Nur Pudyastuti Pratiwi
Departemen Administrasi Rumah Sakit, Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTROVERSI TERAPI DSA PADA GANGGUAN VASKULER OTAK Arief Kurniawan; Nur Pudyastuti Pratiwi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.16 KB) | DOI: 10.53625/jirk.v1i11.1973

Abstract

Pendahuluan: Satuan tugas Kementrian Kesehatan melakukan kajian tentang penggunaan Intraarterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi dari segi ilmiah, etika, dan hukum. Hasil kajian menunjukkan belum ada bukti ilmiah yang sahih tentang keamanan dan kemanfaatan IAHF untuk tujuan terapi. Tujuan penulisan ini adalah melakukan analisa metodologis terhadap penelitian ilmiah kajian IAHF yang dilakukan Satgas. Analisis Kajian: Terdapat kesalahan sistemik (bias) pada kajian IAHF yang memengaruhi keseluruhan aspek penelitian. Rumusan masalah dipersempit dari pengungkapan IAHF secara luas menjadi terbatas pada manfaat IAHF pada stroke iskemik kronik. Akibat terbatasnya rumusan masalah, maka menutupi manfaat lebih luas IAHF yang dapat digunakan untuk malformasi arteri vena, migrain, autisme, kemoterapi, nyeri kepala, tromboprofilaksis, stroke iskemik akut maupun kronik dan sebagainya. Bias pada rumusan masalah berimbas kepada bias metodologi penelitian selanjutnya menyebabkan kelemahan hasil dan saran penelitian. Saran kajian menghentikan pelayanan IAHF sebagai intervensi baru bertentangan dengan poin ke-37 Declaration of Helsinki tentang ethical principles for medical research involving human subjects World Medical Assosiation 2013: yang menyatakan intervensi baru tanpa pembanding tetap boleh dilakukan dokter demi kesehatan pasien. Simpulan: Efek terapi IAHF merupakan efek multiple/sinergi dari rekanalisasi (antegrade flow), retrograde dan collateral flow serta antiinflamasi. Sedangkan efek ketiga arah aliran darah (flow) merupakan hasil dari gabungan efek trombolitik heparin, tekanan hidrostatik dan dilatasi serta tekanan mekanik semprotan (flushing). Penelitian IAHF adalah randomezed clinical trial, valid dan tingkat evidence termasuk Level B. Tindakan IAHF berada pada kelas rekomendasi Sedang berdasar penelitian 1 randomezed clinical trial dan 2 observasional dengan sampel besar. Saran: Untuk meningkatkan level evidence dan kelas rekomendasi tindakan IAHF perlu dilakukan penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) di beberapa rumah sakit dengan pengawasan ketat pada protokol penelitian.