Tujuan: Mastitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada glandula intramamari sebagai respon dari mekanisme pertahanan tubuh. Kejadian dan tingkat infeksi mastitis sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian mastitis subklinis pada kambing peranakan etawah (PE) di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.Metode:Jenis metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah 200 sampel susu segar dari kambing PE. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara (kuesioner), pengamatan langsung dan pengujian status mastitis dengan menggunakan reagen California Mastitis Test (CMT). Data penelitan ini dianalisis secara diskriptif dan analisis bivariat chi square (X2), Odds Ratio (OR), serta Relative risk (RR).Hasil: Hasilpenelitian menunjukan bahwa faktor resiko yang berperan terhadap kejadian mastitis subklinis di Kecamatan Kokap adalah variabel umur sapih <2 bulan (X2=22,99; OR=21,13 dan RR=13,2) dan jarak pembuangan limbah <15 m dari kandang (X2=3,98; OR=6,52 dan RR=5,44).Kesimpulan: Variabel faktor resiko umur sapih <2 bulan dan jarak pembuangan limbah <15 m dari kandang memiliki asosiasi kuat dengan infeksi mastitis subklinis di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.