Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Development Economic and Digitalization

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2017 – 2022 Luthfiah Syahrazad; Ullya Vidriza
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7674

Abstract

Abstrak Provinsi Papua memiliki beragam potensi yang dapat menunjang perekonomian. Akan tetapi, Provinsi Papua masih belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki ditandai oleh sangat tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Papua sehingga dikenal sebagai provinsi termiskin pertama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik tahun 2017 – 2022 digunakan sebagai data pada penelitian ini. Penelitian menggunakan analisis regresi data panel dengan random effect model (REM) dan pengujian asumsi klasik serta hipotesis dengan STATA 17. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Secara individu, jumlah penduduk berpengaruh signifikan positif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka dan indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan negatif terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah Provinsi Papua untuk mengiringi peningkatan jumlah penduduk dengan kualitas sumber daya manusia, peningkatan indeks pembangunan manusia dengan kualitas manusia yang riil, dan menekan angka pengangguran dengan memperluas dan menyamaratakan persebaran sektor lapangan kerja. Kata Kunci: Indeks Kedalaman Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Provinsi Papua   Abstract Papua Province has various potentials that can support the economy. However, Papua Province is still unable to optimize its potential marked by the very high level of poverty in Papua Province so that it is known as the first poorest province in Indonesia. This study aims to analyze and determine the effect of population, open unemployment rate, and human development index (HDI) on the poverty depth index in Papua Province. The data used in this study is secondary data from Badan Pusat Statistik in 2017 – 2022. The study used panel data regression analysis with random effect model and testing classical assumptions and hypotheses with STATA 17. The result is the population, open unemployment rate, and HDI together have a significant effect on the poverty depth index in Papua Province. Individually, population has a significant positive effect on the poverty depth index. Meanwhile, the open unemployment rate and HDI have a significant negative effect on the poverty depth index in Papua Province. The Papua Provincial government is expected to accompany the increase in population with the quality of human resources, increase the HDI with real human quality, and reduce unemployment by expanding and generalizing the distribution of the employment. Keywords : Poverty Depth Index, Population, Open Unemployment Rate, Human Development Index, Papua Province
Analisis Peran Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Septiani Banavsya Putri; Ullya Vidriza
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.10354

Abstract

Sektor pariwisata mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan yang memiliki banyak daya tarik wisata, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Seringkali masih terdapat berbagai masalah yang menghambat perkembangannya, seperti kurangnya investasi yang optimal, terbatasnya jumlah wisatawan, dan terbatasnya jumlah hotel yang memadai. Permasalahan tersebut memerlukan perhatian khusus karena dapat menghambat pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Tujuan dilakukannya peneltian ini guna mengidentifikasi variabel-variabel pengaruh seperti Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Sektor Pariwisata, Jumlah wisatawan, dan Jumlah hotel. Pada penelitian ini sampel diambil dari 10 Kabupaten/Kota selama 10 tahun, dari tahun 2014 hingga 2023. Total sampel yang digunakan sebanyak 100 data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Satu Indonesia serta Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Stata 17 merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menerapkan analisis regresi data panel untuk memproses data dalam penelitian ini. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Sektor pariwisata, Jumlah wisatawan, serta Jumlah hotel mempunyai efek positif yang substansial terhadap Pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2014-2023. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Pariwisata, Penanaman Modal Dalam Negeri, Jumlah Wisatawan, Jumlah Hotel. Abstract The tourism sector has a strategic role in driving economic growth, especially in areas that have many tourist attractions, such as West Nusa Tenggara (NTB) Province. Often there are still various problems that hinder its development, such as the lack of optimal investment, fluctuations in the number of tourists, and the limited number of adequate hotels. These problems require special attention because they can hinder the growth of the tourism sector in a sustainable manner. The purpose of this research is to identify the influence of variables such as domestic investment (PMDN) in the tourism sector, the number of tourists, and the number of hotels. In this study, samples were taken from 10 regencies/cities for 10 years, from 2014 to 2023. The total sample used was 100 data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), Satu Indonesia and the NTB Provincial Tourism Office. Stata 17 is the software used to apply panel data regression analysis to process the data in this study. The findings of the study show that partially, domestic investment (PMDN) in the tourism sector, the number of tourists, and the number of hotels have a substantial positive effect on economic growth in the tourism sector in West Nusa Tenggara (NTB) Province in 2014-2023. Keywords: Economic Growth, Tourism Sector, Domestic Investment, Number of Tourists, Number of Hotels.