ASI ekslusif menurut (Word Health Organization 2011) adalah memberikan hanya asi saja tanpa memberikanmakanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat vitamin, namun bukan berarti setelah pemberian ASI ekslusif dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor mempengaruhi keberhasilan ibu menyusui secara ASI Ekslusif di Puskesmas Kronjo tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan kasus kontrol dan jenis data yang diambil adalah data primer dengan yang dilaksanakan pada bulan April-Mei Tahun 2020 sebanyak 39 responden ibu menyusui. Hasil yang didapatkan adalah ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,039 dan nilai OR = 3,542), Ada hubungan antara peran nakes (p value = 0,001 dan nilai OR = 0.667), Ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,027 dan nilai OR = 6.045) dengan keberhasilan menyusui secara asi eksklusif. Dan tidak ada hubungan antara sikap (p value = 0,075 dan nilai OR = 0.411) dan sumber informasi (p value = 0,081 dan nilai OR = 1.200). maka dari itu, Diharapkan Tenaga kesehatan baik bidan maupun kader kelompok pendukung asi dapat terus meningkatkan keaktifannya dalam kegiatan kelompok pendukung asi. dan dalam kegiatan tersebut hendaknya dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk dapat menyusui bayinya