Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KESULITAN BELAJAR MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Geri Syahril Sidik; Agus Ahmad Wakih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2019): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.35 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v4i1.633

Abstract

One of the goals of teaching mathematics in elementary schools is students are able to understand mathematical concepts, explain the interrelationships of the concepts and apply algorithmic concepts in a flexible, accurate, efficient and precisely in solving their daily problems. The elementary schools nowadays show that there are still found many students who have difficulty in solving problems related to the subject matter, especially on arithmetic operations of integers. This research is a qualitative descriptive study. Students in first grade are given a worksheet to solve individually by writing out the work steps clearly. Six students were chosen as research subjects to be analyzed. The sixth research subject consists of 2 subjects who have high mathematical abilities, 2 medium, and 2 low mathematical abilities. The difficulty of the subject was observed by examining the worksheet's answer and giving clinical interviews related to the results of his work. Based on the results of data analysis, the difficulty of learning mathematics of elementary school students in integer operations is: 1) students have difficulty understanding the purpose of the question so that it incorrectly translated into mathematical sentences; 2) students have difficulty operating numbers that contain negative signs; 3) 95% of students have difficulty understanding the meaning of equal sign (=); 4) students have difficulty carrying out the division operations.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Deni Chandra; Agus Ahmad Wakih; Febri Fajar Pratama
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Deni Chandra; Agus Ahmad Wakih; Febri Fajar Pratama
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
Peningkatan Hasil Belajar 4 Gerakan Tari Kupu-Kupu Menggunakan Video Learning Di Kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya Rizqie Dwiyanti Ayuningtias; Agus Ahmad Wakih; Winarti Dwi Febriani
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.478 KB) | DOI: 10.58192/sidu.v2i1.622

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajar 4 gerakan tari kupu-kupu di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan 4 gerakan tari kupu-kupu dengan menggunakan video learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perncanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam setiap siklus. Bahasan penelitian ini menggunakan video learning dalam proses pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu yang dilakukan tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu menggunakan video learning di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut sebelum menggunakan video learning (Pra tindakan) memperoleh nilai rata-rata 63,5 dengan presentase 15% kategori “kurang” Setelah menggunaan video learning pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 68,5 dengan presentase 44% kategori “kurang” Kemudia pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 80,5 dengan presentase 81% kategori “baik”.
Analisis Penggunaan Metode Hand Sign dalam Pembelajaran Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Neng Nadiana; Riza Fatimah Zahrah; Agus Ahmad Wakih
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45162

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan observasi awal pada saat melaksanakan PLP II di SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya, terlihat fenomena bahwa peserta didik tidak tertarik terhadap pembelajaran angklung karena dianggap membosankan terhadap pembelajaran angklung. Maka tujuan penelitian mendeskripsikan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan hambatan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung ke SDN 2 Tuguraja untuk mengetahui penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung, wawancara kepada wali kelas, pelatih, serta peserta didik dan dokumentasi sebagai bukti telah melakukan penelitian serta populasi sampel atau responden kepada 6 peserta didik kelas V yang selalu mengikuti latihan pembelajaran angklung di SDN 2 Tuguraja. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan menggunakan metode hand sign dalam proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu dapat memudahkan peserta didik dalam proses latihan pembelajaran angklung, menarik perhatian para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran alat musik angklung karena metode hand sign dianggap unik, hal positif yang didapatkan peserta didik dalam mengikuti setiap proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu menanamkan perilaku disiplin, tanggung jawab, kreativitas serta kerjasama. Kesimpulan dari penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung dapat memudahkan serta dapat menarik perhatian para peserta didik dalam pembelajaran angklung, hambatan dalam penerapan metode hand sign yaitu peserta didik selalu bercanda, sehingga suasana menjadi ricuh dan tidak efektif, solusi hambatan penerapan metode hand sign pelatih harus senantiasa mengawasi proses latihan pembelajaran angklung, memberi motivasi dan memberi apresiasi.
Hubungan Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran Audio Visual terhadap Minat Belajar Siswa Munaa Mutma’innah Tr; Fajar Nugraha; Agus Ahmad Wakih
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i3.1111

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the relationship between learning motivation and audio-visual learning media on students' learning interest at SDN 1 Siluman. This study uses a quantitative approach and the type of research chosen is correlation research. The population is all grade VI students at SDN 1 Siluman for the academic year 2023/2024 with a total of 54 students. The sample used is saturated sampling, so the entire population is sampled in this study. Data collection techniques through questionnaires. Data analysis techniques through correlation testing. Based on the research results, it can be seen that there is a relationship between learning motivation and students' interest in learning with a correlation coefficient of 0.719, so it can be combined based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and student learning interest with a correlation coefficient of 0.696, so it can be classified based on the interpretation correlation coefficient as a strong relationship. There is a relationship between audio-visual learning media and learning motivation with a correlation coefficient of 0.932, so it can be categorized based on the interpretation of the correlation coefficient as a very strong relationship. Based on this research, educators can increase student motivation and interest in learning with the use of audio-visual media.
Transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial di era Kurikulum Nasional Deni Chandra; Riga Zahara Nurani; Agus Ahmad Wakih; Bila Fadilah; Ari Rizki Fauzi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.30460

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan kearifan lokal serta nilai-nilai psikososial dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, mengidentifikasi potensi integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial, serta mengembangkan model bahan ajar berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik peserta didik pada era Kurikulum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV–V di lima sekolah dasar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih dominan berpusat pada teks dan belum optimal menanamkan nilai-nilai psikososial serta budaya lokal. Bahan ajar hasil pengembangan yang mengintegrasikan nilai empati, tanggung jawab, dan gotong royong dengan konten budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa dan efektivitas pembelajaran. Rata-rata hasil uji coba menunjukkan peningkatan 24% pada aspek keterampilan literasi dan 31% pada indikator nilai-nilai psikososial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal secara lebih luas untuk mendukung profil pelajar Pancasila di sekolah dasar.
Internalization of Gapura Pancawaluya Values through Community Based Creative Dance Learning in Angklung Sered Balandongan Rivaldi Indra Hapidzin; Trianti Nugraheni; Tati Narawati; Agus Ahmad Wakih
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4642

Abstract

Community-based dance learning plays an important role in character education and the strengthening of cultural identity. This study aims to examine the pedagogical process, representations of cultural values, and the learning implications of Creative Dance in Angklung Sèrèd Balandongan within a community context. The research employed a qualitative case study approach grounded in ethnopedagogy and was conducted in Balandongan Village, Tasikmalaya, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation across different age groups. The findings indicate that the learning of Creative Dance in Angklung Sèrèd Balandongan functions as a socio-cultural learning ecosystem that integrates embodied experience, the symbolic meanings of dance properties, and local Sundanese values. Aesthetic transformation is reflected in the development of movement quality and expressive engagement among participants, while the internalization of the Gapura Pancawaluya values cageur, bageur, bener, pinter, singer, and pangger is realized through the symbolic interpretation of the umbrella, kolotok, and Hihid. These findings affirm that community-based creative dance pedagogy contributes significantly to character formation in education and to the sustainability of local culture.