Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan metode topsis Dalam penerima kredit : (studi kasus Diskopukm Provsu) Tomoyud Sintosaro Waruwu; Mhd. Dicky Syahputra Lubis; Rini Sianturi
Jurnal Sains dan Teknologi Widyaloka (JSTekWid) Vol. 1 No. 2 (2022): JSTekWid (July 2022)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Loka Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.602 KB) | DOI: 10.54593/jstekwid.v1i2.97

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam Bahagia merupakan salah satu lembaga keuangan non-bank dalam bentuk koperasi yang melayani kebutuhan anggotanya dalam jasa peminjaman dengan jaminan berupa simpanan anggota, sertifikat tanah atau bangunan, buku pemilik kendaraan bermotor atau mobil (BPKB) dengan tujuan memberikan pelayanan dan kemudahan bagi calon kreditur dalam perekonomiannya. kebutuhan Pemberian pinjaman dana kepada calon kreditur pun harus dengan persetujuan dari kepala koperasi/dewan koperasi. Persetujuan tersebut, pada umumnya memerlukan pertimbangan-pertimbangan seperti melakukan analisis terhadap kemampuan membayar calon kreditur. Karena setiap calon kreditur kondisi ekonominya berbeda-beda, maka harus jeli dalam mengambil keputusan. Dalam menentukan layak atau tidaknya penerima pinjaman, maka harus ada penilaian kriteria-kriteria yang ditetapkan sebagai acuan pengambilan keputusan. TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981). TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terpanjang (terjauh) dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean (jarak antara dua titik) untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal