Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN pH PADA PERTUMBUHAN MIKROALGA KLAS CHLOROPHYTA Gunawan Gunawan
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.134 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3875

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh derajat keasaman (pH) terhadapmikroalga klas Chlorophyta. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak lengkapdengan tiga ulangan. pH yang digunakan adalah 3, 5, 7. Parameter yang diamati adalahlaju pertumbuhan (Optical Density) dan biomassa kering. Masing-masing perlakuanditumbuhkan pada flask dengan volume 500 ml, selama 16 hari. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa derajat keasaman berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroalga.Pertumbuhan terbaik di capai pada derajat keasaman (pH) 7.
JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN SUNGAI TABUK, KELURAHAN ULU BENTENG, KECAMATAN MARABAHAN, KABUPATEN BARITO KUALA Norhaifa Norhaifa; Sasi gendro Sari; Gunawan Gunawan
Bioscientiae Vol 19, No 1 (2022): Bioscientiae Volume 19 No 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.765 KB) | DOI: 10.20527/b.v19i1.5118

Abstract

Tumbuhan paku berperan penting untuk lingkungan, Tumbuhan paku juga berpotensi sebagai sumber pangan dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui spesies tumbuhan paku yang terdapat di Kawasan Sungai Tabuk, Kelurahan Ulu Benteng, kecamatan Marabahan, kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam peneitian ini yaitu porposive sampling Pengambilan sampel tumbuhan paku di lakukan dengan membuat plot seluas 10x10 meter dikanan dan kiri tepi sungai pada 12 stasiun yang berbeda di kawasan Sungai Tabuk. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukannya 10 spesies yaitu, Nephrolepis biserrata, Nephrolepis cordifolia (L), Davallia denticulate (Burm), Drynaria sparsisora Moore., Pyrrosia piloselloides, Pteridium esculentum, Blechnum orientale, Stenochlaena palustris, Asplenium pellucidum, dan Lygodium microphylum, yang termasuk dalam kelas yang sama yaitu polypodiopsida. Stenochlaena palustris dan Blechnum oriental merupakan tumbuhan paku reofit, merupakan tumbuhan paku reofit. Faktor lingkungan di kawasan Sungai Tabuk menunjukkan angka yang cukup optimal untuk pertumbuhan tumbuhan paku di kawasan tersebut. Keanekaraganman jenis tumbuhan paku yang ditemukan dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan
Autekologi dan Pemanfaatan Buah Untit (Nephelium maingayi Hiern) oleh Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Dini Pujiarti; Gunawan Gunawan; Eny Dwi Pujawati
Bioscientiae Vol 18, No 1 (2021): Bioscientiae Volume 18 No 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.292 KB) | DOI: 10.20527/b.v18i1.4064

Abstract

Indonesia is a country with diverse genetic resources (SDG) of tropical fruits, this study aimed to provide information about Untit fruit including environmental factors associated with this fruit (Nephelium maingayi), and utilization of the Untit fruit plant by the Dayak Ngaju tribe in Cempaga District, Kotawaringin Timur Regency, Central Kalimantan. The data used in this study were primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by field observation and semi-structured interviews using a questionnaire. Secondary data is the result of literature studies from various libraries to support primary data. Environmental parameters (air temperature, humadity, soil pH, soil temperature, altitude and distance from water sources) in the field were analysis using Principal Component Analysis (PCA). The result of analysis showed that the most influential enviromental factor Untit fruit plants was air temperature. The plant was used as table fruit, medicine and building materials. In addition, the fruit plant Untit is used by the Dayak Ngaju tribes as a medicine for stomach aches (dysentery), medicine for wounds, rashes, pimples and ulcers. The most widely used parts of the plant were fruit, leaves, stems and bark.