19,34 menit Pada Kelompok 2 diperoleh hasil 9,73 dan 23,26. Uji statistik antar kelompok menunjukkan bahwa hasil latihan pada kelompok 1 memiliki data bermakna dari kelompok 2. Simpulan Kelompok I dan Kelompok II sama-sama memberi efek peningkatan yang bermakna (p<0,05) dan kelompok I (Kataga) lebih meningkatkan kebugaran fisik dari pada Kelompok II (Latihan Aerobik). Saran untuk penelitian ini diharapkan para penari dapat menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat