Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Penetapan Uang Kuliah Tunggal Menggunakan Algoritma K-Means Clustering Sugiyono Sugiyono
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 18, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v18i2.12819

Abstract

UKT merupakan besaran biaya pendidikan yang ditanggung oleh masyarakat sesuai dengan pilihan Program Studi dan tingkat kemahalan wilayah masing-masing. Kesulitan manajemen Perguruan Tinggi dalam menetapkan kelompok UKT merupakan problematika yang memerlukan jalan keluar. Penelitian bertujuan dalam rangka menyediakan data dukung bagi manajemen dalam membuat keputusan kelompok UTK mahasiswa. Metode yang digunakan adalah K-Means Clastering yang diaplikasikan pada Sistem Informasi UKT, algoritma ini bekerja dengan mengelompokkan data dengan derajat kemiripan sejenis ke dalam kelompok data yang sama dan data dengan derajat yang berbeda pada kelompok data yang lain, sesuai dengan tingkatan nominal tarif UKT yang telah ditetapkan Pemerintah. Proses pengelompikan data dengan menggunakan enam buah titik pusat klaster secara acak untuk menghasilkan enam kelompok data yang diperlukan. Dari analisis dengan SPSS terhadap 46 sampel data yang bersumber dari database Akademik didapatkan enam klaster data calon penerima UKT yaitu kelompok I sebanyak 3 orang, kelompok II sebanyak 17 orang, kelompok III sebanyak 1 orang, kelompok IV sebanyak 14 orang, kelompok V sebanyak 5 orang, dan kelompok VI sebanyak 6 orang dengan tingkat data valid sebesar 100% dan missing 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan algoritma K-Means Clustering pada Sistem Informasi UKT mendukung Manajemen Perguruan Tinggi dalam menetapkan kelompok tarif UKT.
Integrasi Sains dan Teknologi dalam Sistem Pendidikan Islam Menurut Pandangan Al-Qur’an Sugiyono Sugiyono; Iskandar Iskandar
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2021): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.295 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v0i0.4102

Abstract

Tingginya angka penyalahgunaan dan kejahatan siber merupakan konsekuensi digitalisasi perkembangan teknologi. Kondisi logis ini mendasari penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui integrasi sains dan teknologi dalam sistem pendidikan Islam dalam pandangan Al-Qur’an. Desain penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan merujuk hasil penelitian terdahulu dari jurnal ilmiah terindek jurnal Sinta. Dari data yang dikumpulkan lalu dianalisis dan disimpulkan berdasarkan karakteristik dan substansi isinya, selanjutnya dibuat simpulan umum berdasarkan pandangan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan era dan budaya digital dalam pendidikan Islam telah dibarengi upaya penanaman nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai pendekatan seperti inovasi kurikulum, penguatan karakter, pembentukan lingkungan, dan keteladanan. Dengan demikian disimpulkan bahwa penanaman nilai Al-Qur’an telah berjalan dan terimplementasi dengan baik dalam penyelenggaraan pendidikan Islam namun masih perlu ditingkatkan melalui pengayaan literasi dan konten-konten digital islami yang mudah diakses oleh pendidik dan peserta didik.
KONTRIBUSI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL KELAHIRAN PERADABAN DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH Nurul Huda Hidayati; Muhammad Nasir; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1123

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi faktor internal dan eksternal terhadap kemajuan pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8–13 M). Faktor internal meliputi ajaran Islam, budaya ilmiah, dan dukungan politik dari para khalifah, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh peradaban Yunani, Persia, dan India yang diadopsi melalui gerakan penerjemahan besar-besaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri sinergi antara nilai keislaman dan pengaruh luar dalam membentuk sistem pendidikan Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan Islam pada masa Abbasiyah lahir dari integrasi antara spiritualitas dan rasionalitas, yang diwujudkan melalui lembaga-lembaga seperti Bayt al-Hikmah dan Madrasah Nizhamiyah. Sinergi antara faktor internal dan eksternal ini melahirkan sistem pendidikan yang holistik, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan modern berbasis nilai dan dialog lintas budaya.
CAHAYA DARI FEZ: KONTRIBUSI FATIMAH AL-FIHRI DALAM EVOLUSI PENDIDIKAN DUNIA Yosi Huzna Nidia Ningrum; Muhammad Aulia Rahman; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1124

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk Menganalisis perkembangan Fez sebagai pusat pendidikan Islam pada masa Dinasti Idrisiyah dan dampaknya terhadap peradaban Islam. Fez merupakan salah satu kota pusat pengembangan pendidikan Islam pada masa keemasan peradaban Islam yang terletak di Negara Maroko saat ini. Artikel ini juga mengkaji kontribusi Fatimah al-Fihri dalam pendirian Universitas al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, sebagai bentuk partisipasi perempuan dalam sejarah pendidikan Islam. Dengan pendekatan historiografis dan analisis gender, tulisan ini menyoroti bagaimana institusi yang didirikan oleh al-Fihri menjadi model pendidikan tinggi dunia dan merefleksikan dinamika sosial-politik Dinasti Idrisiyyah. Dengan menggunakan metode analisis pustaka dan studi literatur, artikel ini menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder yang membahas sejarah pendidikan Islam, peran perempuan dalam institusi keilmuan, serta dinamika sosial-politik Afrika Utara abad ke-9 M. Hasil kajian menunjukkan bahwa Fatimah al-Fihri bukan hanya pelopor pendidikan tinggi di dunia Islam, tetapi juga representasi penting dari partisipasi perempuan dalam pembangunan peradaban. Universitas al-Qarawiyyin yang ia dirikan menjadi model kelembagaan yang memengaruhi struktur universitas di Eropa. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan dalam historiografi pendidikan Islam yang masih minim mengangkat tokoh perempuan secara komprehensif. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi untuk menjadi tolak ukur pengembangan sistem pendidikan di Indonesia khususnya untuk perempuan yang mengukir karya di tanah Nusantara.
ASABIYYAH DAN UMRAN: FONDASI SOSIOLOGI ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU KHALDUN Marjuan Marjuan; Muhammad Nur; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1125

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Ibnu Khaldun mengenai konsep Asabiyyah dan Umran sebagai fondasi utama dalam memahami dinamika sosial dan perkembangan peradaban dalam tradisi intelektual Islam. Melalui metode studi literatur pustaka, penelitian ini menelaah karya monumental Muqaddimah serta sejumlah kajian kontemporer terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asabiyyah merupakan kekuatan solidaritas dan kohesi sosial yang menentukan lahir dan bertahannya sebuah kelompok atau dinasti. Faktor-faktor seperti kekerabatan, agama, kepentingan bersama, dan pengalaman kolektif menjadi unsur penting yang membentuk Asabiyyah. Sementara itu, konsep Umran menggambarkan kehidupan sosial manusia yang meliputi aspek politik, ekonomi, budaya, dan moral, serta menjelaskan siklus perkembangan peradaban dari masyarakat badawi hingga hadhari. Ibnu Khaldun memandang bahwa kemajuan dan kemunduran suatu peradaban sangat bergantung pada kekuatan Asabiyyah dan integritas moral masyarakat. Penelitian ini juga menegaskan relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan Islam, terutama dalam penguatan karakter, solidaritas sosial, dan pembentukan masyarakat berperadaban. Dengan demikian, Asabiyyah dan Umran tidak hanya menjadi teori sosial klasik, tetapi juga menawarkan kerangka analitis yang relevan bagi pembangunan peradaban modern.
KONTRIBUSI NILAI-NILAI SEJARAH PERADABAN ISLAM DALAM PENGELOLAAN MADRASAH BERBASIS BOARDING SCHOOL PADA PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER Siti Hardyanti; Lulu Khairunnisa; Nofi Puspita Sari; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1127

Abstract

Artikel ini membahas peran nilai-nilai sejarah peradaban Islam dalam pengelolaan madrasah berbasis boarding school, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan untuk memahami bagaimana nilai-nilai seperti adab, semangat keilmuan, kejujuran, dan tanggung jawab diintegrasikan dalam sistem pendidikan madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berfungsi sebagai media strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui kisah keteladanan tokoh-tokoh Islam. Selain itu, efektivitas pengelolaan boarding school dipengaruhi oleh kepemimpinan yang visioner, keterlibatan orang tua dan masyarakat, pembiasaan ibadah, serta keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur Islam.