Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Standar Nasional Pendidikan pada Sekolah-Sekolah Unggulan di Samarinda Muhammad Iwan Abdi; Siti Muri'ah
FENOMENA Vol 9 No 1 (2017): FENOMENA VOL 9 NO. 1, 2017
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.373 KB) | DOI: 10.21093/fj.v9i1.858

Abstract

Implementation SNP (Education National Standard) in schools in each grade is the minimum criteria that must be met as a measure of achievement in education. One of the positive implications of achievement is the outcome of consistency in implementing the SNP is the emergence of the advantages possessed by the school. The schools’ competition in Samarinda had run to meet the demands of eight educational standards. Excellences that owned by the Madrasah (Islamic Schools) where both of the Madrasah were as a model among many madrasah (Islamic Schools) in Samarinda. The excellences are based on the fulfillment of the standards established in the SNP. These advantages are also implications for the public interest in both of Madrasah to send their children. The schools effort to bring school-superiority in terms of educating the students on aspects of cognitive, affective and psychomotor by presenting models of learning that are innovative, creative and fun. In addition, the schools have also implemented a school-based management model (SBM). School strategies in planning, implementation, and evaluation for the attainment of the eight standard of SNP are by involving various parties through school committee and stakeholders that are considered competent in fulfill the needs of the development of madrasah
Strategi Pengembangan Pendidikan Wilayah Perbatasan (Studi Kasus pada Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas Sebatik dan Nunukan) Siti Muri'ah
FENOMENA Vol 10 No 2 (2018): FENOMENA VOL 10 NO. 2, 2018
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.097 KB) | DOI: 10.21093/fj.v10i2.1340

Abstract

Penelitian ini hadir dalam rangka untuk memotret progress pendidikan serta upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan pendidikan di perbatasan dengan berbagai kompleksitasnya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field work research) yang mengambil fokus penelitian pada sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Kalimantan Timur, yang memfokuskan penggalian datanya pada strategi sekolah dalam melakukan pengembangan, strategi membangun kemitraan, pola pendidikannya serta faktor-faktor yang menjadi kendala. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan 3 teknik, yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul selanjutnya penulis menganalisis data dengan menggunakan model analisis interaktif Milles and Hubberman dengan alur: reduksi data, display data dan data conclutions. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat mernaik kesimpulan sebagai berikut: Strategi yang dikembangkan yaitu boarding school. Model penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut telah memadukan dua kategori yakni sekolah formal dengan asrama. Strategi sekolah dalam membangun kemitraan yakni dengan mengembangkan 4 hal, yaitu: relevansi yaitu, bahwa pendidikan yang diselenggarakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap bentukan siswa ketika mereka bersekolah baik pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Kualitas yaitu sekolah dapat menghadirkan model penyelenggarakan pendidikan yang dapat merubah anak didik menjadi lebih baik, dalam konteks pendidikan perbatasan pemberdayaan anak dengan ragam keilmuan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Otonomi kelembagaan yaitu sekolah menjadi dapat menjadi pelopor kepedulian terhadap nasib dan masa depan anak-anak perbatasan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. Pola pendidikan yang diterapkan antara lain: pendidikan boarding school, pendikan wawasan kebangsaan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam mengembangkan sekolah yaitu faktor geografis, minimnya tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, ketersedian sapras yang kurang memadai, dekadensi cinta tanah air, problem religiusitas serta minimya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.