Samsinar
Akbid Karya Bunda Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP BAHAYA ASAP ROKOK PADA JANINNYA Samsinar; Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.924 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.23

Abstract

Abstrak determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu hamil. Asap rokok yang memapari ibu hamil dapat berpotensi melahirkan bayi yang meninggal, gizi buruk, mengganggu metabolism pertumbuhan janin, DJJ janin lemah dan adanya gangguan system saraf janin, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pengetahuan ibu hamil terhdap bahaya asap rokok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 64 orang dengan metode pengambilan sampel dengn cara accidental sampling dengan data primer. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik S pada periode bulan Mei-Juni 2018. Analisis data menggunakan SPSS sehingga didapatkan hasil bahwa dari 64 responden terdapat 71.9% memiliki pengetahuan rendah dan determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu bersalinan dipengaruhi oleh pendidikan (Pvalue 0.031), Usia (Pvalue 0.041), Lingkungan (Pvalue 0.044) dan pekerjaan (Pvalue 0.044). Sehingga dapat disimpulkan bahwa determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu hamil dipengaruhi oleh factor pendidikan, usia, lingkungan dan pekerjaan, untuk itu diperlukan upaya promotif untuk mengurangi dampak hasil paparan asap rokok.
PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN SUSU FORMULA TERHADAP BAYI USIA 0-12 BULAN Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.681 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.30

Abstract

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Memberikan Susu Formula Terhadap Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Jambe Tahun 2019. Jenis makanan prelakteal yang di berikan cukup beragam antar daerah tergantung kebiasaan daerah tersebut. Pada (Rikesdas 2013) jenis makanan prelakteal yang paling banyak di berikan kepada bayi yaitu susu formula sebesar (79,8 %). Susu formula yakni produk susu bayi yang berasal dari susu sapi yang telah di formulasikan sehingga komposisinya mendekati ASI. (Flashbook, 2013). Pemberian susu formula dengan botol yang tidak sesuai prosedur meningkatkan risiko diare karena kuman dan masalah medis lain yang mungkin timbul adalah perubahan flora usus, terpapar antigen dan kemungkinan meningkatnya sensitivitas bayi terhadap susu formula (alergi) dan bayi kurang mendapat perlindungan kekebalan dari kolostrum yang keluar justru di hari hari pertama kelahiran. (Idai.or.id). Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor umur, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pekerjaan, status ekonomi, sumber informasi, dukungan tenaga kesehatan. Memberikan susu formula kepada bayi dapat di lihat dari aspek pengadaan air, sterilisasi botol, personal hygiene, cara menyimpan susu formula. (dr. Suririnah, 2009). Penelitian ini adalah metode deskrptif atau dengan cara pendekatan cross sectional dan data primer. Pengambilan populasi dan sample sebanyak 54 orang dengan menggunakan metode accidental. Hasil penelitian denagn menggunakan 7 variable. Terdapat 6 variable yang berhubungan dan 1 variable tidak berhubungan. Menurut variable umur ibu p value 0.038, menurut variable pendidikan ibu p value 0.038, menurut variable pengetahuan ibu p value 0.036, menurut variable pekerjaan ibu p value 0.123, menurut variable status ekonomi ibu p value 0.016, menurut variable sumber informasi p value 0.038, menurut variable dukungan tenaga kesehatan p value 0.019. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku dalam pemberian susu formula.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IBU MENYUSUI SECARA ASI EKSKLUSIF Samsinar; Munawaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.785 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.41

Abstract

ASI ekslusif menurut (Word Health Organization 2011) adalah memberikan hanya asi saja tanpa memberikanmakanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat vitamin, namun bukan berarti setelah pemberian ASI ekslusif dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor mempengaruhi keberhasilan ibu menyusui secara ASI Ekslusif di Puskesmas Kronjo tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan kasus kontrol dan jenis data yang diambil adalah data primer dengan yang dilaksanakan pada bulan April-Mei Tahun 2020 sebanyak 39 responden ibu menyusui. Hasil yang didapatkan adalah ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,039 dan nilai OR = 3,542), Ada hubungan antara peran nakes (p value = 0,001 dan nilai OR = 0.667), Ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,027 dan nilai OR = 6.045) dengan keberhasilan menyusui secara asi eksklusif. Dan tidak ada hubungan antara sikap (p value = 0,075 dan nilai OR = 0.411) dan sumber informasi (p value = 0,081 dan nilai OR = 1.200). maka dari itu, Diharapkan Tenaga kesehatan baik bidan maupun kader kelompok pendukung asi dapat terus meningkatkan keaktifannya dalam kegiatan kelompok pendukung asi. dan dalam kegiatan tersebut hendaknya dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk dapat menyusui bayinya
FAKTOR KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI USIA 6-24 BULAN DI BPS Y KOTA TANGERANG Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.757 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.47

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik ciptaan tuhan yang diperuntukan khusus untuk bayi yang bari di lahirkan. Makanan makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan teknologi masa kini, ternyata tidak mampu menandingi keunggulan Asi. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI Eksklusif di Indonesia adalah belum semua tempat kerja menyediakan ruang ASI. Guna mendukung pemberian ASI di tempat kerja, dr. Jane menyebutkan peraturan yang mendukung yaitu: UU Kesehatan Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah ASI. Untuk mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui usia 6-24 bulan di BPS Bidan Yohana padaperiode November Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik. variable yang digunakan yaitu umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan riwayat penyakit ibu, adapun sampel yang diambil dari penelitian ini yaitu sebanyak 70 responden yang memiliki bayi berumur 6-24 bulan di BPS Yohana. hasil penelitian didapatkan pada variable menurut umur 20-35 sebesar 30, atau (78,9%), menurut pendidikan sebesar 20, atau (52,6%), menurut pengetahuan sebesar 23, atau (60,5%), menurut pekerjaan sebesar 18, atau (47,4%), menurut dukungan keluarga 21, atau (55,5%), menurut dukungan petugas kesehatan sebesar 32, atau (84,2%), menurut riwayat penyakit sebesar 34, atau (89,5%).