Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, praktik pendidikan dan pengajaran dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi berubah. Di satu sisi seluruh proses pendidikan dan pengajaran dilakukan secara daring. Di sisi yang lain, platform teknologi pendidikan semakin beragam dan promosi pembelajaran lembaga di luar sekolah semakin masif. Sentralitas dan dominasi sekolah semakin dilucuti. Praktik pendidikan dan pembelajaran daring telah mentransformasi praktik pendidikan, mengubah peran guru, dan melucuti dominasi sekolah sebagai agen kemajuan masyarakat. Maka pertanyaan kritis yang perlu dimunculkan di sini adalah apa kritik pemikiran pedagogi kritis pada umumnya dan pemikiran Ivan Illich dan Henry Giroux pada khususnya tentang peran dan praktik pendidikan dalam masyarakat modern saat ini? Penelitian kualitatif dengan metode content analysis ini akan menjawab pertanyaan tersebut. Hasil penelusuran kepustakaan menunjukkan bahwa, sejalan dengan kritik para pemikir pedagogi kritis, Illich mengritik institusi pendidikan yang menginjeksi kesadaran palsu bahwa masyarakat membutuhkan sekolah untuk maju. Pada hal pendidikan yang formalistik, dilembagakan, politis, dan dikelola menurut ‘kurikulum tersembunyi’ pada dasarnya politis dan melayani kepentingan lain di luar pendidikan. Yang perlu dibangun bukanlah sekolah melainkan ‘jaringan pembelajaran’ yang luas dan terbuka. Karena latar belakang sosial, lingkungan keluarga, media massa dan jaringan sosialisasi informal, turut menentukan prilaku, nilai, dan penilaian kritis masyarakat. Sementara Giroux memperjuangkan liberalisasi dan demokratisasi pendidikan melalui ‘pedagogi publik’ karena pendidikan dan pengetahuan pada dasarnya politis dan bermuatan kekuasaan. Transformasi pendidikan terutama dimulai dari membongkar jebakan kekuasaan dan kepentingan ekonomi dan politik kelompok dominan dalam masyarakat. Karena bagi Illich dan Giroux, pengetahuan itu sendiri bermuatan politis. Perubahan kurikulum pendidikan bukan sekadar keputusan politik melainkan melayani kepentingan tertentu dalam masyarakat. Dengan mengungkap motif, tujuan, kepentingan, keuntungan, dan kekuasaan apa yang dihasilkan melalui produksi pengetahuan, model transformasinkan pendidikan dapat dirumuskan secara tepat. Tujuan artikel hasil studi kepustakaan ini adalah mengingkatkan kembali para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan agar merumuskan praktik pendidikan secara tepat.