Keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan sering diabaikan karena tidak diimbangi oleh upaya hukum dan sanksi yang tegas dan berat. Oleh karena itu perlu dilakukanya penelitian tentang manajemen risiko pada, guna mengetahui tingkat risiko yang terjadi pada proyek tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dada Proyek Konstruksi Bendungan XYZ dengan Metode FMEA. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi risiko K3 yang terjadi pada kegiatan proyek pembangunan Bendungan XYZ pada bagian pengelasan dan pengecoran dengan metode FMEA. memberikan penilaian atas risiko K3, dan memberikan tindakan pengendalian risiko terhadap risiko K3. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara pada karyawan HSE dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 10 kejadian risiko K3 pada proses pengecoran yaitu jatuh terpeleset, terjatuh dari ketinggian, mata terkena pasir, telapak tangan terluka, suhu panas, kejatuhan material, sesak nafas, tergores material, keseleo, kebisingan dan pada proses pengelasan didapat 7 kejadian risiko K3 yaitu tangan terbakar percikan api las, kesetrum listrik, suhu panas, sesak nafas, tersandung kabel, kebisingan, kejatuhan material. Dari hasil analisis FMEA pengecoran dengan kejadian risiko sesak nafas dengan nilai RPN tertinggi 274,40 atau sebesar 19%, dan pada proses pengelasan diperoleh nilai RPN tertinggi dengan kejadian risiko kebisingan dengan nilai 358,37 atau sebesar 28%. Pengendalian risiko yang bisa diterapkan untuk meminimalisir terjadinya risiko K3 dengan melakukan pengawasan yang ketat oleh pihak manajemen proyek dan memberikan pelatihan terhadap pekerja tentang pemakaian peralatan kerja dan prosedur pelaksanaan kegiatan untuk menghindari kesalahan atau tindakan kerja yang membahayakan keselamatan kerja.