Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RAK SANDAL MINIMALIS ERGONOMIS BERBAHAN BESI NAKO BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 7 TANGERANG BANTEN I Wayan Sukania; Melynia Novita P; Elisha Elisha
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.824 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17650

Abstract

Slipper rack is a place to put sandals or shoes. The existence of this shelf is very important in the mosque in the SMKN 7 Tangerang environment. Slipper rack design that meets the ergonomics and aesthetic aspects is very important. From the side of SMKN 7 students, based on information from the academic section, it is known that the supply of product design theory and welding theory is felt to be lacking. Likewise, the practice of making welding products is not carried out in this school. Therefore, the design and manufacture of welding products is in great demand by students. Considering that students are beginners, the sandal rack products that are designed and made are functional, minimalist and ergonomic. The training activities were carried out in 2 stages, namely the first stage in the form of exposing theories and insights and the second stage in the form of field work practices to realize the sandal rack product. The first stage produces a variety of sandal rack concepts. Field practice in realizing the selected sandal rack design resulted in 3 product units. There are several job skills that are improved in this training, namely measuring materials, cutting, rolling. sanding, grinding, welding and painting. While the enhanced insight is marketing, ergonomics and product design. Based on the questionnaire data provided, there was an increase in participants' insight and understanding of the importance of market research by 36%, an increase in knowledge and understanding of the role of ergonomics in the design of a product used by humans by 42.9%, an increase in knowledge and understanding of the stages of designing and developing a commercial product. by 50%, increasing knowledge and understanding of how to use welding machines, grinding machines and supporting equipment in welding workshops by 92.9%, increasing experience working in teams/groups in making a product by 100%. A total of 98.2 participants stated that the instructor's guidance, materials and training methods were satisfactory.Rak sandal adalah tempat untuk meletakkan sandal atau sepatu. Keberadaan rak ini sangat penting di masjid dalam lingkungan SMKN 7 Tangerang. Desain rak sandal yang memenuhi aspek ergonomi dan estetika sangat penting. Dari sisi siswa SMKN 7, berdasarkan informasi dari bagian akademik diketahui bahwa pembekalan teori perancangan produk dan teori pengelasan dirasakan masih kurang. Demikian juga praktik pembuatan produk hasil pengelasan tidak dilakukan di sekolah ini. Oleh karena itu kegiatan pelatihan perancangan dan pembuatan produk hasil pengelasan sangat diminati oleh siswa. Mengingat para siswa sebagai pemula maka produk rak sandal yang rancang dan dibuat adalah yang fungsional, minimalis dan ergonomis. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pertama berupa pemaparan teori serta wawasan dan tahap kedua berupa praktik kerja lapangan mewujudkan produk rak sandal. Tahap pertama menghasilkan berbagai konsep rak sandal. Praktik lapangan mewujudkan desain rak sandal terpilih menghasilkan 3 unit produk. Adapun beberapa keterampilan pekerjaan yang ditingkatkan pada pelatihan ini yaitu mengukur bahan, memotong, mengerol. mengampelas, menggerinda, mengelas dan mengecat. Sedangkan wawasan yang ditingkatkan yaitu pemasaran, ergonomi dan perancangan produk. Berdasarkan data kuisioner yang diberikan, terjadi peningkatan wawasan dan pemahaman peserta terhadap pentingnya riset pasar sebesar 36 %, peningkatan pengetahuan dan pemahaman peranan ergonomi dalam perancangan sebuah produk yang digunakan manusia sebesar 42,9%, peningkatan pengetahuan dan pemahaman tahapan perancangan dan pengembangan sebuah produk komersial sebesar 50%, peningkatan pengetahuan dan pemahaman cara menggunakan mesin las, gerinda mesin dan peralatan pendukung di bengkel pengelasan sebesar 92,9%, peningkatan pengalaman bekerja dalam team/kelompok dalam pembuatan sebuah produk sebesar 100%. Sebanyak 98,2 peserta menyatakan bahwa penduan instruktur, materi dan metode pelatihan memuaskan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN WASTAFEL MINIMALIS ERGONOMIS UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 7 TANGERANG BANTEN I Wayan Sukania; Cindy P; Agni P
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.819 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17702

Abstract

One of the activities that must be done in the context of preventing Covid is washing hands. Washing hands for at least 20 seconds using soap in running water is effective in killing germs and bacteria, including the corona virus. Efforts to break the chain of virus spread were also carried out at SMKN 7 Tangerang, Banten. One of the facilities provided is a sink. However, the available sinks are inadequate both in terms of condition and quantity. Therefore, it is very necessary to make an ergonomic minimalist sink to complement the school as well as practice making it to improve student skills. PKM activities are carried out at SMKN 7 Tangerang, which is located in Dasana Indah Housing Karawaci Tangerang. PKM activities are carried out in 2 stages, namely debriefing and practice. The practical activity resulted in 3 units of ergonomic minimalist sinks. Questionnaires were given at the beginning and end of the activity to determine the amount of addition to the knowledge, skills and insights of the participants. In general, there was an increase in the knowledge, insight and skills of the trainees.
PENGENALAN KOMPONEN UTAMA MESIN DAN PRAKTIK CARA PERAWATAN SEPEDA MOTOR TIPE MATIC BAGI SISWA PASRAMAN NONFORMAL KERTAJAYA TANGERANG. I Wayan Sukania; Melynia Novita P; Elisha Elisha
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.042 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17724

Abstract

Almost all work equipment or products that are used daily require maintenance. Maintenance or maintenance as a conception of all activities needed to maintain or maintain the quality of the facility/machine so that it can function properly as in its initial condition. Likewise, routine motorcycle maintenance is very important because it relates to comfort while riding and traffic safety. A survey of 15 students of the Kertajaya Tangerang Non-Formal Pasraman showed that they did not understand how to do motorcycle maintenance. Therefore, the PKM activity to introduce automatic motorcycle maintenance was welcomed. PKM activities are carried out through lecture, discussion, demonstration and practice methods so as to improve the understanding and skills of the participants. The material given includes the working principle of the main components and how to adjust them. Based on the questionnaires given before and after the training activities, it was found that there was an increase in understanding of 100% on the 10 treatment items. While on the introduction of the fault code and how to reset it, 67% of participants said they understood.
PELATIHAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RAK TEMPEL DINDING BERBAHAN BESI NAKO KEPADA SISWA PASRAMAN NON FORMAL KERTAJAYA TANGERANG I Wayan Sukania; Bratayuda Raya; Jennifer Juyanto
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.843 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19901

Abstract

Demi tercapainya tujuan pembelajaran, fasilitas ruang kelas harus memadai. Hasil pengamatan di ruang kelas dan ruang terbuka di Pasraman Kertajaya Tangerang menunjukkan masih ada kekurangan yang harus segera diatasi. Salah satu sarana yang kurang yaitu tidak tersedianya rak tempel di dinding sebagai tempat meletakkan alat, produk pajangan yang mendukung suasana kelas. Permasalahan dari sisi siswa adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki saat ini. Wawancara dengan sejumlah siswa kelas 11 dan diskusi dengan Ketua Pasraman Non Formal Kertajaya, menghasilkan informasi adanya kebutuhan dan keinginan kuat dari siswa untuk belajar ilmu dan meningkatkan ketrampilan khususnya perancangan dan pembuatan produk melalui proses pengelasan. Maka dari itu kegiatan pelatihan ini akan menggunakan teknik pengelasan dasar sangat tepat dilakukan untuk menjawab 2 permasalahan yang dihadapi Pasraman Non Formal Kertajaya Tangerang. Kegiatan ini akan dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama adalah tahap pemaparan teori kemudian tahap perancangan dan terakhir adalah tahap praktik lapangan. Pada tahap pertama telah dihasilkan berbagai konsep rak tempel dinding. Berbagai konsep disaring dan dipilih menggunakan kriteria yang telah ditentukan sehingga diperoleh 1 konsep terbaik. Tahap kedua dilakukan di lapangan yaitu berupa kegiatan untuk mewujudkan desain yang sudah dipilih. Beberapa proses yang dilakukan antara lain adalah pengukuran bahan, pemotongan, pengamplasan, gerinda, mengerol, pengelasan, pengeboran dan pengecatan. Sebelum dan sesudah praktik peserta mengisi kuisioner. Secara umum kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa.