Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI, DAN KOMITMEN MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP TRANSFER KNOWLEDGE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA DOSEN Dwi Antoro
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 21 No 2 (2014): vol. 21 no. 2 EDISI SEPTEMBER 2014
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.57 KB)

Abstract

The process of globalization has increased the preparation and maturity that is needed in the empowerment of human resources in Indonesia. Because globalization is synonymous with the free competition of a country to be poor or underdeveloped, it is not because of natural resources but poor and underdeveloped due to a lack of qualified human resources. This study aimed to analyze the influence of leadership, organizational culture, and top management commitment to the transfer of knowledge and its impact on performance. The test results on the variables of leadership and knowledge transfer shows that the leadership is not proven significant effect on knowledge transfer. Variable organizational culture and knowledge transfer suggests that organizational culture proved a significant effect on knowledge transfer. Variable top management commitment and knowledge transfer shows that top management commitment shown to significantly influence the transfer of knowledge. Variable leadership and faculty performance shows that leadership proved to have a significant effect on the performance of lecturers. Variable top management commitment and performance of the lecturer shows that top management commitment shown to have a significant effect on the performance of lecturers. The test results on the variable transfer knowledge and performance of the lecturer shows that the transfer of knowledge proved to have a significant effect on the performance of lecturers.Keywords : leadership, organizational culture, performance, and top management commitment
Akurasi Nilai Tinggi Matahari Antara Perhitungan Daftar Ilmu Pelayaran (DIP) Dan Sight Reduction Table (SRT) I Made Wahyu S.P; Slamet Riyadi; Dwi Antoro; Hilda Emeraldo A.A
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 5 No 3 (2021): SAINTARA (September 2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.976 KB) | DOI: 10.52475/saintara.v5i3.118

Abstract

Positioning with celestial bodies (celestial navigation) is the art of determining on the surface of the earth based on measurements of celestial bodies which have guided sailors for hundreds of years. Astronomical positioning methods or celestial body navigation are becoming increasingly obsolete and rarely used. The fact is that today, along with technological advances, seafarers prefer to use electronic navigation tools such as the Global Positioning System (GPS). The the International Convention on Standard of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) amended 2011, requires all officers on board responsible for navigation to be able to determine the height of celestial bodies, the Line of Position (LOP) and the position of the ship. In general, there are 2 methods of determining the navigation position of celestial bodies, namely by calculating the Sight Reduction Table. This research discusses the accuracy of determining the height of the solar count by comparing the accuracy of the 2 methods. The method used is descriptive comparative based on field research with a qualitative approach. The technique of collecting data was done by means of observation, documentation and literature study. The purpose of this research is to test the accuracy of each calculation method, namely the calculation of the Sailing List (DIP) and the Sight Reduction Table (SRT). The results obtained in this study are the high calculation accuracy calculation method of calculating shipping science lists is more accurate with testing which is further discussed in this study.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA FUNGSI SHIP CRANE TERHADAP PROSES BONGKAR MUAT MV. MADISON Dwi Antoro; Purwantono; Dawata Afnan
Dinamika Bahari Vol 8 No 1 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.272 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i1.54

Abstract

Dalam proses bongkar muat di sebuah kapal container sebuah alat bongkar muat sangatlah dibutuhkan dan juga kondis yang baik juga diperlukan dalam proses bongkar muatnya. Berdasarkan fakta yang diperoleh penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Optimalisasi Penggunaan Ship Crane Guna Memperlancar Proses Bongkar Muat MV. Madison Di Pelabuhan Nabire”. Dalam melaksanakan perawatan peralatan bongkar muat ada beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu : bagaimana pengaruh rutinitas perawatan alat bongkar muat yang kurang baik terhadap kelancaran proses bongkar muat dan upaya-upaya apa yang dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan bongkar muat di pelabuhan. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan perawatan alat bongkar muat muncul jawaban sementara atas masalah yang dikemukakan, diantaranya diduga bahwa gangguan yang dialami oleh alat bongkar muat di kapal MV. Madison disebabkan oleh kurangnya perawatan alat bongkar muat serta diduga bahwa gangguan yang dialami alat bongkar muat di kapal MV. Madison dapat menghambat proses bongkar muat. Berdasarkan analisa bahwa perawatan alat bongkar muat tidak dapat dilaksanakan secara teratur sehingga mengakibatkan sering terjadinya kerusakan pada alat bongkar muat yang tentu saja proses pemuatannya ataupun pembongkaran menjadi terlambat atau terganggu. Hal yang mebuat proses bongkar muat terganggu dikarenakan peralatan yang menunjang pelaksanaan perawatan alat bongkar muat kurang memadai sehingga kerja crew kapal kurang maksimal dan masalah waktu yang tidak dimiliki karena seringnya kapal melakukan operasi bongkar muat membuat crew selalu sibuk dengan operasi kapal yang lebih penting.
ANALISIS PENINGKATAN DINAS JAGA DI DAERAH RAWAN GUNA MENINGKATKAN KEAMANAN PADA KAPAL MT. SEI PAKNING Dwi Antoro; Sri Purwantini; M. Arif Ikhsannudin
Dinamika Bahari Vol 8 No 2 (2018): Edisi Mei 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.335 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i2.70

Abstract

Dinas jaga pelabuhan di kapal dilaksanakan ketika kapal sedang berlabuh jangkar, sandardermaga atau diikat di buoy, olah gerak untuk berangkat dari pelabuhan maupun tiba dipelabuhan, bongkar muat, dan menerima atau menurunkan pandu. Dinas jaga berfungsi untukmenciptakan keamanan di kapal dan lingkungan. Pelaksanaan dinas jaga tidak maksimaldisebabkan karena peralatan penunjang keamanan yang kurang dan penerapan ISPS Code yangtidak maksimal. Dan hal tersebut dapat diatasi dengan menyediakan peralatan penunjangkeamanana dan ISPS Code diterapkan secara maksimal di atas kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan USG untuk menentukanprioritas masalah. Permasalahan yang terjadi adalah pelaksanaan dinas jaga yang tidakmaksimal di daerah rawan yang berpengaruh terhadap keamanan di kapal MT. Sei Pakning.Maka rumusan masalah dari masalah tersebut adalah bagaimana pelaksanaan dinas jaga didaerah rawan oleh crew MT. Sei Pakning dan bagaimana upaya yang harus dilakukan untukmeningkatkan keamanan di daerah rawan. Dari hasil penelitian yang menyebabkan kurang efektifnya pelaksanaan dinas jaga di daerahrawan di kapal MT. Sei Pakning adalah peralatan penunjang keamanan seperti handy talky,senter, pentungan yang tidak ada, CCTV yang trouble. Dan pelaksanaan ISPS Code yang tidakditerapkan secara baik di atas kapal. Dari masalah-masalah tersebut yang menjadi penyebabkurang maksimalnya pelaksanaan dinas jaga di daerah rawan. Upaya yang dilakukanmeningkatkan keamanan adalah dengan menyediakan peralatan penunjang keamanan,perbaikan, penyediaan CCTV oleh kontraktor, pengawasan, pembuatan checklist, trainingkepada crew dan penambahan personil yang melakukan dinas jaga.
KEGAGALAN PEMBUKAAN PENGUNCI STERN RAMP PADA MV. DREAM DIAMOND Dwi Antoro
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.654 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.85

Abstract

Pengunci stern ramp door adalah salah satu alat yang perannya sangat penting untukkapal Ro-Ro yang berfungsi untuk merapatkan stern ramp door sehingga menjadi kedap airserta menahan ramp door dari goncangan apabila terjadi cuaca buruk. Pengunci stern rampdoor memiliki sistem kerja yang sederhana tetapi apabila terjadi kegagalan pada pembukaanpenguncistern ramp door dampak yang ditimbulkan sangat besar salah satunya adalahtertundanya proses bongkar ataupun muat. Penelitian ini menggunakan analisa fishbone dan USG. Dalam menentukan penyebabpenyebabyang menyebabkan kegagalan pada pembukaan pengunci stern ramp penelitimenggunakan metode fishbone. Dan untuk menentukan prioritas masalah untuk diselesaikanpeneliti menggunakan metode USG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kegagalan pembukaanpengunci stern ramp pada MV. Dream Diamond yaitu tidak melakukan pengecekan sebelumdigunakan. Upaya yang dilakukan untuk mencegah kegagalan pada pembukaan penguncistern ramp yaitu dengan melakukan pengecekan sebelum menggunakan pengunci stern rampserta pemberian education tentang pengoperasian pengunci stern ramp juga harus dilakukanterhadap seluruh crew terutama crew baru tentang pengoperasian pengunci stern rampsesuai prosedur yang ada.
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang Kapal KM. GUNUNG DEMPO Tata Rahmaningtyas; Dwi Antoro; Romanda Amrullah
Dinamika Bahari Vol 1 No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.69 KB) | DOI: 10.46484/db.v1i1.178

Abstract

This study aims to determine what factors can cause ship delays, and how to reduce them. The type of observation used is descriptive qualitative. This observation takes place at the Port of Anging Mamiri Makassar. Sources of data obtained from sources (informants), events or activities, documents and archives. The results showed that the cause of the delay in ship departure could be in the form of erratic weather factors, disorderly delivery, visitors, hawkers and baggage workers in the embarkation and debarkation of passengers, as well as engine damage. Efforts made to reduce delays are to always carry out routine checks on ship engines, always inquire and check the weather conditions at the next port port, and do not allow deliveries, visitors, hawkers and baggage workers to get on board.
Penguatan Profesionalisme (Studi pada Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi di Kota Semarang) Yustina Sapan; Dwi Antoro; Bambang Eka Wibawa; Rauly Sijabat
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pengajar yang sesuai dengan bidang kompetensinya, dimana hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting dalam penjaminan kualitas pendidikan kejuruan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pengajar/dosen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana populasi penelitian dilakukan pada dosen pendidikan tinggi vokasi di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan dan menguatkan profesionalisme dosen perlu dilakukan pendekatan dan penguatan pada faktor pengalaman mengajar dan kemudian diikuti dengan penguatan dan peningkatan faktor kualifikasi akademik.
Optimalisasi Alat Radar Dalam Navigasi KM. Bintan Utama di Alur Pelayaran Sempit Dwi Antoro; Dahlia Dwi Apriani; Amal Ikhsan
Hengkara Majaya Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v4i1.67

Abstract

Mengingat betapa pentingnya bernavigasi pada alur pelayaran yang memiliki karakteristik yang sempit, berkelak-kelok dan cukup dangkal yang dikategorikan mendapat perhatian khusus saat melewatinya, maka diperlukan pelaut-pelaut yang handal dan cakap, yang memenuhi standar dan sebagai cermin kecakapan pelaut yang baik. Kecakapan pelaut yang baik disini yaitu pelaut-pelaut yang dapat mengambil suatu tindakan yang dianggap perlu guna menghindari bahaya-bahaya navigasi ataupun bahaya-bahaya tubrukan yang senantiasa mengancam dalam setiap pelayaran. tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui peran alat navigasi radar saat melewati alur pelayaran sempit dan untuk mengetahui upaya untuk mengoptimalkan penggunaan radar pada saat melewati alur pelayaran sempit. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis desktriptif kualitatif, yaitu dengan cara menggambarkan data-data yang diperoleh dari study kepustakaan dan lapangan. Atas dasar data yang berhasil dikumpulkan, kemudian dianalisis untuk menemukan optimalisasi alat radar dalam navigasi di alur pelayaran sempit. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Peran alat navigasi radar saat melewati alur pelayaran sempit sangat penting keberadaannya sehingga perlu mendapat perhatian bila terdapat masalah, sebagaimana kegunaan radar pada saat pelayaran sempit yaitu: Penentuan posisi dan ploting; Mengidentifikasi target; dan mendeteksi resiko tubrukan; (1) Upaya untuk mengoptimalkan penggunaan radar pada saat melewati alur pelayaran sempit perwira di atas kapal yaitu berupa; Nakhoda: bimbingan pada saat familiarisasi, perwira yang lain: saling kerja sama belajar dan berbagi ilmu serta berbagi pengalaman, Perusahaan: Melaksanakan test/seleksi kemampuan dan keterampilan terhadap crew baru dan memberikan training dan refreshing pengoperasian radar
Meningkatkan Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok: Peran Vessel Traffic System (VTS) Danang Priatmaja, Rob; Antoro, Dwi; Sutanto, Heri; Yusuf, Muhammad; Lumalan Bijang, Obet; Banto, Paulus; Tato Bangun, Roy; Hamdy, Muhammad
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Logic : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk dan terbesar di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian negara dengan arus lalu lintas pelayaran yang sangat padat. Namun, di balik perannya yang krusial, pelabuhan ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan risiko yang ditimbulkan dari berbagai faktor. Berbagai risiko tersebut berpotensi untuk meningkatkan angka kecelakaan kapal dan dapat membawa dampak kerugian materil. Untuk itu, perlu antisipasi agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Dalam hal ini, peran Vessel Traffic Service (VTS) menjadi sangat penting dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini difokuskan pada kajian dalam efektivitas pemanfaatan VTS dalam meminimalisir potensi kecelakaan kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk melakukan analisis SWOT dalam mempertimbangkan kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang dapat mempengaruhi kelangsungan dan kesuksesan pelayaran. Dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa VTS memegang peran penting dalam pemantauan dan pengaturan lalu lintas kapal di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Pemantauan aktif VTS memungkinkan pelacakan lalu lintas kapal, pencegahan tabrakan, dan manajemen efisien jalur pelayaran. Dari urgensi peran VTS tersebut, penggunaan teknologi dan sumber daya manusia perlu dioptimalkan agar keamanan dan keselamatan pelayaran dapat ditingkatkan.
Penerapan International Safety Management Code (ISM Code) Untuk Meningkatkan Keselamatan Awak Kapal Di Kapal MT. Palu Sipat Ali Nurwijdan, Haidar; Antoro, Dwi; Hasmawati, Andi; A. Gani, Julita; Usabeny, Dewi
BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia Vol. 2 No. 6 (2025): BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the rise of UAUC (Unsafe Act Unsafe Condition) which triggers a threat to the safety of ship crews. This happened as a result of the negligent implementation of the ISM Code on board. The methods used are observation and interviews, so as to produce qualitative data which will then be transformed into useful information. Based on the results of observations and interviews, it is known that there are several factors that cause the low implementation of the ISM Code on board such as a lack of concern and an attitude that is indifferent to regulations and responsibilities towards the ISM Code. The implementation of the ISM Code can be done by checking the completeness and functions of pyrotechnic, SART, fire plan, fire hose box, SCBA as well as programs such as SIRE and periodic audits. The implementation of the ISM Code can be improved by means of training and education, the implementation of incentives for crew members who comply with ISM Code procedures, as well as toolbox activities and regular monthly safety meetings. Based on these findings, the researcher suggests that the ship and its crew increase awareness, understanding, and concern for the ISM Code so that they can avoid the possibility of bad things happening in the future and safety is more guaranteed.