p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Miracle Journal
Mppeaty Nyorong
Institut Kesehatan Helvetia Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pernikahan Dini Desa Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Doren Lestari Sagala; Mppeaty Nyorong; Endang Marianti
Miracle Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.432 KB) | DOI: 10.51771/mj.v2i1.243

Abstract

Pernikahan usia dini menurut Undang-undang No.16 tahun 2019 adalah pernikahan yang dilakukan oleh perempuan dibawah usia 19 tahun. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pernikahan usia dini di Desa Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.Jenis penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Methods) dengan menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden. 42 responden kasus dan 42 responden kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Data kualitatif melalui data reduction, data display, conclusion drawing, dan verification.Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berpengaruh dengan pernikahan usia dini adalah faktorpendidikan responden (p-value= 0,000) OR= 9,342, faktor pengetahuan (p-value=0,000), OR=3,333, ekonomi orangtua (p-value=0,000) OR=44,615, dan faktor yang tidak berpengaruh dengan pernikahan usia dini ialah kepercayaan budaya (p-value= 0,063) OR=6,667 pola asuh (p-value=0,424) OR=3,200. Variabel dominan atau variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap pernikahan dini dalam penelitian ini adalah variabel ekonomi mempunyai nilai OR = 44,615 artinya maka perempuan yang memiliki orang tua dengan ekonomi rendah berisiko 44 kali melakukan pernikahan usia dini dibandingkan dengan perempuan yang memiliki ekonomi tinggi.Kesimpulan penelitian bahwa pendidikan, pengetahuan, ekonomiberpengaruh terhadap pernikahan usai dini. Disarankan kepada KUA agar memberikan informasi kepada pasangan baru terkait dampak pernikahan usia dini, selain itu untuk masyarakat yaitu pemberian informasi pendidikan kesehatan bagi remaja.
Efektivitas Komunikasi Informasi Dan Edukasi Dengan Metode Ceramah dan Media Leaflet Terhadap Pengambilan Keputusan Pasangan Usia Subur ( PUS ) dalam Memilih Alat Kontrasepsi di Puskesmas Namotrasi Kabupaten Langkat Dewi Sartika Hutabarat; Mppeaty Nyorong; Asriwati Asriwati
Miracle Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.922 KB) | DOI: 10.51771/mj.v2i1.244

Abstract

Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) adalah suatu proses penyampaian pesan pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan rasa saling mengerti dan saling percaya demi terwujudnya hubungan yang baik antara seseorang dengan orang lain. Selain itu dapat mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan masyarakat, dengan menggunakan berbagai prinsip dan metode komunikasi, baik menggunakan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi massa. Hal ini dipengaruhi oleh terbatasnya pilihan kontrasepsi yang ada, ketakutan akan pengalaman efek samping, Pengetahuan, sikap dan Tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh efektifitas Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dengan metode ceramah dan media leaflet terhadap pengambilan keputusan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam memilih alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Namotrasi Kabupaten Langkat. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental dengan rancangan perlakuan ulang (Pretest dan Posttest Group Design), dimana rancangan ini menggunakan kelompok dilakukan observasi pertama (Pretest), sampel yang digunakan yaitu sebanyak 40 orang kelompok 1 20 orang metode Ceramah, dan kelompok ke 2 20 orang kelompok Leafleat. Hasil uji T menunjukkan post test pengetahuan metode ceramah sebesar 11,87 dan post test pengetahuan metode leaflet sebesar 10,47 dimana metode ceramah lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada responden tentang pemilihan alat kontrasepsi, test sikap metode ceramah sebesar 39,33 dan post test sikap metode leaflet sebesar 31,53 dimana metode ceramah lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada responden tentang pemilihan alat kontrasepsi, rata post test tindakan metode ceramah sebesar 8,40 dan post test pengetahuan metode leaflet sebesar 7,00 dimana metode ceramah lebih efektif dalam meningkatkan tindakan pada responden tentang pemilihan alat kontrasepsi. Kesimpulan ada hubungan Pengetahuan, sikap, dan Tindakan Pretest dan Posttest setelah diberikan intervensi metode ceramah dan leafleat .Saran diharapkan Kerjasama yang baik agar tercapainya pengambilan keputusan yang efektif dimulai BKKBN yang memberikan sosialisasi kepada tenaga kesehatan alat kontrasepsi.
Hubungan Faktor Individu dan Postur Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Penjahit Kecamatan Medan Baru Hari Syaputra; Mppeaty Nyorong; Tri Niswati Utami
Miracle Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.599 KB) | DOI: 10.51771/mj.v2i1.254

Abstract

Usaha sektor informal merupakan salah satu usaha yang memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Salah satu usaha informal yang banyak terdapat di Indonesia dan memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi adalah usaha menjahit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor individu dan postur kerja dengan keluhan low back pain penjahit Kecamatan Medan Baru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectionalstudy. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penjahit diKecamatan Medan Baru yang berjumlah 68 orang dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Analisa menggunakan analisis univarat, bivariat dan multivariat. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa usia (p= 0,001<0,05), jenis kelamin (p= 0,021<0,05), masa kerja (p= 0,084>0,05), lama kerja (p= 0,000 <0,05) dan potur kerja (p= 0,002<0,05). Uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap keluhan low back pain adalah lama kerja dengan nilai Exp (B) 17,170. Kesimpulan penelitian ini usia, jenis kelamin, lama kerja, postur kerja memiliki hubungan dengan keluhan low back pain, sedangkan masa kerja tidak memiliki hubungan dengan keluhan low back pain. Diperlukan upaya untuk mengurangi risiko keluhan low back pain pada pekerja dengan melakukan stretching, perbaikan terhadap keadaan duduk dan melakukan senam punggung untuk terciptanya hasil kerja yang lebih maksimal.