Fitriana Fitriana
Universitas Malikussaleh, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Jurusan Antropologi & Sosiologi, Program Studi Sosiologi.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Khanduri Meuninum Pade Pada Masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Fitriana Fitriana; Amiruddin Ketaren
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 8, No 1 (2022): Budaya Lokal
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v8i1.6511

Abstract

Penelitian ini berjudul Khanduri Meuninum Pade Pada Masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini mengfokuskan pada motif masyarakat di Gampong Cot Leupee Kecamatan Nisam masih melakukan khanduri meuninum pade di era modern ini, dan proses pelaksanaan khanduri meuninum pade pada masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam dari proses sebelum melaksanakan khanduri hingga proses ketika pelaksanaan khanduri. Penelitian ini menggunakan teori budaya perspektif Clifford Geertz. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunaka pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motif masyarakat Gampong Cot Leupee masih melakukan khanduri meuninum pade adalah (a) adanya manfaat bagi masyarakat, (b) membangun hubungan silaturrahmi sesama petani, (c) mengikuti aturan keujruen blang, dan (d) mendoakan meningkatkan hasil panen. Proses pelaksanaan khanduri meuninum pade pada masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam adalah (a) proses sebelum dilaksanakan khanduri meuninum pade dimulai dari penentuan jadwal khanduri yang ditentukan oleh keujruen blang, penyampaian informasi jadwal khanduri pada geuchiek, dan geuchiek mengumumkan kepada masyarakat, mengundang ustaz sebagai pemimpin doa, dan mengumumkan jadwal gotong royong bersama, dan menyiapkan biaya pelaksanaan khanduri, (b) Proses ketika dilaksanakan khanduri meuninum pade dimulai gotong royong bersama, menyiapkan makanan dan membawa ketempat usaha, berdoa terlebih dahulu, menikmati makan bersama, mendengar informasi yang disampaikan oleh keujruen blang, dan membersihkan tempat tersebut setelah siap khanduri.