Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Produk Teknologi Pengenalan Huruf Hiragana Model Kakijun Meidy Wollah; Lietje Lumatauw
JURNAL UMBANUA Vol 1 No 1 (2021): JURNAL UMBANUA POLITEKNIK NEGERI MANADO
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.634 KB)

Abstract

Pendidikan bahasa Jepang dalam hal ini pengenalan huruf hiragana sangat penting karena salah satu tulisan dari bahasa Jepang yang harus diperkenalkan kepada mahasiswa untuk menjadi salah satu bekal pada bahasa Jepang nanti. Dalam pengabdian ini, tiem pengabdian kami telah mengadakan pengabdian berupa produk teknologi untuk mengimplementasikan pengenalan huruf hiragana model kakijun terhadap mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran di Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado. Tugas ketua pengabdian adalah mempersiapkan produk teknologi untuk dibagikan, mempresentasikan, mengimplementasikan produk teknologi terhadap mahasiswa, membuat Jurnal nasional dan HKI, mempersiapkan kegiatan untuk di You Tube p3m Polimdo dan publikasikan ke media massa. Tugas anggota Mengawas dalam presentasi produk dan membagikan, mengumpul data-data untuk persiapan kegiatan pengabdian di You Tube p3m Polimdo, membantu membuat laporan. Tujuan umum dari Desiminasi Produk Teknologi Ke Masyarakat, yaitu (1) Untuk memfasilitasi produk teknologi tulisan hiragana model kakijun dari hasil penelitian lalu dan pengembangan kepada mahasiswa. (2) Untuk meningkatkan iptek melalui tulisan hiragana model kakijun. (3) Untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk tulisan hiragana model kakijun berbasis iptek. (4) Untuk memperkuat jaringan antara institusi dan penghasil teknologi tulisan hiragana model kakijun dan pengguna iptek yaitu mahasiswa. (5) Untuk meningkatkan kesejahteraan pengguna iptek. Tujuan Khusus, untuk mempercepat diseminasi dan pemanfaatan produk teknologi tulisan hiragana model kakijun yang potensial dari hasil penelitian ke pengguna iptek yaitu mahasiswa. Pengabdian ini telah dilakukan pada tanggal 15 Juni 2021 di kelas Jurusan Administrasi Bisnis, dan telah membuat video ke You Tube P3M Polimdo serta membuat kabar berita melalui media masa di koran Tribun Sulut, sebagai laporan kemajuan.
An Assessment of Resource Suitability and Visitor Perceptions in The Bahowo Mangrove Ecotourism Area Tommy M. Kontu; Dannie R. S. Oroh; Meidy Wollah; Oktavianus Lintong
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.62331

Abstract

Mangrove ecotourism is a strategic approach to coastal area management that integrates environmental conservation and community empowerment. This study aims to assess the resource suitability level and evaluate visitor perceptions in the Bahowo mangrove ecotourism area, Manado City. Primary data were collected through field surveys using the Tourism Suitability Index (IKW) and perception questionnaires based on a Likert scale. Five ecological parameters were analysed to obtain the IKW score, while six visitor perception aspects were evaluated to assess satisfaction and revisit intention. The results revealed an IKW score of 1.84, classified as "not suitable", primarily due to limited mangrove width (79 m) and low vegetation density (11 ind/100 m²). Although tidal range and biodiversity parameters scored high, their contribution was insufficient to improve the overall suitability classification. Visitor perceptions indicated satisfaction with visual aesthetics, but evaluations of facilities, educational value, and revisit intention were notably low. The ecological unsuitability and poor tourism service quality indicate that Bahowo is currently not ideal for sustainable ecotourism. The study recommends ecosystem improvement through mangrove rehabilitation and enhancement of interpretive infrastructure as prerequisites for developing an adaptive and sustainability-oriented ecotourism area. Keywords: mangrove, ecotourism, suitability, Bahowo Abstrak Ekowisata mangrove merupakan pendekatan strategis dalam pengelolaan kawasan pesisir yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesesuaian sumber daya dan mengevaluasi persepsi pengunjung di kawasan ekowisata mangrove Bahowo, Kota Manado. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dengan pendekatan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan kuesioner persepsi berbasis skala Likert. Lima parameter ekosistem dianalisis untuk memperoleh nilai IKW, sedangkan enam aspek persepsi pengunjung dievaluasi guna mengetahui kepuasan dan niat kunjungan ulang. Hasil menunjukkan nilai IKW sebesar 1,84 yang termasuk kategori “tidak sesuai”, disebabkan oleh ketebalan mangrove (79 m) dan kerapatan vegetasi (11 ind/100 m²) yang rendah. Meskipun pasang surut dan keanekaragaman biota menunjukkan skor tinggi, kontribusinya tidak cukup untuk menaikkan kelas kesesuaian. Persepsi pengunjung mengindikasikan kepuasan terhadap keindahan visual, namun penilaian terhadap fasilitas, nilai edukatif, dan intensi kunjungan ulang tergolong rendah. Ketidaksesuaian ekologis dan rendahnya layanan wisata menunjukkan bahwa kawasan Bahowo saat ini belum ideal untuk ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan ekosistem melalui rehabilitasi mangrove dan penguatan infrastruktur interpretatif sebagai prasyarat pengembangan kawasan ekowisata yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan. Kata kunci: mangrove, ekowisata, kesesuaian, Bahowo