Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Management of the Water as an Effort to Realize a Green Campus in Universitas Sebelas Maret Surakarta Jamal Wiwoho; Suryanto Suryanto; Murtanti Murtanti; Setya Nugraha
Journal of Sustainability Perspectives Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.27 KB) | DOI: 10.14710/jsp.2021.12008

Abstract

The main campus of UNS Surakarta, occupies an area of ± 59,211 Ha. At present, the problem faced by UNS is the increasing of narrow green space, so that it increases rain water and lead to runoff. This process has an impact on the increase in flood discharge and the reduction in the supply of rainwater which becomes ground water reserves. In order to realize a Green Campus that supports sustainable development, efforts have been made relating to groundwater and surface water management. A total of 117 infiltration wells and more than 500 biopori infiltration units have been built, which serve to increase shallow groundwater reserves so that it increases rainwater harvesting and soil moisture. Rainwater that cannot be accommodated in infiltration wells is channeled to the lake named Danau UNS which has an area of 1,206 Ha with a maximum water volume of ± 7,959 m3 , so that it is expected to be able to maintain the shallow ground water balance at the Kentingan UNS Campus. In the future planning, Universitas Sebelas Maret will improve domestic wastewater treatment for other uses, so that there is an efficient use of sustainable clean water
Penentuan Lahan Kritis Sebagai Arahan Konservasi Lahan di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Anita Wahyu Widyawati; Ahmad Ahmad; Setya Nugraha
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.53948

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menganalisis kesesuaian penggunan lahan dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (2) Menganalisis kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (3) Menganalisis tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 202 (4) Menganalisis arahan konservasi lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah satuan lahan. Unit analisis yang digunakan adalah satuan lahan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, interpretasi citra, uji laboratorium, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu skoring parameter fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan, analisis deskriptif hasil overlay peta, dan pengelompokan arahan konservasi lahan berdasarkan fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Ngargoyoso mempunyai empat fungsi kawasan yaitu kawasan lindung, kawasan penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan, serta kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman. Kesesuaian penggunaan lahan dengan fungsi kawasan menunjukan bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kecamatan Ngargoyoso tidak sesuai dengan fungsi kawasaannya seluas 4.162,523 Ha (67,79 %). (2) Kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasannya menunjukkan bahwa sebagian besar pola ruang RTRW sesuai dengan fungsi kawasannya seluas 4.413,048 Ha (71,87%). (3) Tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso diklasifikasikan menjadi empat yaitu potensial kritis, agak kritis, kritis, dan sangat kritis. (4) Arahan konservasi metode vegetatif yang dapat diterapkan di Kecamatan Ngargoyoso meliputi pengelolaan tanah minimum, hutan lindung/hutan kemasyarakatan/hutan suaka alam/hutan wisata, penanaman vegetasi permanen, penanaman penutup tanah, hutan produksi terbatas/hutan rakyat, agroforestry, penanaman menurut garis kontur, penanaman menurut strip, dan pertanaman lorong, strip rumput, manajemen bahan organik, pertanaman campuran, dan tanaman pagar/pagar hidup. Arahan konservasi metode mekanik/teknik sipil meliputi teras gunung/saluran pengelak, saluran pembuangan air (SPA), bangunan terjunan, kontrol sedimen, teras guludan, teras bangku, teras individu, rorak, dan mulsa vertikal.