p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPASIAL
Sangkertadi -, Sangkertadi
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN KENYAMANAN TERMAL BAGI PEJALAN KAKI PADA JALUR PEDESTRIAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Sangaji, Yusrin; -, Sangkertadi; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan pejalan kaki pada jalur pedestrian kampus Unsrat merupakan kebutuhan dasar guna menunjang aktivitas perkuliahan dimana jalur pedestrian berfungsi sebagaimedia penghubung dari satu fasilitas pendidikan ke fasilitas pendidikan lainnya.Jalur pedestrian yang ada di kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ada yang ternaungi dengan vegetasi pohon adapula yang tidak ternaungi atau terbuka menghadap langit yang secara lansung terkena radiasi sinar matahari. Kenyamanan termal pada jalur pedestrian merupakan salah satu komponen dari syarat kenyamanan pejalan kaki. Kenyaman termal ruang luar pada intinya merupakan korelasi antara respon rasa nyaman-termal, aspek fisiologis tubuh manusia, akivitas dan variabel iklim (gerakan udara,  suhu udara, suhu radiatif, serta kelembaban udara). Pengumpulan data dan masukan untuk analisis, dilakukan melalui pengukuran iklim mikro dengan menggunakan alat ukur antara lain,thermometer, anemometer, globe thermometer, hygrometer,ukuran fisiologis responden (berat dan tinggi badan) serta hasil respon tingkat kenyamanan termal oleh para responden melalui pengisian kuesioner.Melalui penelitian ini diperoleh berbagai macam respon kenyaman termal pejalan kaki pengguna jalur pedestrian pada beberapa titik ruang luar di Universias Sam Ratulangi. Penelitian dilakukan pada pagi hingga sore hari, saat tidak turun hujan dan situasi langit cerah.Tatanan vegetasi (pepohonan, rerumputan) sebagai salah satu pengendali iklim mikro menunjukan peran yang signifikan untuk mencapai kenyamanan termal pada kasus ini sehingga penting untuk dijadikan pertimbangan dalam perencanaan jalur pedestrian.   Kata Kunci : Iklim Tropis Lembab, Ruang Luar, Pedestrian, Manado
POLA PERKEMBANGAN ZONA KAWASAN PENYANGGA TPA SUMOMPO MANADO DI TINJAU TERHADAP ASPEK SPASIAL DAN TATA LETAK BANGUNAN Sunardi, Sigit Mauludi; -, Sangkertadi; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehadiran tempat pemrosesan akhir seringkali menimbulkan dilema. TPA dibutuhkan, tetapi sekaligus tidak diinginkan kehadirannya.Pemanfaatan lahan disekitar Zona Penyangga TPA sebagai permukiman berdampak buruk bagi kesehatan dan perilaku sosial masyarakat, pada TPA dengan Sistem Pengelolaan Lahan Urug Saniter (LUS) adalah sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematik, dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan, serta penutupan sampah setiap hari tidak di perbolehkan mendirikan Bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut ditinjau dari aspek spasial dan tata letak bangunan disekitarnya. Dan Mengetahui Pola Perkembangan Zona Penyangga Kawasan TPA Sumompo Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dengan menggunakan informasi Multi Temporal dan teknik overlay. Sehingga menemukan hasil bahwa Faktor yang mendorong terjadinya perubahan Fungsi Lahan di Kawasan Zona Penyangga TPA karena kurang pahamnya Masyarakat sekitar tentang larangan untuk tidak mendirikan Bangunan di sekitar Kawasan Penyangga. Berdasarkan PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO 20 TAHUN 2011 dan PERDA RTRW Kota Manado Tahun 2014 Mengenai batas Zona Penyangga Kawasan TPA yang harus di bebaskan dengan pembangunan atau Kegiatan huni-menghuni, dan Jika tidak ada Penaganan dari Pemerintah dan Kesadaran dari masyarakat itu sendiri, maka dalam jangka waktu 5 Tahun Kedepan pada Tahun 2020. Perkembangan Kawasan Zona Penyangga TPA Sumompo akan Menjadi Kawasan Permukiman dan Pengurangan Luasan RTH di Kawasan Zona Penyangga TPA yang seharusnya tidak di perbolehkan menjadi kawasan terbangun.Kata Kunci : Zona Penyangga TPA, Aspek Spasial dan Tata letak Bangunan
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI TUGULUFA KOTA TIDORE Madjid, Kasmawati; -, Sangkertadi; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia memliki potensi yang cukup baik dan merupakan salah satu sektor yang memacu perekonomian, sehingga perencanaan pariwisata sangatlah penting mengingat sektor pariwisata kini di jadikan sektor unggulan karena dapat memacu sektor lainnya seperti bisnis transportasi, restoran, hotel, dan memperkenalkan adat budaya di daerah tersebut. Dalam RTRW Tahun 2013-2033 Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional maupun global. Untuk Kota Tidore Kepulauan, fasilitas rekreasi untuk sekarang ini masih berada satu lokasi dalam tempat wisata setempat seperti pantai, dan lainnya. Sebagai salah satu lokasi pariwisata nasional, tempat rekreasi di Kota Tidore Kepulauan sudah memenuhi standar nasional. Namun keberadaan fasilitas rekreasi yang ada sekarang ini belum mampu mengangkat Kota Tidore Kepulauan secara keseluruhan. Berdasarkan data primer, diketahui bahwa di desa-desa Kota Tidore Kepulauan terdapat lokasi-lokasi yang mempunyai potensi sebagai lokasi wisata alternatif selain wisata budaya. Obyek wisata unggulan yang dijadikan sebagai integrated tourism pantai Tugulufa merupakan salah satu pantai yang berada di kelurahan Indonesiana kecamatan Tidore yang akan di kembangkan menjadi icon Kota Tidore. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah metode penelitian SWOT  adapun analisis statistik deskriptif dengan tujuan mengidentifikasi karakteristik pantai Tugulufa untuk pengembangan wisata Kota Tidore dan menganalisis hubungan internal eksternal dalam objek  wisata pantai Tugulufa Kota Tidore, dengan menggunakan Analisis Daerah Operasi-Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) maka di lakukan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, melakukan kuesioner dan telaah pustaka. Hasil analisis penelitian ini.                                                                                                                       Kata Kunci : Potensi Wisata, Strategi Pengembangan, Pantai Tugulufa, Kota Tidore
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI TUGULUFA KOTA TIDORE Madjid, Kasmawati; -, Sangkertadi; Supardjo, Surijadi
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia memliki potensi yang cukup baik dan merupakan salah satu sektor yang memacu perekonomian, sehingga perencanaan pariwisata sangatlah penting mengingat sektor pariwisata kini di jadikan sektor unggulan karena dapat memacu sektor lainnya seperti bisnis transportasi, restoran, hotel, dan memperkenalkan adat budaya di daerah tersebut. Dalam RTRW Tahun 2013-2033. Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional maupun global. Untuk Kota Tidore Kepulauan, fasilitas rekreasi untuk sekarang ini masih berada satu lokasi dalam tempat wisata setempat seperti pantai, dan lainnya. Sebagai salah satu lokasi pariwisata nasional, tempat rekreasi di Kota Tidore Kepulauan sudah memenuhi standar nasional. Namun keberadaan fasilitas rekreasi yang ada sekarang ini belum mampu mengangkat Kota Tidore Kepulauan secara keseluruhan. Berdasarkan data primer, diketahui bahwa di desa-desa Kota Tidore Kepulauan terdapat lokasi-lokasi yang mempunyai potensi sebagai lokasi wisata alternatif selain wisata budaya. Obyek wisata unggulan yang dijadikan sebagai integrated tourism pantai Tugulufa merupakan salah satu pantai yang berada di kelurahan Indonesiana kecamatan Tidore yang akan di kembangkan menjadi icon Kota Tidore. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah metode penelitian SWOT adapun analisis statistik deskriptif dengan tujuan mengidentifikasi karakteristik pantai Tugulufa untuk pengembangan wisata Kota Tidore dan menganalisis hubungan internal eksternal dalam objek wisata pantai Tugulufa Kota Tidore, dengan menggunakan Analisis Daerah Operasi-Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) maka di lakukan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, melakukan kuesioner dan telaah pustaka. Hasil analisis penelitian ini.Kata kunci: Potensi Wisata, Strategi Pengembangan, Pantai Tugulufa, Kota Tidore
ANALISIS SPASIAL TERHADAP NILAI LAHAN Di KECAMATAN AMURANG Setiawan, Muh Rahmat Agung; -, Sangkertadi; Warouw, Fella
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan isebagai ilokasi ipembangunan isudah ipasti imemiliki inilai idan iharga. iNilai ilahan isecara itidak ilangsung imengungkapkan ikepada isemua ikhalayak iumum itentang ikualitas ilahan itersebut imengenai ipengembangannya. iKualitas iyang idimaksud iberupa ipotensi ilahan iketika idibangun imemberikan imanfaat iyang idiharapkan. iJadi inilai ilahan isangat iberkaitan idengan iobjek iyang iberpotensi ibesar ijika idibangun idiatas ilahan itersebut. iNilai ilahan imempunyai ipengertian iyang iberbeda idengan iharga ilahan. iHal iini idapat idijelaskan ibahwa iharga ilahan idikatakan iada ijika inilai ilahan iberproses idi idalamnya. iSehingga iharga ilahan imerupakan itolok iukur idari inilai ilahan, idimana inilai ilahan iadalah iperwujudan iterhadap ikemampuan ilahan isehubungan idengan ipenggunaan ilahan idan ipemanfaatan. iPenelitian iini idilakukan idi iKecamatan iAmurang iuntuk imengetahui inilai ilahan iyang idilakukan isecara ispasial. iTujuan ipenelitian iini iyaitu i(1) imemetakan inilai ilahan idi iKecamatan iAmurang, i(2) imenganalisis ifaktor ipenentu inilai ilahan iyang imempengaruhi inilai ilahan. iMetode iyang idi igunakan iadalah imetode ianalisis ideskriptif ikuantitatif idan ioverlay, idimana iuntuk imendapatkan idata inilai ilahan iperlu imelakukan ipenggabungan ipada iberbagai ipeta idasar iyaitu ipenggunaan ilahan, iaksesbilitas ipositif, iaksesbilitas inegatif, idan ikelengkapan iutilitas. iHasil idari ipenelitian iini imenunjukan ibahwa i(1) inilai ilahan idi iKecamatan iAmurang iberkisar iantara iRp. i261.000/m2 isampai idengan iRp. i1.963.000/m2 i, i(2) ifaktor ipenentu inilai ilahan iberupa ipenggunaan ilahan, iaksesbilitas ipositif, iaksesbilitas inegatif, idan ikelengkapan ifasilitas iumum itidak iselalu imempengaruhi itinggi irendahnya inilai isuatu ilahan.Kata iKunci: iLahan, inilai ilahan, iKecamatan iAmurang, inilai, ipemetaan
ANALISIS KINERJA SISTEM BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA KOTAMOBAGU Lendeon, Evalda; -, Sangkertadi; Timboeleng, James
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kotamobagu merupakan salah satu kota yang mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai moda transportasi massal untuk masyarakat. Operasional BRT dimulai sejak 2019 oleh Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu. Namun, keberadaan BRT masih kurang di minati masyarakat dikarenakan adanya moda transportasi lainnya yang lebih mudah digunakan sebagai angkutan umum sehari-hari yakni bentor dan ojek online. Selain itu, masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Kota Kotamobagu. BRT disediakan sebagai moda transportasi yang terintegrasi untuk melayani masyarakat serta dengan adanya fasilitasnya yang nyaman, aman dan mengutamakan keselamatan. Pada penelitian ini, di tujukan untuk mengidentifikasi kinerja sistem BRT Kota Kotamobagu yang ditinjau berdasarkan SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan (Permen No 10 tahun 2012) dan menganalisis pengaruh minat masyarakat terhadap pelayanan BRT. Metode penelitian menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian dengan pengolahanan data menggunakan skoring (Skala Likert) untuk mengetahui kesesuaian kinerja pelayanan dan metode analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh minat masyarakat terhadap pelayanan BRT. Berdasarkan hasil identifikasi kondisi eksisting, di ketahui aspek keselamatan dan aspek kesetaraan merupakan aspek yang paling sesuai dengan SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan No. 10 tahun 2012. Aspek yang dianggap telah baik dan efisien menurut persepsi masyarakat yaitu pelayanan BRT pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesetaraan. Adapun hasil perhitungan statistik yaitu terdapat pengaruh minat masyarakat sebesar 38,4% terhadap pelayanan BRT dengan aspek yang paling berpengaruh secara signifikan yakni keamanan dan kenyamanannya.Kata Kunci : Kinerja Pelayanan, BRT, Persepsi Masyarakat
ANALISIS KERENTANAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Pontoh, Muh Reza Novian; -, Sangkertadi; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The natural disasters in Indonesia have tended to increase over the years, flood disasters will occurthroug hout the country. The increasing level off lood disasters in Indonesia does not only affect thearea,but the amount of damage that is caused is also increasing. The research location in Bolaang Mongondow Regency for floodv ulnerability.TheobjectivesofthisresearchareidentifyingFloodTeachingCallsinBolaangMongondow Utara Regency and recommending flood disaster mitigation strategies to reduce flooddisaster lottery drawings. The methodsconducted by quantitative descriptive analysis method and overlay, in which too obtain vulnerability data that combine son aflood vulnerability vulnerability to social vulnerability, physical vulnerability, economic vulnerability, and environmental vulnerability. The resultsof this study are the level of flood vulnerability in Bolaang Mongondow Utara Regency isclassified into three, namely high, medium and low, Further, the results of the analysis of the flood disastervulnerability index for 2 sub-districts with high levels of vulnerability need to be carried out by an institution or recommendation for the North Bolaang Mongondow Regency government related to disaster mitigation planning and development based on physical, social, economicand environmental aspects. keyword:Disaster,Flow,vulnerability,disastermitigation,mapping
THE IMPACT OF COMMUNITY ACTIVITIES ON TRANSPORT IN THE DOWNTOWN AREA OF TOMOHON IN THE NEW NORMAL ERA Thanos, Samitha A. R.; -, Sangkertadi; Timboeleng, James A
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Society cannot be separated from activities in order to meet important needs. Activities to meet this need require a tool for moving places, namely modes of transportation. Movements of transportation modes must be well planned so that people can feel safe and comfortable. Since the city center of Tomohon is a diverse land use area, activities to meet the needs of the area are concentrated. This has generated interest in conducting research on the impact of community activities on transportation, especially in the context of the COVID-19 pandemic. This study aims to identify the characteristics and patterns of community activity, the factors that influence it, the extent and model of Tomohon's downtown traffic impact in the new normal era. This study uses a quantitative approach using methods of factor analysis and path analysis. The sample for this survey consisted of 400 respondents randomly selected from a target audience of people active in downtown Tomohon. The results of this survey are (1) the characteristics and patterns of community activities based on the main forms of activities carried out, the timing of activities, and the types of activities. (2) There are three community activity factors that influence before the new normal era, and there are two community activity factors that influence during the new normal era. (3) Social activity factors (F3) have the greatest impact on the traffic attraction before the new normal era, while economic, educational and religious activity factors (K1) have the greatest influence on traffic attraction during the new normal era. Keywords: factors, community activities, traffic, path analysis