Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Baitul Maal Wa At-Tamwil Umat Mandiri-Pesantren Hidayatullah Balikpapan Menggunakan Maslahah Performa M. Rizky Kurnia Sah; Achmad Firdaus; Mukhammad Yasid
Al-Tijary AL-TIJARY VOL. 7, NO. 1, DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.057 KB) | DOI: 10.21093/at.v7i1.3189

Abstract

This research generally describes the application of performance measurement in Baitul Maal wat Tamwil (BMT) based on orientation to benefit all stakeholders (stakeholders & shareholders), but studies that specifically measure aspects of the methodology for implementing performance measurement are still limited. Therefore, Maslahah Performa is used as an instrument in the application of performance measurement in BMT Umat Mandiri. The study aims to determine the implementation of performance measurement Maslahah Performa issues on BMT Umat Mandiri. Knowing the results of the analysis of the application of process performance measurement and benefit-based performance results in BMT Umat Mandiri. The methodology used in this study is qualitative and quantitative research methods with case study design. The research findings indicate that six benefit orientations exist in BMT Umat Mandiri. These orientations include worship, internal processes, talents, learning, customers, and property. The six orientations found in this research have a foundation of benefit in realizing strategic objectives for the achievement of benefit. BMT Umat Mandiri has a process performance of 0,400 and performance results of 0,656 which means that BMT Umat Mandiri provides less benefit to stakeholders.
Al-Sharf Dalam Pandangan Islam M. Rizky Kurnia Sah; La Ilman
Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Vol. 7 No. 2 (2018): Ulumul Syar'i
Publisher : LPPM STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transaksi mata uang (al-Sharf) dalam kitab fikih sangatlah sedikit dan juga terbatas pembahasannya di kalangan para ahli fukaha. Keterbatasan ini dapat dipahami, karena pada masa lampau, ketika kitab fikih sedang ditulis oleh fuqaha, permasalahan jual beli mata uang bukan masalah yang menonjol sebagaimana masalah muamalat lainnya. Dengan demikian perhatian tidak cukup banyak terhadap masalah ini. Masalah valuta muncul ke permukaan dan menjadi perbincangan ulama setelah terjadi ketidakstabilan nilai tukar emas dan perak pada masa kesultanan Mamluk, tepatnya masa Nasir Muhammad bin Qalamun semasa Imam Ibnu Taimiyah. Saat ini terdapat berbagai bentuk transaksi ekonomi kontemporer, seperti perdagangan mata uang. Dalam kaitan ini, bagaimana fikih mu’âmalah menjawab berbagai persoalan tentang bentuk-bentuk transaksi ekonomi kontemporer saat ini, seperti halnya perdagangan mata uang yang pembahasannya dalam kitab-kitab fiqih klasik masih terlalu global. Untuk sampai pada pemahaman tersebut, perlulah dikemukakan pandangan hukum Islam terhadap perdagangan mata uang, yang status hukumnya masih dalam keraguan dari segi hukum Islam. Mungkin perdagangan ini tidak akan menjadi persoalan, apabila dalam prakteknya terkandung itikad baik agar dalam pelaksanaannya tidak merugikan kedua belah pihak.