Siti Maisaroh
Akbid Karya Bunda Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUPTURE PERINEUM Siti Maisaroh; Yuliwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.672 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.24

Abstract

Abstrak Faktor yang berhubungan dengan rupture perineum. Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu ) tanpa disetrai adanya penyulit.Rupture perineum umumnya terjadi pada persalinan dengan traumatic. Robekan jalan lahir biasanya akibat episiotomi, robekan spontan perineum, trauma forcep atau vakum ekkstraksi, atau karena versi ekstraksi (Prawirohardjo,2011).Jumlah kematian ibu di Kabupaten Tangerang pada tahun 2016 adalah sebanyak 57 kematian. Dan jumlah kematian bayi sebesar 289 kasus, jumlah kematian ibu pada tahun 2016 terjadi peningkatan tahun 2015 sebanyak 52 kasus. Tujuan penelitian iniUntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rupture perineum di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan tentang suatu keadaan tanpa menganalisis lebih lanjut atau dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang yang mengalami rupture perineum periode Tahun 2017 yaitu sebanyak 170 kasus. Sample yang digunakan adalah Random sampling yaitu suatu tekhnik pengambilan sample atau elemen secara acak, dimana setiap elemen atau anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sample dengan cara melakukan pengundian pada seluruh populasi sebanyak jumlah sample yang dibutuhkan didapatkan hasil 99 responden. analisis data yang digunakanadalahanalisisbivariat (chi square test dan odds ratio). Hasilpenelitianmenunjukanbahwaadahubunganantara variable independent dengan variable dependent, berdasarkanparitasP value = 0,007dan OR = 3,343, jarak persalinanP value=0,006dan OR=3,410, distosia bahuP value=0,019dan OR=0,350, berat badan bayidenganP value=0,000dan OR=4,857.Untuk itu perlu dilakukanasuhan sayang ibu agar proses bersalin menjadi aman dan nyaman,sehingga komplikasi persalinan dapat di minimalisir.
HUBUNGAN HYPNOBIRTHING TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III PRIMIGRAVIDA Liza Anggraeni; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.757 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.48

Abstract

Hypnobirthing merupakan satu teknik terapi perilaku untuk menurunkan ketegangan fisiologis dan kecemasan terutama saat persalinan. Pentingnya hypnobirthing adalah karena masih kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing serta perlunya peningkatan pemahaman ibu hamil tentangi hypnobirthing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Hypnobirthing dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil TM III Primigravida di PMB S Tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat quasy eksperimen yang dilaknasanakan di PMB Syafyeni yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November dengan melibatkan dengan sampel 10 orang sebagai kelompok control (penyuluhan) dan 10 orang sebagai kelompok intervensi (hypnobirthing). Hasil penelitian berdasarkan posttest pada kelompok intervensi 3 orang (30%) tidak mengalami kecemasan,2 orang (20.0%) mengalami kecemasan ringan, 2 orang (20%) mengalami kecemasan tingkatsedang, 3 orang (30%) mengalami tingkat kecemasan berat. Hasil uji-t berpasangan (paired-t test) memperlihatkan bahwa nilai mean tingkat kecemasan pretest (sebelum perlakuan hypnobirthing) adalah 2.50 dan nilai mean tingkat kecemasan postest (setelah perlakuan hypnobirthing) adalah 2.50. Hal ini berarti terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah perlakuan hypnobirthing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan hypnobirthing berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil TM III Primigravida. Sehingga diperlukan penerapan perlakuan hypnobirthing untuk mengurangi tingkat kecemasan