Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol. 1 No. 11: April 2022

KONTROVERSI TERAPI DSA PADA GANGGUAN VASKULER OTAK

Arief Kurniawan (Departemen Anestesi dan Terapi Intensif, Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung)
Nur Pudyastuti Pratiwi (Departemen Administrasi Rumah Sakit, Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2022

Abstract

Pendahuluan: Satuan tugas Kementrian Kesehatan melakukan kajian tentang penggunaan Intraarterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi dari segi ilmiah, etika, dan hukum. Hasil kajian menunjukkan belum ada bukti ilmiah yang sahih tentang keamanan dan kemanfaatan IAHF untuk tujuan terapi. Tujuan penulisan ini adalah melakukan analisa metodologis terhadap penelitian ilmiah kajian IAHF yang dilakukan Satgas. Analisis Kajian: Terdapat kesalahan sistemik (bias) pada kajian IAHF yang memengaruhi keseluruhan aspek penelitian. Rumusan masalah dipersempit dari pengungkapan IAHF secara luas menjadi terbatas pada manfaat IAHF pada stroke iskemik kronik. Akibat terbatasnya rumusan masalah, maka menutupi manfaat lebih luas IAHF yang dapat digunakan untuk malformasi arteri vena, migrain, autisme, kemoterapi, nyeri kepala, tromboprofilaksis, stroke iskemik akut maupun kronik dan sebagainya. Bias pada rumusan masalah berimbas kepada bias metodologi penelitian selanjutnya menyebabkan kelemahan hasil dan saran penelitian. Saran kajian menghentikan pelayanan IAHF sebagai intervensi baru bertentangan dengan poin ke-37 Declaration of Helsinki tentang ethical principles for medical research involving human subjects World Medical Assosiation 2013: yang menyatakan intervensi baru tanpa pembanding tetap boleh dilakukan dokter demi kesehatan pasien. Simpulan: Efek terapi IAHF merupakan efek multiple/sinergi dari rekanalisasi (antegrade flow), retrograde dan collateral flow serta antiinflamasi. Sedangkan efek ketiga arah aliran darah (flow) merupakan hasil dari gabungan efek trombolitik heparin, tekanan hidrostatik dan dilatasi serta tekanan mekanik semprotan (flushing). Penelitian IAHF adalah randomezed clinical trial, valid dan tingkat evidence termasuk Level B. Tindakan IAHF berada pada kelas rekomendasi Sedang berdasar penelitian 1 randomezed clinical trial dan 2 observasional dengan sampel besar. Saran: Untuk meningkatkan level evidence dan kelas rekomendasi tindakan IAHF perlu dilakukan penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) di beberapa rumah sakit dengan pengawasan ketat pada protokol penelitian.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JIRK

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Health Professions Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a ...