Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Pentahelix Untuk Pengembangan Desa Timpag Menuju Desa Wisata Berbasis Green tourism I Wayan Pugra; I Made Darma Oka; I Ketut Suparta
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 7 No. 2 (2021): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.021 KB) | DOI: 10.31940/bp.v7i2.111-120

Abstract

Artikel ini mengkaji kolaborasi aktor pentahelix dalam pengembangan desa Timpag menuju desa wisata berbasis green tourism. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif melalui metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling.  Informan yang diwawancarai sebanyak 9 orang dengan melibatkan 50 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi aktor pentahelik berperan penting dalam menentukan keberhasilan pengembangan desa ini menuju desa wisata berbasis green. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sinergi harmonis antar aktor pentahelik dalam mendukung kegiatan pembangunan di desa, seperti: gotong-royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, membuat jalur trekking, pembentukan pondok edukasi, maupun dalam pembentukan wadah pelestarian budaya. Kolaborasi harmonis tersebut diharapkan tetap berkelanjutan sehingga desa wisata ini tetap eksis dan mampu memenangi persaingan yang semakin kompetitif. Untuk itu pihak akademisi diharapkan lebih berkontribusi dalam memberikan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal sehingga mereka mampu berkontribusi tinggi dalam pengembangan green tourism di desanya.
Pemberdayaan Masyarakat Lanjut Usia dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Dusun Kawan, Desa Bakas, Kabupaten Klungkung I Putu Mertha Astawa; I Wayan Pugra; Made Suardani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i2.108-116

Abstract

Desa Bakas merupakan salah satu desa yang dikembangkan menjadi desa wisata perlu didukung oleh atraksi berbasis pada industri kreatif. Desa Bakas memiliki potensi sumberdaya alam dan potensi sumberdaya manusia yang memadai untuk dapat mengembangkan industri kreatif berupa produk anyaman berbahan baku bambu. Untuk itu program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian dilakukan untuk membantu masyarakat usia lanjut untuk mendukung pengembangan desa wisata di Bakas. Pendekatan yang digunakan dalam program pemberdayaan ini adalah pendekatan model Asset Based Community Development (ABCD Model) merupakan model pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar dan dimiliki oleh komunitas masyarakat itu sendiri. Partisipan program adalah kelompok masyarakat yang berusia diatas 60 tahun yang tergabung ke dalam Kelompok Werda Kerti dengan jumlah anggota sebanyak 16 orang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini secara umum untuk menunjang Desa Bakas sebagai desa wisata dengan mengembangkan industri kreatif anyaman bambu sebagai alternatif atraksi wisata tradisi masyarakat. Tujuan khususnya adalah memberdayakan masyarakat usia lanjut dalam mengatasi tiga persoalan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat usia lanjut.
Tourist preferences for Balinese local food: Price, authentic recipes, and restaurant service systems in Bali I Wayan Pugra; I Wayan Mudana; Ni Wayan Wahyu Astuti
Journal of Commerce, Management, and Tourism Studies Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : YAYASAN MITRA PERSADA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jcmts.v5i1.301

Abstract

This study investigates how tourists prioritize price, authenticity of recipes, and restaurant service systems when consuming Balinese local food. Drawing on attributes commonly used to assess culinary tourism choices—price, food quality, service systems, and cooking methods —the research aims to compare domestic and foreign tourists’ preferences across different restaurant types in Bali. A quantitative survey using purposive sampling will target at least 320 tourists (balanced domestic and international), adapting attribute scales from prior studies on Balinese culinary tourism and food consumption value. Data will be analysed using descriptive statistics and multinomial logistic regression to identify how price sensitivity, preference for authentic versus innovative recipes, and preferred service formats (counter service, self-service, or table service) vary by origin, age, and travel motivation. The study is expected to confirm that domestic tourists emphasize affordable, authentic dishes and convenient service, while foreign tourists value consistent pricing, authenticity, and acceptable hygiene standards in service environments. Findings will provide practical guidance for restaurant managers and destination marketers to segment menus, pricing, and service concepts that better match key tourist segments in Bali’s culinary tourism market.