Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

RELATIONSHIP MANAGEMENT STAF HUMAS PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II Ade Muana Husniaty; Mardhiah Ainol; Kamaruddin Kamaruddin; Nensi Anggreni Br Ginting
Jurnal Jurnalisme Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v10i1.4890

Abstract

Penelitian ini berjudul Relationship Management Staf Humas Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT. Perkebunan Nusantara II. Penelitian ini berfokus pada Relationship Management staf Humas Pabrik Gula Kwala Madu kepada karyawan tetap dan karyawan PKWT dan hambatan pada humas Pabrik Gula Kwala Madu dari masyarakat yang beragam macam dan sifat yang berbeda-beda. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Relationship Management staf humas Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT. Perkebunan Nusantara II. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dipilih penelitian deskriptif kualitatif (Descriptif Qualitative). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dekomentasi, dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan. Peran humas di PGKM dalam menjalankan tugasnya sudah sesuai dengan SOP yang ditentukan oleh perusahaan dan seluruh keluhan karyawan juga di respon dengan baik begitu pun dengan komunikasi internal yang mereka terapkan sudah sesuai dengan peran humas pada umumnya, meskipun humas yang ada di PGKM ditempatkan di departemen yang sama dengan SDM/ HRD (Human Recources Development). Begitu juga dengan hambatan yang terjadi dari masyarakat yang beragam dan sifat yang berbeda-beda semua ditanggapi dengan tenang sehingga tidak pernah terjadi keributan antara staf humas dengan karyawan atau masyarakat.
KONSTRUKSI IDENTITAS KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA HALAL ACEH Ade Muana Husniati; Maryam Maryam
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3099

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana identitas komunikasi pariwisata halal Aceh yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak tahun 2016 dikonstruksikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta tim pariwisata halal Aceh yang terdiri dari banyak elemen baik swasta, akademisi maupun pemerintahan Aceh itu sendiri. Brand pariwisata Aceh ini mengusung tema Islam yang Rahmatan Lil’alamin (rahmat bagi semesta alam) sebagai semangat bersama untuk memajukan industri pariwisata Aceh, sebagai cahaya benderang yang mengajak pada nilai-nilai kebaikan, kemakmuran, dan memberikan manfaat serta kebaikan bagi semua pihak yang tercermin melalui program-program pariwisatanya. Semangat dalam membentuk identitas pariwisata Aceh dengan tagline the light of Aceh atau Cahaya Aceh secara perlahan ingin merubah pandangan publik terhadap citra buruk syariah yang digambarkan oleh media selama ini yang dikemas dalam sebuah branding baru “the light of Aceh”. Penelitian dengan paradigma konstruktivisme ini menjadikan pihak internal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta tim publikasi, tim pariwisata halal dan stakeholders eksternal lainnya yang ada di industri pariwisata Aceh sebagai informan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dijalankan oleh Disbudpar Aceh dalam mengkonstruksi destinasi wisata halal aceh dengan memanfaatkan social media terutama Instagram sangat kekinian dan tepat sasaran, disamping penggunaan media lainnya serta dibantu dengan bentuk komunikasi tatap muka. Hal ini tampak pada beberapa prestasi yang diperoleh baik pada tingkat nasional, maupun internasional atas upaya yang telah dilakukan tersebut.
TERPAAN DRAMA KOREA TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Khairiah Khairiah; Cindenia Puspasari; Ratri Candrasari; Ade Muana Husniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.4013

Abstract

Korean drama series produced by foreign stations in Korea are very popular in Indonesia and have many fans. Some of the reasons are Korean dramas provide great inspirations, especially on lifestyle and fashion ideas. The purpose of the research is to determine how much Korean drama exposure has on influenced the fans’ lifestyle, especially the students of Communication Science at Universitas Malikussaleh. The research sample was taken using the purposive sampling technique. The research approach used is quantitative with survey techniques and data analysis using SPSS (Statistical Package for Social Sciences) version 22. The results of this research showed that there is an influence between the Korean drama exposure variable on the fan lifestyle variable in Communication Science students at Malikussaleh University.Drama Korea yang memproduksi serial drama dari negara Korea sangatlah popular di Indonesia. Hal ini dikarenakan drama Korea dapat memberi banyak inspirasi, khususnya pada gaya hidup dan fashion. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh terpaan drama Korea terhadap gaya hidup penggemar pada mahasiswa ilmu komunikasi. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survey dan menganalisis data dengan SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel paparan drama Korea terhadap variabel gaya hidup penggemar pada mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas Malikussaleh.
ANALISIS FRAMING: BERITA PERAWATAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA (RSUCM) SAAT PANDEMI PADA SERAMBINEWS.COM Ulan Anandari; Ade Muana Husniati
Jurnal Jurnalisme Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v12i1.12567

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana framing pemberitaan pada serambinews.com selama periode 1 sampai 6 Mei 2021 terkait berita perawatan pasien covid-19 di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) saat pandemi covid-19. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis Zongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data utama melalui dokumen berita lalu dianalisis dengan teknik reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah media online serambinews.com menggunakan bahasa yang baik dan mudah untuk dimengerti. Serambinews.com juga menulis berita sesuai  fakta yang disampaikan oleh narasumber yang keseluruhan artikel menggunakan sumber berita atau sumber informasi dari pihak Humas RSUCM itu sendiri. Namun serambinews.com tidak memenuhi semua struktur dalam analisis Zongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Dari empat struktur, hanya tiga yang dipenuhi yaitu sintaksis, tematik dan retoris, dan tidak memenuhi unsur skrip yaitu bagaimana (how).
Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Pelatihan Teknik Pemasaran dan Pemanfaatan Teknologi Digital Bagi UMKM di Kota Lhokseumawe Maryam; Aiyub; Muryali; Saharuddin; Ade Muana Husniati; Maisyura
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i1.11764

Abstract

Digital marketing training and the use of digital technologies have become essential in today’s business environment. Increasing competition requires MSMEs to adapt by improving digital literacy and skills, particularly among groups with limited prior knowledge. In this context, stakeholders play a strategic role in providing knowledge, facilities, and sustained support to enable MSMEs to leverage digital channels and expand market access. This article examines a digital marketing and digital technology utilization training program for MSME practitioners in Lhokseumawe City, covering training materials, implementation methods, benefits, impacts, participant feedback, and follow-up recommendations. The program aimed to strengthen basic digital competencies, especially digital marketing strategies and the use of digital media to promote processed food products, which are predominantly produced by women-led MSMEs. The training was implemented through cross-sector collaboration involving government, academia, and MSME communities. The results indicate a meaningful impact, reflected in increased participants’ understanding of digital marketing, stronger motivation to promote their businesses through digital media, and initial actions such as creating accounts on online platforms. These findings suggest that digital marketing and digital media training can serve as a driving force for strengthening MSME capacity. Therefore, similar programs should be continuously promoted to generate long-term benefits for the economic sustainability of MSMEs in Lhokseumawe City.
Model AISAS sebagai Media Promosi Digital (Analisis Respon Konsumen pada Akun Instagram @Dapue.Moonra dan @Bitsybites.m) Siti Hana Fatinah; Ade Muana Husniati; Masriadi; Ainol Mardhiah; Anismar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon konsumen terhadap promosi digital yang dilakukan oleh akun Instagram @dapue.moonra dan @bitsybites.m dengan menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap konsumen dari kedua akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Attention dan Interest, strategi visual seperti foto produk yang menarik, promo, dan testimoni mampu menarik perhatian serta minat konsumen. Pada tahap Search, konsumen aktif mencari informasi tambahan melalui highlight, dan story, maupun komunikasi langsung dengan penjual. Tahap Action terlihat dari proses pembelian yang sebagian besar dilakukan melalui pemesanan online maupun pembelian langsung di outlet. Sementara itu, tahap Share menunjukkan bahwa sebagian konsumen bersedia merekomendasikan produk melalui cerita di media sosial maupun secara langsung kepada orang-orang terdekat. Secara keseluruhan, penerapan model AISAS pada akun @dapue.moonra dan @bitsybites.m terbukti efektif dalam menarik perhatian, membangkitkan minat beli, hingga mendorong tindakan konsumen melakukan pembelian dan rekomendasi.
Analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats) Toko Isano Collection Lhokseumawe Dalam Menentukan Strategi Komunikasi Pemasaran Reza Abdar; Anismar; Ade Muana Husniati; Ainol Mardhiah; Cindenia Puspasari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15818

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing Toko Isano Collection Lhokseumawe di tengah persaingan usaha ritel yang ketat. Isano Collection menjual berbagai merek sandal dan sepatu serta telah memanfaatkan media sosial sebagai saluran promosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik, pengelola, karyawan, dan pelanggan, serta studi dokumentasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan (Strengths) Isano Collection meliputi kelengkapan varian merek dan produk, lokasi yang strategis, kualitas produk, layanan ramah, promosi online aktif, dan penawaran diskon produk. Kelemahan (Weaknesses) mencakup keterbatasan jumlah karyawan dan sistem pencatatan stok manual. Peluang (Opportunities) ditemukan melalui pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan pemasok luar kota, dan pemanfaatan momen hari besar, sedangkan ancaman (Threats) berasal dari hadirnya pesaing baru, persaingan harga, serta perubahan tren fesyen sepatu. Berdasarkan temuan tersebut, strategi komunikasi pemasaran Toko Isano Collection yang disarankan meliputi interaksi tatap muka (personal selling) di dalam toko, iklan/promosi digital melalui media sosial, dan penguatan komunikasi antar-pelanggan (word-of-mouth). Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha Isano Collection di pasar lokal.
Pencegahan KBGO Guna Membangun Ruang Aman Digital Bagi Anak & Perempuan Muslim di Era Society 5.0 Cindenia Puspasari; Eva Darnila; Widyana Verawaty Siregar; Ade Muana Husniati; Ainol Mardhiah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai upaya membangun ruang aman digital bagi anak dan perempuan di era Society 5.0, di mana teknologi seperti AI, IoT, dan big data dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sosial sambil menempatkan manusia sebagai pusatnya. KBGO, sebagai bentuk kekerasan gender yang difasilitasi teknologi (menurut UN Women), mencakup pelecehan online, revenge porn, doxxing, cyberstalking, deepfake pornography, dan hate speech berbasis gender. Dampaknya merusak kesehatan mental korban, terutama generasi muda, serta memperburuk ketidaksetaraan gender dan menghambat partisipasi perempuan di ruang digital. Di Indonesia, kasus KBGO melonjak dan didominasi penyebaran konten intim non-konsensual. Upaya anti-KBGO meliputi strategi edukasi kampanye #AwasKBGO oleh SAFENet, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati 25 November-10 Desember, serta inisiatif pemerintah melalui KemenPPPA, Komnas Perempuan, dan regulasi seperti UU ITE. Artikel ini berbasis pengabdian masyarakat di Universitas Malikussaleh menggunakan teknik PAS (Problem-Agitate-Solution) untuk edukasi. Strategi pencegahan mencakup edukasi kesadaran masyarakat tentang consent dan etika digital, dukungan korban melalui laporan dan konsultasi psikologis, peran platform digital dalam deteksi konten berbahaya, serta kolaborasi multi-pihak untuk transformasi budaya. Gerakan ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga membangun akhlak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan bebas diskriminasi, dengan ajakan aktif melaporkan kasus ke lembaga terkait.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL CUT PONSEL MELALUI TIKTOK DALAM PENINGKATAN PENJUALAN SMARTPHONE Raudhatul Jannah; Ainol Mardhiah; Ade Muana Husniati; Anismar Anismar; Muhammad Fazil
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8383

Abstract

Cut Ponsel Store is a business engaged in the sale of smartphones and mobile phone accessories located in Krueng Mane, Muara Batu District, North Aceh Regency. The background of this study is based on technological developments and the increasing use of social media as a means of marketing communication, which has encouraged businesses to adapt in the face of business competition. This study aims to determine the marketing communication strategies used by Cut Ponsel Store through TikTok social media to increase smartphone sales. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Informants in this study consisted of the owner of Cut Ponsel Store, store promoters, and several consumers who had made purchases. Data analysis was conducted based on the marketing mix concept, which includes product, price, place, and promotion. The results of the study show that Cut Ponselstore implements a direct marketing communication strategy and utilizes the social media platform TikTok as its main promotional tool. In terms of products, Cut Ponsel store offers a variety of smartphone brands with guaranteed quality. In terms of price, information is conveyed transparently and competitively. The store's strategic location makes it easy for consumers to visit in person. Meanwhile, sales promotions in the form of discounts, cashback, and additional bonuses are the main factors in increasing consumer interest in purchasing. The obstacle faced is the limited variety of promotional content. The conclusion of this study shows that the implementation of a marketing mix supported by sales promotions can increase smartphone sales at Cut Ponsel store.
GAYA KOMUNIKASI MASTER OF CEREMONY (MC) DALAM MEMANDU ACARA PERNIKAHAN DI KOTA LHOKSEUMAWE Muliya Arsy; Ade Muana Husniati; Anismar Anismar; Subhani Subhani; Muhammad Ali
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8384

Abstract

This study examines the communication styles used by Masters of Ceremony (MCs) in guiding wedding ceremonies in Lhokseumawe City. The background of this research is based on the increasing use of professional wedding MC services and the fact that each MC has a different communication style. These differences influence the atmosphere of the event, the comfort of the bride and groom and the guests, as well as the overall impression left after the ceremony. Therefore, this study aims to identify and describe the communication styles of Masters of Ceremony in leading wedding events in Lhokseumawe and to explore how these styles help create a warm, harmonious atmosphere and effective communication during the ceremony. This research employs a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and documentation, and is based on Robert Norton’s communication style theory (Dominant Style, Dramatic Style, Argumentative/Contentious Style, Animated Expressive Style, Relaxed Style, Attentive Style, Open Style, and Friendly Style). The findings show that not all of Norton’s communication styles are applied by the MCs studied. Of the nine communication styles proposed by Robert Norton, only eight were found in the communication practices of MCs when hosting wedding ceremonies. This indicates that the MCs tend to adapt their communication styles to the context of the event, the audience, and their role as hosts, so that one communication style is not used because it is considered less relevant or unsuitable for the sacred and formal atmosphere of a wedding ceremony.