Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TERJADINYA OVERFLOW LUBRICATING OIL PADA LO PURIFIER Dwi Prasetyo
Dinamika Bahari Vol 8 No 1 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.441 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i1.58

Abstract

Purifier pada dasarnya adalah sebuah bowl atau wadah silinder yang berputardengan kecepatan tinggi. Ketika campuran minyak, air dan endapan lumpur masukkedalam putaran cepat centrifugal purifier, endapan akan terlempar ke lapisan luar, airmasuk pada lapisan tengah dan minyak pada lapisan paling dalam. Air yang telahdipisahkan akan keluar melalui laluan air keluar dan oli keluar melalui outletnya. Minyaklumas akan menjadi tidak layak digunakan apabila bercampur dengan air, pasir ataukerikil yang halus, lumpur, serta kotoran lainnya. Maka dari itu minyak lumas harus selaludijaga supaya bebas dari kotoran semaksimal mungkin, maka dari itu harus dilakukanpembersihan pada minyak lumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuipenyebab terjadinya overflow lubricating oil pada purifier. Sedangkan tujuan khususnyaadalah untuk mengetahui bagaimana metode SHEL digunakan dalam mencegah terjadinyaoverflow lubricating oil pada purifier. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasilangsung kelapangan untuk mengetahui penyebab terjadinya overflow lubricating oil padapurifier bersama para Masinis dan engine crew. Dari hasil identifikasi, ternyata penelitimenemukan bahwa main seal ring pada lubricaring oil purifier telah mengalamikerusakan, yang pada umumnya dalam keadaan normal dapat menutup celah antara bowlbody dan bowl hood tidak lagi menutup rapat sehingga oli bersih keluar ke sludge port.Selanjutnya untuk Masinis ataupun crew mesin yang sedang tugas jaga harus selalumelakukan pengecekan terhadap suhu pada lubricating purifier dan juga harus melakukanmaintenance sesuai dengan jam kerja. Sehingga nantinya tidak terjadi overflow lubricatingoil pada purifier lagi, operasional mesin induk juga lancar dan tidak merugikan berbagaipihak.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KERUSAKAN SEAL CARGO PUMP DALAM PROSES DISCHARGING MUATAN KIMIA CAIR Sumarno P.S.; Dwi Prasetyo; Saiful Hadi Prasetyo
Dinamika Bahari Vol 8 No 2 (2018): Edisi Mei 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.074 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i2.75

Abstract

Jacket cooling sebagai selimut cylinder liner dan cylinder cover yang didalamnyaberupa air pendingin (air tawar) dengan temperatur tertentu yang digunakan untukmenyerap panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar di dalam silinder. Faktoryang mempengaruhi keretakan jacket cooling main engine di bagian cylinder cover sebagaiberikut: (a) Pemasangannya (instal), (b) Usia dari material (running hours), (c) Temperaturdan tekanan air pendingin, (d) Perawatan (maintenance), (e) Kualitas air pendingin, (f)Kebocoran pada seal jacket yang sudah diketahui tetapi tidak dilakukan tindakanpenanganan (leakage).Faktor-faktor dari Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang(Opportunities) dan Ancaman (Threats) maka akan dapat dilihat bagaimana solusi untukmengatasi faktor-faktor yang menyebabkan keretakan pada jacket cooling. Analisis SWOTdapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhikeempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimanaaplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strength) mampu mengambil keuntungan(advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada,selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yangada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampumembuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.Hasil penelitian diketahui bahwa faktor keretakan terjadi karena kurangnya perawatanserta usia material jacket cooling yang sudah melampaui batas jam kerja dan jugapenyetelan temperatur jacket cooling yang tidak stabil. Sebagai mantel pendingin mesininduk jacket cooling sangat berperan dalam menjaga temperatur untuk meningkatkan kinerjadari permesinan tersebut. Keadaan keretakan jacket cooling mengakibatkan pelayarantertunda.Peneliti menyimpulkan bahwa keretakan atau pecahnya jacket cooling dapat terjadikarena usia dari material yang sudah melampaui batas jam kerja dan tidak stabilnyatemperatur air pendingin. Untuk mengatasi keretakan pada jacket cooling di cylinder covermesin induk, sebaiknya dilakukan penyetelan temperatur secara bertahap, melakukanpengetesan kadar keasaman air pendingin dan melakukan pengecekan ataupun penggantianterhadap material (jacket cooling) ketika sudah mendekati batas jam kerja yaitu 8000 jam dicylinder cover dan 16000 jam di cylinder liner agar penyebab masalah yang mengakibatkankeretakan jacket cooling di cylinder cover mesin induk teratasi. Melakukan upaya untukmenjadikan temperatur air jacket cooling main engine menjadi lebih normal dapat dilakukandengan selalu melakukan perawatan pada central cooler, membersihkan plat-plat dari sisiair laut maupun air tawar, melakukan sirkulasi chemical (powder descaler) secara berkala,membersihkan plat-plat di fresh water jacket cooler (FWJC).
ANALISA PENYEBAB TINGGINYA SUHU GAS BUANG DUAL FUEL DIESEL ENGINE DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Nono Sukirno; Dwi Prasetyo; Moh. Aziz Rohman
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.002 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.82

Abstract

Dual Fuel Diesel Engine (Mesin Bahan Bakar Ganda) merupakan mesin denganpemanfaatan dua bahan bakar dalam proses pembakarannya untuk memperoleh tenaga kerjapada mesin. Jenis bahan bakar yang digunakan meliputi bahan bakar Methane Gas (CH4)dan MGO (Marine Gas Oil). Methane (CH4) dihasilkan dari Vapour Cargo Tank LNG(Liquified Natural Gas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajapenyebab tingginya suhu gas buang terhadap kinerja Dual Fuel Diesel Engine di MV.Tangguh Palung dengan menggunakan metode analisis data Fault Tree Analysis. Darianalisis data penelitian di hasilkan beberapa rumusan masalah yaitu, faktor-faktor yangdapat menyebabkan tingginya suhu gas buang pada Dual Fuel Diesel Engine adalahkurangnya suplai udara pembakaran dalam ruang pembakaran mesin, komposisipembakaran yang tidak sesuai antara bahan bakar minyak dan gas, serta suhu Engine Roomyang terlalu panas. Dampak yang di timbulkan adalah kerusakan pada komponen-komponenpermesinan dan penurunan kinerja dari Dual Fuel Diesel Engine. Untuk mengatasipenurunan kerja pada Dual Fuel Diesel Engine adalah dengan melaksanakan perawatan danperbaikan pada setiap komponen permesinan yang mengalami masalah dan kerusakan sesuaidengan Running Hours dan Instruction Manual Book.
EVALUASI HASIL BELAJAR MENGGAMBAR DAN MENDESAIN MESIN ANTARA TARUNA DARI INPUT SMA DAN INPUT SMK DENGAN METODE KELOMPOK-KELOMPOK KECIL JURUSAN TEHNIKA DI PIP SEMARANG Dwi Prasetyo
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.891 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.86

Abstract

The purpose of this study was to determine the evaluation of learning outcomesEngineering Drawing and Design between cadets of Input SMA and SMK Input MethodSmall Group Programs Technical in PIP Semarang. The results of this study it can beconcluded that there are differences in the evaluation of learning outcomes between drawingand designing machines SMA Cadets input and input from SMK with a small group ofsubjects Technical method in PIP Semarang. The average value for the experimental group 1(input from SMA) is 74.2, while the average value for the experimental group 2 (input fromSMK) is 76.7. This means learning outcomes experimental group 2 was better than theexperimental group 1. But overall learning outcomes Youth in drawing and designing theengine is increased.