Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penafsiran Sufistik Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Tāj Al-Muslimîn dan Tafsir Al-Iklîl Karya KH Misbah Musthofa Iskandar, Iskandar
FENOMENA FENOMENA Vol 7 No.2, 2015
Publisher : LP2M IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v7i2.297

Abstract

The article explains the sufism tafsir of Surah Al-Fatihah in the tafsir of Tâj Al- Muslimîn and al-Iklîl written by KH. Misbah Musthofa by using tahlili method. The findings shows that 7 verses of Al-fâtihah have Sufism nuances, especially in verse 5, dealing with worship to Allah which consists of 3 levels; low, middle, and high worship. The tafsir of Tâj Al- Muslimîn and al-Iklîl, written by KH. Misbah Musthofa, have some strengths and flaws. The tafsir of Surah Al-Fatihah in Tâj Al- Muslimîn and al-Iklîl are still relevant in this modern era. It is proven by the explanation of the importance model of multi-dimension and multi-function of the human services. Still, from the aspect of the language, it needs some adjustment and modification. So that, to understand Al-Qur’an, as proposed by Muhammed Arkoun by using mystical analysis, such as: reading “ar-rahman ar-rahim”, we do not say or do the action, but we also create the action; hope, forgiveness, confession, or request.
Konsep Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Imroatul Musfiroh; Iskandar Iskandar
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 2(3), Oktober 2021
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.681 KB) | DOI: 10.21093/jtikborneo.v2i3.4096

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan bagian dari pendidikan Nasional. Hal itu tertuang undang-undang Sisdiknas. Pendidikan keluarga merupakan lingkungan pertama dan primer pendidikan Islam. Kajian ini berupaya menggali berbagai pandangan tentang Pendidikan keluarga melalui kajian literature (Library Research), Selanjutnya, digali pokok pikiran dengan pola deskriptif analitis, selanjutnya dihadirkan blue print dalam koridornya. Hasilnya diketahui bahwa pendidikan keluarga merupakan proses bimbingan berlangsung secara berkesinambungan dan kontinyu. Beberapa makna keluarga menurut al-quran terkait makna keluarga antara lain ‘Al-A’ilah, ‘Ahlun/Ahl,’Al-Qurba, ‘Arhamun, ‘Asyiroh. Surah at-Tahrim 66 ayat 6 merupakan landasan Pendidikan keluarga yang kokoh. Metode yang diterapkan antara lain adalah disiplin, keteladanan, nasehat, pembiasaan, eksekusi dan Ganjaran. Materi/Kurikulum pendidikan keluarga mencakup pendidikan akidah, Pendidikan Ibadah, Pendidikan Akhaqul Karimah, membaca al-quran dan nilai ajaran agama Islam. Tujuan Pendidikan Keluarga menyampaikan dasar pendidikan budi pekerti, menghasilkan akhlak karimah, mempersiapkan kehidupan selanjutnya yakni dunia Akhirat. Selanjutnya, ikhtiar dan berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memelihara dimensi nilai kebaikan, menumbuhkan jiwa menuntut ilmu, serta mendorong professional. Fungsi pendidikan keluarga yakni berfungsi pemupuk Solidaritas, Edukatif sekaligus Kontrol Sosial.
Nilai Kearifan Lokal dalam Naskah Panji Salatin (Refleksi Filologis Manuskrip Kesultanan Kutai Kartanegara) Iskandar Iskandar; Materan Materan
FENOMENA Vol 13 No 2 (2021): FENOMENA VOL 13, NO. 2, 2021
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v0i2.1394

Abstract

The Panji Salatin manuscript is one of the most important cultural heritages in the history of the Kutai Kartanegara sultanate. The manuscript, which was born during the reign of Prince Aji Sinum Panji Mendapa (1635-1650), contains the sultanate laws and became the most decisive beginning in the administration of the next government system. This study aims to describe and explain the value of local wisdom contained in the Panji Salatin manuscript. This research is based on philological reflection with a phenomenological, historical approach to interpreting the text. The source of the data used is a copy of the Manuscript Law on the Banner of Salatin, which is stored in the Mulawarman Tenggarong Museum, Kutai Kartanegara. The results of the analysis of the text units contained in the Panji Salatin manuscript show that: 1). religion and culture become sources of norms and ethics that coexist (syariat menaiki-adat menuruni), then the style of religion becomes open to culture 2). The king/Sultan must be a symbol of protection for the people, and the people must be loyal to the king/Sultan, then the rule of “people’s religion is the king’s religion” 3). The king/sultan and his subordinates are both subject to a system of deliberation and consensus with the ulama. All have equal standing before the law. This principle of unity and togetherness contains a very strong relationship with traditional cultural ceremonies, namely “erau” as a party, not only for the people but even as a symbol of justification for the power of the sultan/king.
The Genealogy of Teacher and Student in al-Qur'an and Hadith Perspective (A Review of Maudhu'i Interpretation Analysis) Hasanuddin Hasanuddin; Iskandar Iskandar
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1567

Abstract

The teacher is the leading actor in education and essential to forming the student's character. In consequence, teachers in Islamic education are also referred to as ustadz, mu'allim, murabbi, mursyid, mudarris, and muaddib are mean someone carrying out his duties as an educator and figure who is an example and role model. Additionally, the students refer to talib, murid, and muta'allim, which means individuals grow and develop physically, psychologically, socially, and religiously in navigating life, both the world and the hereafter. This study aims to elaborate on the genealogical meaning of teacher and student in the Qur'an and Hadith based on qualitative research with an Islamic literature study approach. This article uses the data analysis technique of maudhu'i interpretation through the word derivation and the relevance of interpretations in various Islamic literature coherently. The result shows that teachers are educators with a noble position in Islam regarding scientific competence followed by characteristics as caretakers, caregivers, and managers aiming to form students' obedience to empirical values. Correspondingly, the student is an individual who is growing and developing physically, psychologically, socially, and religiously. The teacher and student are both burdened with the responsibility to learn and teach science based on empirical values.
NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR?AN DAN HADITS DAN AKTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Imam Hanafie; Iskandar Iskandar
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.2145

Abstract

Aktualisasi nilai-nilai HAM yang bernafaskan al-Qur?an dan Hadits memiliki urgensi yang sangat besar dalam dunia pendidikan Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa nilai-nilai HAM yang tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits memiliki kesesuaian dan urgensi dengan nilai-nilai HAM yang lahir belakangan. Tulisan ini sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana praktek pendidikan HAM dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai HAM sesungguhnya telah banyak tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits, meskipun kelahiran HAM banyak dinisbatkan dari dunia Barat. Upaya ekploratif nilai-nilai HAM dalam perspektif al-Qur?an dan Hadits telah sering dilakukan dan ditemukan bahwa nilai-nilai HAM ternyata sarat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur?an dan Hadits. Dalam hubungannya dengan dunia pendidikan Islam nilai-nilai HAM menunjukkan relevansinya, selanjutnya tinggal bagaimana kesungguhan para stakeholder pendidikan untuk mengaktualisasikannya dalam pendidikan Islam secara praktis dan terprogram.
Integrasi Sains dan Teknologi dalam Sistem Pendidikan Islam Menurut Pandangan Al-Qur’an Sugiyono Sugiyono; Iskandar Iskandar
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2021): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.295 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v0i0.4102

Abstract

Tingginya angka penyalahgunaan dan kejahatan siber merupakan konsekuensi digitalisasi perkembangan teknologi. Kondisi logis ini mendasari penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui integrasi sains dan teknologi dalam sistem pendidikan Islam dalam pandangan Al-Qur’an. Desain penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan merujuk hasil penelitian terdahulu dari jurnal ilmiah terindek jurnal Sinta. Dari data yang dikumpulkan lalu dianalisis dan disimpulkan berdasarkan karakteristik dan substansi isinya, selanjutnya dibuat simpulan umum berdasarkan pandangan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan era dan budaya digital dalam pendidikan Islam telah dibarengi upaya penanaman nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai pendekatan seperti inovasi kurikulum, penguatan karakter, pembentukan lingkungan, dan keteladanan. Dengan demikian disimpulkan bahwa penanaman nilai Al-Qur’an telah berjalan dan terimplementasi dengan baik dalam penyelenggaraan pendidikan Islam namun masih perlu ditingkatkan melalui pengayaan literasi dan konten-konten digital islami yang mudah diakses oleh pendidik dan peserta didik.
Hakikat Potensi Manusia Menurut Alquran dan Hadis: The Nature of Human Potential According to the Koran and Hadith Mutmainnah Sukeriyadi; Mahyuddin Barni; Iskandar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4564

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penelitian mengenai makna potensi manusia yang sebenarnya menurut Al-Qur'an dan Hadist. Temuan pertama, manusia merupakan makhluk yang mempunyai pikiran dan pemikiran yang berbeda dengan hewan dan ciptaan Allah SWT lainnya. Manusia akan selalu mencari cara untuk bertahan hidup, melakukan segala aktivitas untuk selalu memenuhi kebutuhannya. Kedua, seluruh potensi manusia yang dapat dimanfaatkan oleh setiap individu untuk kepentingan diri sendiri, orang lain, dan kepentingan yang lebih luas, hingga terciptanya profil manusia terbaik menurut Al-Qur'an dan manusia berkualitas menurut kajian hadis. Ketiga, fungsi dan peran manusia menurut Al-Qur'an ada dua, yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah. Ketika manusia memahami fungsi dan peran 'abdullah dan khalifah, maka ada beberapa tugas manusia di muka bumi yang harus dilaksanakan. Tugas tersebut antara lain, mencari ilmu, memakmurkan bumi, menjaga amanah, dan bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Peneliti selanjutnya menggunakan tinjauan literatur terbatas yaitu literatur online untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Nilai penelitian ini menggambarkan bahwa hakikat manusia mempunyai makna dasar Basyar (manusia berdimensi tubuh), Insan (manusia berdimensi tumbuh kembang), an-nas (manusia sebagai makhluk sosial), bani Adam ( manusia dengan dimensi keturunan). Potensi yang ada pada diri manusia adalah potensi naluri (Emosional), potensi intelektual (Intelektual). Potensi (Fisik), Potensi Keagamaan (Spiritual).
Akal dalam Perspektif Alqur’an dan Hadits (Studi Analisis Pemikiran M. Abduh): Reason in the Perspective of the Qur'an and Hadith (Study of M. Abduh's Thought Analysis) Mokhamad Taufik; Mahyudin Bani; Iskandar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi akal dalam perspektif al-Qur’an dan hadits dengan menganalisis pemikiran Muhammad Abduh, membaca, mempelajari dan menggali mengenai akal dalam rangka membebaskan akal dari kejumudan, taklid, serta menjaga hubungannya dengan Allah Swt. Dalam melakukan penelitian, peneliti memakai pendekatan Library Research (penelitian kepustakaan). Studi literatur diperoleh dengan menggunakan berbagai macam sumber seperti : google scholar, jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait lainnya. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan dalam penelitian menjelaskan bahwa ; fungsinya wahyu memiliki dua tujuan, yakni sebagai informasi dan sebagai konfirmasi. Wahyu dapat memperkuat pengetahuan yang diperoleh akal. Kemunduran ummat Islam disebabkan karena tidak berfungsinya akal secara maksimal dan lebih memilih kepada taqlid, sehingga ummat Islam bergerak stagnan. Salah satu cara mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan ummat Islam adalah dengan dengan menggali firmant Allah; baik yang berupa Kitabullah (al-Qur’an) maupun alam sekitar (kauniyah) demi kemajuan dan peradaban bangsa.
KONSEP FITRAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIST Eko Nursalim; Iskandar
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 1 No. 1 (2021): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of the nature of Islamic education in the perspective of the Koran and Hadith from the literature review that was carried out, there were several findings in the research including; First, etymologically, Fitrah means al-khilqah (instinct, nature) and al-thabī'ah (nature, character, character) which Allah swt created in humans. Fitrah is also taken from the word al-fathr which means shaq (split). From this meaning, other meanings are born, including creator or event. Second, all human nature in the form of the potential for piety, apart from trying to grow and develop, must and need to be educated and directed. Because the influence of parents (representing the environment in the form of association, reading, education, and so on) can affect humans to be bad, evil and so on. Third, if the child has a basic nature that is seen as an evil trait, educational efforts are to educate, direct and focus on eliminating and replacing or at least reducing the elements of the crime. Fourth, humans are blessed with two extraordinary potentials, namely reason ('aql) and free will (nafs). It turns out that these two potentials can be the cause of an advantage that is difficult to imagine, but at the same time can be a very fatal weakness as well
PENDIDIKAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS Siti Rahmah; Iskandar
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 1 No. 1 (2021): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a perfect religion that not only regulates ritualistic relationships between humans and their creators, but Islam is a comprehensive religion that regulates all aspects of human life both spiritually and physically, as well as regulates human affairs in social life and lays down the principles of the nation and state. State, including matters related to politics, power and government, political education, in political Islam known as siyasa which studies matters concerning matters concerning the affairs of the people and the state with all forms of law, regulation, and policies made by the holder of power. The Qur'an also uses the term Sulthan, "Physical ability to exercise influence and or coercion on other people or society" Mulk, "Power as an object of right (ownership)", and bukm "Organizing order in human life. What is more discussed is related to the principles of leadership where humans are the main subject and at the same time the object in politics. These principles are deliberation, trustworthiness, fair dealing, leadership is responsibility, leaders must not deceive their people, leaders do not do wrong to their people, leaders must pay attention to the condition of the Islamic Ummah (welfare), leaders must act fairly in governing, leaders love their people and their people love him, positions because they are trusted are mandated not requested. This research is a research library (library research).