Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN MUALIM JAGA DALAM BERNAVIGASI YANG AMAN DI ALUR PELAYARAN SEMPIT PERAIRAN TANAH GROGOT Muhammad Iqbal Bayu Ismail; Suherman; Okvita Wahyuni
Dinamika Bahari Vol 8 No 1 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.476 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i1.59

Abstract

Dengan semakin meningkatnya perekonomian dunia maka penggunaan transportasi lautsemakin padat, khususnya pada daerah pelayaran sempit, seperti selat dan kanal, ataupundaerah yang terkonsentrasi seperti pelabuhan dan persilangan lintasan lalu lintas pelayaranyang dapat menimbulkan risiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan pelayaran. Pelaksanaan upaya agar dapat bernavigasi yang aman kapal MV. OMS Bromomemperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan bernavigasi kapal. pengaruhdari luar dan pengaruh dari dalam kapal itu sendiri sangat berperan penting bagi navigatorserta pengalaman yang cukup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang membahastentang peran Mualim jaga dalam bernavigasi yang aman di alur pelayaran sempit perairanTanah Grogot, Kalimantan Timur dilakukan penulis selama praktek berlayar di MV. OMSBromo. Hasil penelitian yang diperoleh adalah peran Mualim jaga saat bernavigasi sangatlahpenting dan kemampuan Mualim jaga dalam bernavigasi menentukan posisi denganmenggunakan panduan bernavigasi di perairan sempit, parallel index, serta ship routeingsangat diperlukan agar tidak terjadi bahaya tubrukan yang akan merugikan banyak pihak.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ABK TENTANG PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT-ALAT PEMADAM KEBAKARAN DI KAPAL MT. PEMATANG Aulia Uyun Asalina; Suherman; Sri Purwantini
Dinamika Bahari Vol 8 No 2 (2018): Edisi Mei 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.361 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i2.69

Abstract

Fire drill merupakan program pelatihan yang wajib dilaksanakan di kapal sesuaiaturan yang terdapat di dalam buku Safety Of Life At Sea (SOLAS) Chapter III Regulation9.3.4, dan setiap crew kapal harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalampengoperasian alat-alat pemadam kebakaran sesuai aturan Standard Of TrainingCertification and Watchkeeping For Seafarer (STCW) tabel A-VI/1-2. Tujuan dari penelitianini yaitu, untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan keterampilan anak buah kapal,selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sistem pelatihan yang seharusnyaditerapkan sebagai meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak buah kapal dalamkaitannya dengan prosedur penggunaan alat-alat pemadam kebakaran di kapal MT.Pematang / P.1021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulandata dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasilpenelitian menunjukan bahwa, penyebab utama kegagalan pelaksanaan fire drill di kapalMT. Pematang / P.1021 adalah kurangnya pengetahuan anak buah kapal terhadap prosedurpenggunaan alat-alat pemadam kebakaran, kurangnya kedisiplinan dan rendahnyakesadaran tentang bahaya yang dapat ditimbulkan. Upaya-upaya yang diterapkan untukmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan awak kapal dalam kaitannya dengan alat-alatpemadam kebakaran di kapal MT. Pematang / P.1021 adalah dengan melaksanakan fire drillsecara reguler minimal 1 kali sebulan sesuai aturan yang terdapat di dalam buku Safety OfLife At Sea, safety movie, familiarisasi alat-alat modern dan solas training, harusdioptimalkan oleh anak buah kapal.
OLAH GERAK KAPAL MV. BERNHARD SCHULTE DALAM KONDISI LIGHTSHIP SAAT MENGHADAPI HURRICANE MATTHEW Suwiyadi; Suherman; Wibowo
Dinamika Bahari Vol 8 No 2 (2018): Edisi Mei 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.137 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i2.79

Abstract

Based on Allianz report related to safety and shipping review 2016, mention about 5vessels are lost, capsized, and aground due to heavy weather and Huricane along 2015. AndSwedish Club Assurance mentioned 309 claims with amount USD172.000 along 2005-2013.One of the biggest Hurricane in 2016 is Hurricane Matthew. So this study aims to observethe correct maneuvers in lightship condition performed by MV.Bernhard Schulte officer toprevent six motions degree especially heavy rolling, that leads capsizing of te ship, duringHurricane Matthew. The method used in this study was qualitative phenomenology designwith analysis of triangulation data resources technique. The result shows (a) the shipmaneuvering was done with head seas in semi-circle navigable area by the use of waterstopography as shelter and supporter of ship maneuvering. The conclusion is using head andbow sea maneuvering method, even it is not recommended to be used on lightship condition.But the risk can be reduced by minimizing engine used, stability adjustment, and the use ofwaters topography.